Lupa Sandi?

Kerajaan Gapi Maluku yang Dipercaya lebih Kuat Dibanding Majapahit

Nudia Imarotul Husna
Nudia Imarotul Husna
0 Komentar
Kerajaan Gapi Maluku yang Dipercaya lebih Kuat Dibanding Majapahit

Sebelum masa kolonialisme, Indonesia terkenal dengan sejarah kerajaannya yang kokoh berdiri tersebar diseluruh wilayah nusantara. Kerajaan-kerajaan itulah yang juga menjadi salah satu sumber jalur perdagangan di nusantara . Tercatat Kerajaan Majapahit lah yang terkuat kala itu yang berhasil mempersatukan hampir seluruh wilayah nusantara sekarang.

Namun, tidak hanya itu, dilansir dari beberapa sumber, Kerajaan Gapi di Maluku merupakan kerajaan kecil yang konon lebih kuat dibanding kerajaan Majapahit. Kerajaan yang terletak di Maluku ini adalah bukti bahwa Indonesia tidak hanya memiliki Kutai, Sriwijaya, Samudera Pasai, dan Majapahit saja —kerajaan besar yang berkembang pesat, namun ia juga memiliki kerajaan kecil yang justru berperan penting bagi Indonesia kala itu.

Kesultanan Ternate. id.wikipedia.org
Kesultanan Ternate. id.wikipedia.org

Kerajaan Gapi dikenal sebagai Kesultanan Ternate sekaligus kerajaan islam pertama yang terletak di kepulauan Maluku dan didirikan oleh Baab Mashur Malamo tahun 1257 sekaligus menjadi raja pertama selama 20 tahun. Kerajaan Gapi terus memiliki raja hingga pada akhirnya raja terakhir bernama Mudaffar Syah meninggal tahun 2015 silam. Terdapat empat kampung di Ternate dengan masing-masing kampung dikepalai oleh seorang marga yang dalam Bahasa Ternate disebut Momole.

Lambat laun, empat kampung ini bersatu dan membentuk sebuah kerajaan yang dinamakan Ternate. Wilayah kerajaan ini terkenal dengan penghasil rempah-rempah, oleh karenanya banyak sekali pedagang asing dari Cina, Arab, dan Melayu yang datang untuk berdagang. Awal berdirinya kerajaan ini dipengaruhi oleh desakan untuk membentuk sebuah organisasi lantaran adanya ancaman dan tekanan dari perompak laut yang mulai ramai berkunjung ke kawasan Pulau Ternate karena ingin merebut rempah-rempah.

Akhirnya, penduduk di daerah tersebut bermusyawarah untuk membentuk sebuah pertahanan dan organisasi yang lebih kuat agar permasalahan perusuh dapat teratasi dan perdagangan di Pulau Ternate tidak jatuh ke tangan perompak.

Raja Mudaffar Syah. id.wikipedia.org
Raja Mudaffar Syah. id.wikipedia.org

Aspek perdagangan menjadi unggulan Kerajaan Gapi kala itu. Wilayah kekuasaan perdagangannya terbentang ke seluruh kawasan Indonesia Timur mulai dari Nusa Tenggara sampai hampir semua Kepulauan Maluku. Meski kecil, kerajaan ini tak kalah kuat dibanding Majapahit.

Hal ini dibuktikan dengan Gapi yang pernah mengalami masa kejayaannya di abad ke-16. Masa kejayaannya ini diawali dengan perdagangan rempah-rempahnya yang menyebar sampai ke saudagar-saudagar luar negeri dan banyak diborong oleh bangsa Eropa sampai pada akhirnya datanglah perompak bangsa Portugal yang berniat ingin merampas rempah-rempah dari Maluku. Niat ini awalnya tidak diketahui oleh penduduk Maluku sehingga sang raja Sultan Bayanullah yang sedang berkuasa kala itu mengizinkan Portugal untuk mendirikan pos dagang dan bermukim di situ dalam waktu yang relatif lama.

Namun, Portugal mulai menunjukan watak imperialismenya dan memaksa penduduk Maluku untuk menjual seluruh rempah-rempahnya ke pihak mereka guna untuk mencari keuntungan. Dengan tekad yang kuat dari penduduk setempat, rakyat melakukan pengusiran selama 5 tahun memerangi bangsa Portugal dan akhirnya mereka menyerah dan pergi dari Maluku.

Masa kejayaan Kerajaan Gapi terus berlangsung hingga Belanda datang ke Indonesia usai abad ke-16. Gapi mengalami kemunduran karena pertahanannya yang semakin berkurang. Belanda banyak menguasai sektor di kawasan Indonesia yang membuat kekuasaan Kerajaan Gapi semakin menurun. Namun demikian, kini, Kerajaan Gapi digunakan sebagai simbol dan bukti kekuatan nyata bahwa kerajaan islam kecil pertama dapat terus bertahan bahkan setelah Majapahit runtuh. Peranan yang dilakukan kerajaan ini amat besar dan sangat berpengaruh bagi Indonesia khususnya Indonesia bagian timur.


Sumber : boombastis.com

Pilih BanggaBangga63%
Pilih SedihSedih2%
Pilih SenangSenang5%
Pilih Tak PeduliTak Peduli5%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi5%
Pilih TerpukauTerpukau21%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG NUDIA IMAROTUL HUSNA

Peminum kopi, penikmat buku, pemburu ilmu. Sedang tertarik dengan Sejarah. ... Lihat Profil Lengkap

Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas