Karateka muda Nicky Dwi Oktari Putri Isyelda (Perguruan Shindoka) sukses menyabet medali emas di Kejuaraan Dunia antarpelajar, Coupe Internationale De Kayl Luxemburg 2016. Pengalaman berharga ini membuat nama Nicky melambung.

Usai kembali dari Luxemburg setelah bertanding sejak 17 Oktober 2016, Nicky yang diwawancarai www.tribun-medan.commengaku punya banyak kisah sangat berkesan selama laga di luar negeri.

Termasuk soal siapa saja lawan yang dihadapi siswi Sekolah Menengah Atas Negeri 3  (SMA N 3) Medan ini.

"Di kejuaraan Luxemburg banyak kali pengalaman berkesan. Lawannya tinggi-tinggi semua (postur). Jadi, Nicky agak down tapi tetap dikasih semangat dari pelatih untuk pantang menyerah," kata Nicky, Jumat (28/10/2016)

Nicky terlecut semangat juaranya dengan adanya motivasi di dalam diri sendiri dan motivasi dari teman-teman serta dari pelatih.

Tak tanggung, Nicky perkasa sebagai jawara usai mengalahkan lima karateka dari berbagai negara.

Nicky Dwi Oktari Putri Isyelda, karateka Medan berprestasi. (Tribun-Medan.com/ Dedy Kurniawan)
Nicky Dwi Oktari Putri Isyelda, karateka Medan berprestasi. (Tribun-Medan.com/ Dedy Kurniawan)

"Nicky lima kali main. Dan yang dilawan itu ada 5 orang sampai ke final, Nicky main di nomor Kumite under 16 +54 kg, Female. Lawannya dari Netherland, Luxembourg, Belgia, Perancis, dan Jerman. Paling berkesan itu pas lawan terberat, itu dari Belgia," ungkapnya.

Tak cuma soal lawan berpostur tinggi yang telah dihadapi Nicky. Dia juga menceritakan bagaimana melawan perbedaan iklim dan suhu di Luxemburg yang jelas berbeda dengan iklim dan suhu di Indonesia yang notabenenya negara tropis.

Cuaca extra dingin diakui Nicky berpengaruh dengan cara dia beradaptasi dan bertanding di Luxemburg.

"Cuaca dan iklim punya pengaruh. Tapi syukurnya tempat tandingnya itu atau gornya pakai alat penghangat ruangan, jadi bisa tetap panas untuk persiapan tanding, bebernya.


Sumber : medan.tribunnews.com
Sumber Gambar Sampul : kemlu.go.id

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu