Melintas dari Flores hingga Timor, kanak – kanak di Nusa Tenggara Timur memiliki kebiasaan yang sama ketika bulan Desember tiba.  Suara dentuman bambu menggema di mana – mana. Di pelosok – pelosok tempat para kanak - kanakl bergembira ria, menikmati permainan yang terbuat dari sebilah bambu besar, minyak tanah dan korek api.

Bagi umat Kristen di Nusa Tenggara Timur, Desember merupakan bulan yang cukup spesial. Aroma natal menguar dimana – mana, dengan segala kemeriahan dan sukacita yang ada. Sebagai daerah dengan mayoritas penduduk merupakan umat Kristen, ada cara tersendiri yang dilakukan dalam menyambut hari raya natal. Pula, berbagai hal unik dilakukan dalam menyambut hari raya ini. Salah satunya adalah cara merayakan natal dengan menggunakan Meriam bambu. Ya, Meriam yang dibuat dari bambu.

Permainan ini dikenal dengan berbagai nama. Di daratan Flores, ia dikenal dengan nama Bombardom. Sementara di Pulau Timor, sebutannya adalah Meriam Bambu.  Satu ruas bambu panjang dengan ukuran sebesar paha orang dewasa yang dilubangi di salah satu bagian ujung. Pula ditambahkan lubang kecil di dekat bagian bambu yang tidak berlubang.

Cara memainkannya pun terbilang sederhana. Layaknya meriam yang digunakan untuk perang, bombardom  menggunakan minyak tanah dan korek api. Bambu akan dipanaskan terlebih dahulu dengan cara membakar bagian dalam yang sudah diberi minyak tanah lewat lubang kecil, dan setelah bambu tersebut panas maka apinya akan dimatikan dengan cara menaruh sebuah kain di atas lubang kecil tersebut. Bagian yang paling menarik adalah ketika api sudah padam dan bagian dalam bambu masih berasap, sebilah kayu yang sudah dinyalakan akan dimasukkan ke lubang kecil tersebut dan bang!! Dentuman pun terdengar. Kencang dan menggelegar!

Tidak hanya Bombardom, ada pula beberapa permainan lain yang identik dengan penyambutan natal di Nusa Tenggara Timur yaitu Garnat, karbit, Meriam spritus dan jenis  bunyi – bunyian yang dari bahan – bahan sederhana dan tradisional disamping Kembang Api dan Petasan yang jauh lebih modern.

Bunyi – bunyian dalam menyambut hari natal memang sudah menjadi tradisi yang mengakar dalam budaya Masyarakat Nusa Tenggara Timur. Terbilang cukup sederhana, namun permainan ini memberikan sensasi tersendiri. Bunyi – bunyian yang ditimbulkan menambah kemeriahan masyarakat dalam menyambut hari raya natal yang memang identik dengan kebahagiaan akan sebuah penyambutan. Bunyi – bunyian yang ada menjadi lambang dan tanda sukacita dari masyarakat.

Boom! Natal telah tiba.



Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu