Kayu Indonesia Pertama 'Berlisensi' Tiba di Inggris

Kayu Indonesia Pertama 'Berlisensi' Tiba di Inggris
info gambar utama

Sebanyak 17 kontainer plywood - bahan untuk pintu dan juga lantai kayu- telah tiba di pelabuhan Liverpool dan Tilbury, bagian lebih dari 20 peti kemas yang dikirim ke negara-negara Uni Eropa lain berdasarkan lisensi FLEGT (Forest Law Enforcement, Governance and Trade).

Indonesia merupakan negara pertama yang memiliki lisensi ini setelah melalui proses selama sembilan tahun dan mulai berlaku sejak pertengahan November lalu.

Berdasarkan sertifikasi ini, produk kayu Indonesia tidak perlu lagi melalui uji kelayakan ketat yang diterapkan oleh Uni Eropa dan diperkirakan ekspor akan meningkat, kata Duta besar Indonesia untuk Inggris, Rizal Sukma.

"Lisensi ini diharapkan dapat meningkatkan ekspor produk kayu di pasar Eropa dan Inggris karena memang permintaan konsumen di pasar Eropa harus memperhatikan faktor governance, legalitas kayu dan sebagainya," kata Rizal kepada BBC Indonesia setelah secara simbolis membuka peti kemas plywood berlisensi di pelabuhan Tilbury pada Senin (16/01).

"Dengan lisensi FLEGT, produk kayu Indonesia berasal dari sumber yang legal...FLEGT juga menunjukkan komitmen untuk melestarikan hutan dan upaya menanggulangi dampak tidak langsung perubahan iklim," tambah Rizal.

Data dari Asosiasi Panel Kayu Indonesia (APKINDO) menunjukkan 17 kontainer yang dikirim ke Inggris termasuk oleh perusahaan dari Silbolga, Sumatera, PT Mujur, dan perusahaan di Kalimantan Timur, PT Kutai Timber.

Persaingan ketat masuk pasar Eropa

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Karmenu Vella, Komisaris Uni Eropa untuk Lingkungan, Perikanan dan Maritim dalam penyerahan secara simbolis lisensi FLEGT November lalu. Gambar: BBC
info gambar

Ketatnya persaingan produk kayu di Eropa sempat membuat ekspor plywood Indonesia menurun.

Sekretaris Pertama Fungsi Ekonomi Kedutaan Besar Indonesia di London, Hastin Dumadi mengatakan ekspor produk kayu Indonesia tahun 2015 ke Inggris bernilai sekitar US$127 juta atau sekitar Rp1,7 triliun dan diperkirakan semakin meningkat tahun ini setelah penerapan lisensi FLEGT.

Peti kemas plywood tiba di pelabuhan Tilbury. Gambar: KBRI London
info gambar

Yansen Ali, dari perusahaan Mujur Timber, mengatakan perusahaannya akan mengirimkan paling tidak 40 peti kemas ke Eropa setiap bulan dengan nilai US$2 juta.

Yansen mengatakan seperti dikutip perusahaan pemasaran produk kayu, The Internationale Holzboerse GmbH (IHB), kenaikan pengapalan perusahaan ini diperkirakan meningkatkan sekitar 30%.

Sejumlah perusahaan Indonesia lain yang disebutkan perusahaan ini mengirimkan plywood ke Eropa termasuk Korindo Ariabima Sari dan Kayu Lapis Indonesia dengan menggunakan pelabuhan-pelabuhan di Jakarta, Medan, Pangkalan Bun dan Surabaya.


Sumber : BBC

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Indah Gilang Pusparani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Indah Gilang Pusparani.

Terima kasih telah membaca sampai di sini