Kabar baik yang luar biasa didengungkan oleh  musisi tradisional Indonesia dan juga dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta di Solo, pasalnya 4 musisi Indoneia ini akan berkolaborasi dengan musisi dari Inggris dan India.

Empat  musisi Indonesia yakni Maestro Gondrong Gunarto, Agus Prasetya, Anger Widhi Asmara dan Rano Prasetyo akan berkolaborasi dengan Susheela Raman dan gitaris Sam Milis pada acara Susheela Raman and Ghost Gamelan Orchestra di The Roundhouse, Camden, London pada tanggal 1 februari 2017 mendatang. Untuk menonton pagelaran ini, penikmat muskc dapat membeli tiket seharga mulai dari 15 poundsterling ditambah biaya administrasi. 

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Susheela Raman merupakan penyanyi yang memiliki latar belakang genre music yang bervariasi seperti Jazz, Blues, Folk dan Trance. Ia juga pernah masuk nominasi BBC World Music Award pada tahun 2006 dan juga telah melakukan konser di dunia. Susheela Rahman merasa terpesona dengan music dari gamelan Indonesia sejak kunjungannya ke Indonesia beberapa waktu yang lalu .  sedangkan Maestro Gondrong Gunarto adalah seorang maestro yang mengembangkan alat musik gamelan yang dipadukan dengan musik kontemporer sehingga mampu beradaptasi dengan era sekarang.  Gondrong Gunarto memiliki role model bernama I Wayan Sadra yang menginspirasinya untuk menjadi maestro seperti sekarang ini. Baginya, I Wayan Sadra lah yang memiliki jasa membentuk kepribadian bermusiknya .

Pertemuan Susheela dengan sang maestro gamelan, Gondrong Gunarto lah yang membuat gagasan untuk menggarap kolaborasi musik yang menampilkan gamelan secara kontemporer ini muncul. Susheela Rama kemudian mengeluarkan lagu re-make dari The Beatles berjudul ‘Tomorrow Never Knows’.


Minister Counsellor KBRI London Thomas Siregar menyebutkan gamelan bukanlah musik yang asing di Inggris mengingat di negara ini terdapat tidak kurang dari 150 kelompok gamelan yang tersebar di berbagai institusi pendidikan dan komunitas seni lainnya. Penampilan gamelan Indonesia yang dipadukan dengan alat petik gitar dan cello dari Inggris serta tabla dari India tentunya akan menyuguhkan sajian kolaborasi musik yang sangat menarik bagi pecinta seni musik di Inggris. KBRI London sendiri sangat mengapresiasi dan mendukung kolaborasi dari musisi yang memiliki perbedaan warga negara ini.  Thomas Siregar berharap bahwa kegiatan ini dapat menciptakan kerjasama dalam pengembangan seni dan budaya antara Indonesia dan Inggris di masa yang akan datang.

Mengingat gamelan, kita tentu juga ingat sosok Pete Smith yang mengajar gamelan di London selama 20 tahun. memang gamelan adalah alat musik yang memabukkan dengan alunan iramanya yang damai dan menggetarkan hati. Jika orang luar negeri saja suka dan cinta akan alat musik kita, agaknya kita juga harus lebih mencintai budaya kita sendiri.

Sumber :

Kementerian Luar Negeri

The Jakarta Post

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu