Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah melakukan kunjungan bilateral dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Mesir Sarmeh Shoukry di Kairo, Mesir pada Ahad (5/2).

“Tujuan Menlu ke Mesir sendiri merupakan kunjungan silaturahmi bilateral antara kedua negara dan juga memfokuskan pada perbaikan komunikasi antara Indonesia dengan negara-negara Timur Tengah dan Afrika,” kata Presiden PPMI (Persatuan Pelajar & Mahasiswa Indonesia) Mesir Ahmad Baihaqi kepada kru Suara PPMI, melalui pesan suara, Ahad (5/2).

Menurut Baihaqi, tujuan utama Menlu selain membicarakan perbaikan komunikasi kedua negara adalah menindak lanjuti peran Al-Azhar dalam menyelesaikan konflik yang tengah terjadi di Burma, Myanmar untuk saling bersinergi menyelesaikan konflik di negara itu.

“Selain itu tujuan Menlu ke Kairo kali ini untuk menanggapi masukan dan curhatan teman-teman mahasiswa Indonesia di Mesir, terkait situasi keamanan di Kairo, yang telah disampaikan langsung kepada Grand Syekh Al-Azhar dan juga kepada Menlu Mesir,” ujarnya.

Baihaqi juga menambahkan, bahwa, “pihak Menlu Mesir juga berjanji akan memperbaiki sistem keamanan negara dan Grand Syeikh Al-Azhar Ahmad Al-Thayyib akan memanggil korban-korban yang terjadi dalam waktu beberapa bulan ini ke kantor beliau besok, mekanismenya sendiri kita tunggu dari pemerintahan Kairo,” tandasnya.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi tiba di Kairo pada Sabtu malam (4/2), dilanjutkan bertemu dengan Duta Besar RI Helmy Fauzi dan Ambassador Randa Labib. Paginya bertemu dengan General Manager Indomie, Gunawan Harianto. Kemudian padai Jam sepuluh pagi bertemu dengan Menlu Mesir, dilanjutkan pada jam satu hingga lima sore bertemu dengan Grand Syeikh Al-Azhar Ahmad Al-Thayyib.

Setelah berkunjung ke Kairo, Menlu Retno Marsudi dijadwalkan akan melanjutkan kunjungan bilateral ke Cape Town, Afrika Selatan pada 6-7 Februari dan bertemu dengan menteri luar negeri dan Presiden Afrika Selatan.

Menlu Retno akan melanjutkan kunjungan bilateral ke Mozambik pada 7-8 Februari dan ke Singapura pada 9-10 Februari. (Irfan Khaerani)

Sumber : PPI Dunia

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu