Bepergian jauh menggunakan kereta api terkadang kita kebingungan untuk mencari makanan. Meski kereta api pun sudah menyediakan restorasi, namun tak jarang penumpang lebih memilih untuk menunggu pramugari mendatangi gerbong dan menawarkan menu makanan. Usai memesan pun penumpang masih harus menunggu pesanannya.

Untuk mempermudah penumpang menentukan pesanan makanan dan tentunya memesan makanan di kereta api, kini PT Kereta Api Indonesia membuat inovasi baru. Sebelum berangkat, calon penumpang kereta api sudah bisa memesan makanan melalui website Kereta Api Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko. "Pemesanan makanan dapat dilakukan minimal dua hari sebelum tanggal keberangkatan," jelasnya.

Tampilan laman Pre Order makanan Kereta Api (source: preorder.reska.co.id)
Tampilan laman Pre Order makanan Kereta Api (source: preorder.reska.co.id)

Ixfar menambahkan, pemesanan makanan dapat dilakukan oleh calon penumpang dengan cara memasukkan kode booking pemesanan tiket ke dalam menu “pre-order” pada laman Kereta Api Indonesia. Kemudian, calon penumpang dapat melihat menu-menu yang tersedia dan langsung memilih menu yang akan dipesan.

Dalam hal ini, lanjut dia, PT Reksa Multi Usaha (RMU) selaku pengelola restorasi menyediakan banyak menu makanan yang disajikan di KA, termasuk empat macam menu dari Solaria dan empat macam menu dari Dcost.

"Selain makanan juga banyak minuman yang tersedia untuk melengkapi perjalanan kereta para penumpang. Harga makanan yang disediakan kru restorasi dibanderol sebesar Rp30.000, sedangkan minuman berkisar Rp6.000-Rp9.000," katanya.

Pembayarannya pun dapat dilakukan di muka. Calon penumpang cukup melakukan transfer kepada PT RMU sesuai dengan jumlah biaya makanan yang dipesan. Jangan khawatir menu yang telah dipesan akan terlewat karena semua pesanan sudah otomatis terdata dalam daftar pemesanan.

Layanan baru dari PT KAI ini sudah bisa dinikmati oleh semua pelanggan kereta api di Pulau Jawa.

Sumber : suara.com
Sumber Gambar :detik.com

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu