Batik Indonesia kembali memikat para tamu yang hadir dalam acara Grand Final Miss Senegal 2016 yang diselenggarakan di King Fahd Palace, Dakar, Sabtu (5/11/2016).

“Pada acara tersebut, Batik Indonesia karya anak bangsa, Susilowati George Gerban (Susi Rewita), yang berdomisili di Dubai, menjadi pembuka rangkaian acara Grand Final Miss Senegal 2016 yang diperagakan oleh lima belas finalis Miss Senegal 2016,” tulis siaran pers yang diterima Kamis (9/11/2016).

Ketika sesi pembukaan dimulai, para tamu memberikan tepukan yang meriah dan mengamati keindahan Batik Indonesia yang diperagakan oleh kelima belas finalis Miss Senegal yang masing-masing merupakan wakil dari 14 provinsi dan 1 mewakili Region Sine-Saloum (merupakan region baru dari 2 pulau).

Tidak ketinggalan, para designer lokal turut menghampiri Ibu Susi Rewita di belakang panggung dan menyampaikan kesan khususnya akan keindahan design Batik Indonesia. Para finalis Miss Senegal 2016 pun menyempatkan diri untuk mengambil foto selfie dengan pakaian Batik yang dikenakannya sebelum memasuki catwalk.

Sebelumnya, pada Rabu malam (3/11/2016) di Resepsi Diplomatik yang diselenggarakan oleh KBRI Dakar, Batik karya Susi Rewita juga diperagakan oleh finalis Miss Dakar 2016 dan berhasil memikat 300 tamu undangan yang datang dari kalangan diplomatik, pemerintahan, media, akademisi, LSM lokal dan internasional, serta masyarakat umum. Bahkan, acara tersebut telah mendapat perhatian dari media setempat baik cetak maupun televisi, dengan diulasnya acara tersebut selama dua hari berturut-turut.

Turut menjadi juri dalam ajang Grand Final tersebut, Istri Duta Besar RI untuk Senegal, Ibu Febie Mansyur, yang juga mendapat kehormatan untuk memakaikan selempang yang bertulikan “Miss Senegal 2016” kepada pemenang ajang pemilihan Miss Senegal 2016, Ndeye Astou Sall, dari Provinsi Dakar.

Selain Febie Mansyur, di kursi juri diantaranya juga terdapat Christiane Lillio, mantan Miss France 1968 yang juga merupakan Presiden Nasional Komite Miss Prestige Nationale Perancis; Emilie Secret, Miss Prestige National France 2016; dan Esther Mémel élue, Miss Pantai Gading 2016 yang juga hadir sebagai Miss Congeniality yang seluruhnya adalah sebagai juri internasional.

Setiap finalis selain dinilai dari keindahan dalam memperagakan tiap busana, juga harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenai situasi dalam negeri di Senegal, pariwisata di masing-masing wilayahnya, peranan wanita, serta kontribusi yang dapat mereka sumbangkan terutama bagi kemajuan kaum wanita Senegal.

“Diperagakannya batik Indonesia di ajang pemilihan Miss Senegal 2016 tsb adalah berkat kerjasama KBRI Dakar dengan President Miss Senegal Amina Badiane. Dubes RI Mansyur Pangeran bersama para Dubes asing lainnya juga hadir sebagai undangan VIP,” tutup siaran pers itu.


Sumber : lensaindonesia.com

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu