Lupa Sandi?
Java Jazz Single

"Maskapai Paling Dicintai di Dunia Jatuh Kepada ..."

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Airbus A350 | airheadsfly.com

Maskapai nasional Garuda Indonesia pada hari ini, Kamis (8/12) menerima penghargaan sebagai “The Most Loved Airline” yang diserahkan oleh CEO SkyTrax, Edward Plaisted dan diterima langsung oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, M. Arif Wibowo di Gedung Manajemen Garuda Indonesia, Cengkareng.

SkyTrax secara resmi mengumumkan bahwa Garuda Indonesia berhasil menempati peringkat pertama sebagai maskapai yang paling dicintai di dunia dengan tingkat kepuasan sebesar 85 persen di antara lebih dari 420 maskapai di seluruh dunia yang masuk dalam survey SkyTrax tersebut. Penilaian tersebut didapatkan melalui review yang dilakukan oleh lebih dari 4,5 juta responden dalam tahapan penilaian pemeringkatan “The World’s Most Airline”.

Dalam kesempatan tersebut Direktur Utama Garuda Indonesia mengungkapkan rasa terima kasihnya atas apresiasi dan dukungan masyarakat Indonesia dan dunia pada survey tersebut terhadap Garuda Indonesia.

“Penghargaan yang kami peroleh pada hari ini tentunya sangat membanggakan bagi kami, namun sekaligus juga merupakan tantangan bagi kami untuk terus memberikan layanan terbaik secara konsisten sehingga dapat memberikan kenyamanan lebih bagi para pengguna jasa kami,”, kata Arif.

Baca Juga

“Pencapaian ini merupakan wujud dari hasil komitmen dan kerja keras seluruh karyawan Garuda Indonesia dalam memberikan layanan terbaik bagi para pengguna jasa. Kami juga berterimakasih kepada seluruh pengguna jasa setia kami atas dukungan yang selama ini diberikan,” ungkap Arif.

Penghargaan yang diraih Garuda Indonesia ini akan terus memacu Garuda untuk terus memberikan berbagai terobosan  layanan dan inovasi terbaru yang kami harapkan dapat terus meningkatkan kepuasaan pengguna jasa dalam menggunakan layanan penerbangan Garuda Indonesia khususnya yang mengedepankan keramahtamahan khas Indonesia melalui konsep layananan Garuda Indonesia Experience.

Sementara itu, CEO SkyTrax, Edward Plaisted mengatakan bahwa pencapaian Garuda Indonesia tersebut merupakan wujud dari keberhasilan Garuda Indonesia dalam menerapkan standar layanannya.

“Inovasi dan konsistensi yang dihadirkan dalam produk dan layanan suatu maskapai merupakan salah satu faktor terpenting dalam pencapaian penghargaan tersebut – terlebih armada-armada terbaru yang dioperasikan Garuda Indonesia saat ini menawarkan kelas Bisnis yang dilengkapi dengan fasilitas tempat duduk yang dapat direbahkan hingga 180 derajat (flat-bed seating) dan kelas Ekonomi dengan jarak antar kursi hingga 32 – 34 inci. Para penumpang juga dapat merasakan layanan First Class dan Business Class dengan standar layanan bintang lima melalui armada B777-300ER terbarunya.” tambah Plaisted

Penghargaan “The Most Loved Airline” dilakukan melalui penilaian tingkat kepuasan ini berdasarkan delapan kategori, yaitu kenyamanan tempat duduk, pelayanan pada saat terbang, makanan yang disediakan, hiburan yang diberikan, ketersediaan Wifi, pelayanan maskapai di bandara hingga harga tiket. Selain kategori ini, SkyTrax juga menjadikan berbagai testimoni para penumpang sebagai tambahan penilaian.

Dalam penilaian ini, SkyTrax tidak hanya menggunakan rating yang diberikan konsumen pada situsnya saja, tetapi melihat berbagai jenis ulasan yang diberikan. SkyTrax juga hanya menilai maskapai dengan banyaknya ulasan kepuasan dari para konsumen.

Sejak bergabung menjadi salah satu anggota aliansi global SkyTeam pada bulan Maret 2014 lalu, Garuda Indonesia bersama dengan 19 anggota SkyTeam yang lain melayani penerbangan ke 1,052 kota tujuan di 177 negara, dengan total penerbangan mencapai 16,323 penerbangan setiap hari. Di samping itu, para pengguna jasa Garuda Indonesia juga dapat memanfaatkan 629 lounges anggota SkyTeam di seluruh dunia.

Sumber : Indo-aviation.com

Pilih BanggaBangga90%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli1%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi4%
Pilih TerpukauTerpukau5%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata