Sebenarnya, akhir tahun 2016 lalu PTDI sudah bersiap-siap menerbangkan karya pesawat barunya secara perdana. Namun, apa daya ternyata kala itu persiapan belum matang, terutama masalah teknis. Maka, demi bisa mewujudkan penerbangan perdana yang lebih mantap, PTDI memundurkan agenda tersebut. Mulanya mereka menargetkan N219 bisa terbang perdana pada Maret 2017, tetapi kabar terbaru menyebutkan purwarupa pesawat karya bangsa teranyar ini akan terbang perdana bertepatan pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional tahun ini.

Kepala Deputi Bidang SDM, Iptek dan Budaya Kementerian Koordinator Kemaritiman, Safri Burhanuddin di Makassar, Selasa (7/2), mengatakan, peringatan Hakteknas 2017 yang dipusatkan di Makassar pada 8-11 Agustus 2017 itu akan menjadi ajang eksplorasi semua potensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Perlu diingat lagi, pesawat N219 ini adalah salah satu karya terbaru buatan anak bangsa. Pesawat yang dikembangkan oleh PTDI ini adalah pesawat jenis turbopop (baling-baling) yang digunakan untuk penerbangan komersial jarak pendek sehingga nantinya ketika sudah diproduksi massal, pesawat berkapasitas 19 orang ini akan terbang di daerah-daerah terpencil.

"Selama 72 tahun Indonesia merdeka, belum pernah kita melakukan kegiatan yang mengeksplorasi semua potensi yang dimiliki Indonesia dan nanti pada kegiatan Hakteknas itu kita akan perlihatkan apa-apa saja yang bisa dilakukan anak bangsa ini," kata Safri.

Pesawat N219 dirancang untuk terbang di daerah terpencil yang bisa mendarat di landasan tanah, berumput, atau berkerikil, dengan panjang landasan 600 meter
Pesawat N219 dirancang untuk terbang di daerah terpencil yang bisa mendarat di landasan tanah, berumput, atau berkerikil, dengan panjang landasan 600 meter

Safri pun memastikan bahwa pesawat ini secara teknis sudah selesai semuanya dan sudah diperkenalkan keluar hanggar. "Namun beberapa komponennya masih dalam proses sertifikasi," jelas Safri.

N219 adalah pesawat generasi kedua yang dibuat perekayasa Indonesia setelah N250. Safri berharap nanti ketika penerbangan perdana N219, masyarakat Indonesia khususnya yang ada di Makassar antusias untuk menyaksikannya. Penerbangan perdana ini nanti akan menunjukkan kepada masyarakat bahwa Indonesia nyatanya sangat mampu menciptakan teknologi di bidang dirgantara. Untuk itu, Safri sudah menyampaikan kepada Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomato agar kegiatan Hakteknas 2017 di sana nanti diselenggarakan dengan amat meriah.

"Saya sampaikan sama pak wali, kegiatan ini harus meriah dari sebelum-sebelumnya karena Makassar adalah kota yang sangat menarik dan semuanya ada di sini. Saya tidak ragu kalau Makassar selalu sukses membuat acara berskala internasional dan kegiatan kita ini pasti juga akan sukses," jelasnya.

Pesawat N219 dirancang multifungsi untuk angkutan penumpang, kargo, evakuasi medis, surveilans, dan patroli. Pesawat buatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dan PTDI itu ialah pesawat terbaru di kelasnya dan diklaim punya banyak keunggulan, termasuk kecanggihan teknologi yang digunakan.

Rancangan pesawat N219 )foto: National Geographic)
Rancangan pesawat N219 )foto: National Geographic)



Kepala Lapan Thomas Djamaluddin berharap terbang perdana N219 dilakukan kuartal pertama 2017 dan semua proses sertifikasi bisa selesai tahun ini. Jadi, produksi pesawat itu bisa dimulai pada 2018.

"Semakin mundur penyelesaian sertifikasi dan terbang perdananya, produksi pesawat pun akan mundur sehingga kian besar peluang pasar pesawat berpenumpang 19 orang direbut pesaing," ujarnya.

Kini, pesawat sejenis di pasaran yang menjadi pesaing N219 ialah Yunshuji-12 (Y12E) buatan Harbin Aircraft Manufacturing Corporation (HAMC) Tiongkok dan de Havilland Canada-6 (DHC6) produksi Viking Air Kanada.

Tidak sabar menyaksikan burung besi ciptaan anak bangsa ini mengudara!


Sumber :

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu