Indonesia muncul sebagai pemimpin dalam transaksi perdagangan elektronik melalui perangkat bergerak (mobile commerce) di kawasan Asia-Pasifik pada kuartal III-2016. Transaksi melalui perangkat bergerak smartphone, tablet, dan laptop di Tanah Air disebutkan telah mencapai 68% dari total transaksi e-commerce, dan mampu mengalahkan Taiwan yang sebesar 60%. Sedangkan transaksi e-commerce sisanya dilakukan melalui komputer (desktop).

Hal itu merupakan kesimpulan dari riset Criteo, perusahaan teknologi kinerja pemasaran, yang dikemas dalam tema Q3 2016 State of Mobile Commerce Report. Survei yang menyoroti tentang kebiasaan konsumen dalam berbelanja di kawasan Asia-Pasifik itu disampaikan oleh Executive Managing Director Criteo Asia-Pasifik Yvone Chang, Selasa (20/12).

Chang mengatakan, Indonesia muncul sebagai pemimpin regional, dengan transaksi melalui perangkat mobile mencapai 68% dari seluruh transaksi e-commerce untuk para peritel teratas. Sementara itu, aktivitas e-commerce di Tanah Air melalui perangkat mobile didominasi oleh perangkat smartphone yang telah mencapai 88% dibandingkan dengan tablet, atau pun perangkat lainnya.

State of Mobile Commerce Report 2016. Sumber: Criteo
State of Mobile Commerce Report 2016. Sumber: Criteo

Hal itu menjadikan Indonesia sebagai negara dengan adopsi tercepat dan juga tertinggi perangkat mobile di kawasan Asia Tenggara. “Untuk pertama kalinya, aplikasi mobile menikmati nilai pemesanan yang lebih tinggi daripada desktop dan mobile web, dengan rata-rata US$ 127 dibelanjakan melalui aplikasi mobile dibandingkan US$ 100 melalui desktop, dan US$ 91 melalui mobile web,” ungkapnya.

Ketika lebih diklasifikasikan, transaksi melalui ponsel pintar (smartphone) lebih mendominasi dibandingkan dengan perangkat tablet maupun phablet. Pembelian melalui perangkat ponsel pintar kian populer sebagai perangkat pilihan untuk berbelanja secara online, terutama karena ketersediaan fitur seperti pemindai sidik jari yang memudahkan proses transaksi.

Bahkan, untuk pertama kalinya, pembelian melalui smartphone mencetak angka tertinggi pada sebagian besar transaksi mobile di setiap pasar utama di dunia, dengan kawasan Asia Pasifik, terutama di Indonesia, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan berada di garis terdepan. Smartphonet erus mendominasi pangsa transaksi ritel melalui perangkat mobile di Asia-Pasifik.

“Untuk meningkatkan pendapatan, peritel harus menggabungkan kekuatan mobile web dan ketersediaan aplikasi dengan strategi penyasaran mobile yang lebih personal untuk berinteraksi dengan pembeli di mana pun dan kapan pun mencari informasi secara online dan melalukan proses pembelian,” jelas Chang.


Sumber : Investor Daily

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu