Lupa Sandi?

Gadis Indonesia ini Menjadi SDG’S Youth Ambassador UNDP di Indonesia

adli hazmi
adli hazmi
0 Komentar
Gadis Indonesia ini Menjadi SDG’S Youth Ambassador UNDP di Indonesia

Mendengar kata UNDP (United Nations Development Program) dan SDG’S (Sustainable Development Goals) ambassador mungkin terdengar luar biasa, pasalnya tak banyak yang bisa mendapat predikat sebagai Ambassador untuk program SDG’s, namun apa yang dilakukan oleh Diah Sulung, seorang gadis asal dari Gresik ini mungkin akan membuat kita berpikir bahwa hal tersebut mampu dilakukan dengan perjuangan yang luar biasa dan langkah nyata kontribusi Indonesia. Ya, Diah Sulung mendapat mandat prestis dari UNDP yakni sebagai SDG’S Youth Ambassador.

Diah Sulung mengawali perjuangannya menjadi influencer muda dengan lolos di acara Global Peace Foundation (GPF). Bertempat di Malaysia, Global peace Foundation merupakan sebuah camp dan konferensi yang mendalami tentang konsep perdamaian. Selama 3 hari Diah Sulung mendapatkan pengetahuan tentang konsep sebuah perdamaian yang berlandaskan nilai “leadership & Value family under God”. Dirinya juga berkesempatan untuk menyampaikan pendapatnya akan bagaimana perdamaian harusnya tercipta. Di akhir camp, GPF yang memiliki peserta dari berbagai belahan dunia mendeklarasikan deklarasi perdamaian untuk internal. Capaian dari acara ini adalah diaktifkannnya kembali regional Peace Foundation tingkat regional.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Gadis kelahiran 7 Februari 1994  ini kemudian menjajal kesempatannya di YSEALI (Young South East Leaders Initiative) pada tahun 2016 di Jakarta  dan berhasil mendapatkan program YSEALI yang didirikan oleh mantan presiden Amerika Serikat Barrack Hussein Obama bersama  40 delegasi lainnya yang berasal dari seluruh negara ASEAN pada tanggal 16 - 21 Maret 2016 . Pada saat itu dirinya mendapat program regional exchange dengan tema “Ocean  Hardness Passion make Waves” yang menitik beratkan pada isu dan permasalah kelautan saat ini. Dirinya mengaku bahwa saat itu, ia tertarik untuk membahas isu-isu keberlangsungan lingkungan  laut di ASEAN yang saat ini memprihatinkan dilihat dari sisi keberlanjutannya karena banyak kebijakan yang belum menjamah tentang kebijakan pembangunan di tepi laut.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Baca Juga

Program prestis ini dilaksanakan selama 4 hari yang berisikan workshop dari Kedubes Amerika Serikat  dan para ahli dari semua negara-negara ASEAN seperti Hendrianti Bahtiar dari Pulau Selayar. Menurut Diah, pembangunan ekonomi masyarakat pesisir jarang dibahas dari sisi ekonominya , kebanyakan fokus pada pembangunan sosial dan infrastruktur.

Lahirnya Program Pemberdayaan Perempuan Pesisir

 Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Langkah nyata Diah pun dimulai ketika ia pulang dari program YSEALI. Dengan ilmu yang didapatnya ia lantas mendapat ide untuk melakukan pembangunan ekonomi di pesisir Gresik, tempat kelahirannya. Program ini bernama TORCHA (Taste for Change) Project, sebuah projek pemberdayaan ekonomi untuk perempuan di pesisir Gresik. Menurut Diah, wilayah pesisir banyak yang termarjinalkan sejak lampau karena ketimpangan antara orang pesisir dan non pesisir. “Wilayah pesisir sering termarjinalkan sejak lama karena adanya perbedaan, contoh mudahnya saja pendidikan di daerah non pesisir memiliki kualitas yang jauh berbeda dengan yang non pesisir,” ungkapnya.

Torcha project inil memiliki 3 fase  yang melibatkan anak muda dari Nusantara Young Leaders dimana ia pernah menjabat sebagai Vice President  dari Nusantara Young Leaders, ketiga fase tersebut adalah

  1. Awareness Phase

Adalah fase awal yang ditujukan untuk meningkatkan kepedulian akan masalah di daerah pesisir, pada fase ini Diah dan kawan-kawan volunteer menggunakan sosial media sebagai media campaign nya dan telah dimulai semenjak Desember 2016 lalu

  1. Engagement Phase

Pada fase ini volunteer dari TORCHA project akan membuat kampanye lanjutan dan pelatihan keterampilanl di wilayah pesisir dengan rencana awal melibatkan Kementerian Pemberdayaan perempuan dan UNDP yang akan dimulai pada bulan Januari hingga Juli 2017.

  1. Bridging Phase

Fase terakhir ini adalah titik final dari kedua fase awal dengan menyambungkan perempuan pesisir dengan stakeholder yang sudah terkumpul dari  Engagement Phase, hingga pada akhirnya nanti akan berujung pada menghubungkan pemerintah lokal dengan perempuan pesisir dan menggelar festival pesisir, sebuah loka karya dari hasil ibu-ibu dan remaja di pesisir Gresik, mengenalkan produk pesisir dan pengenalan kembali koperasi usaha desa pesisir untuk menjamin program ini memiliki keberlanjutan dan kuat di ekonomi.

Menjadi SDG’s Ambassador UNDP

Diah Sulung Di Kantor UNDP Jakarta

Melalui networking yang sudah terjalin erat dengan alumni YSEALI, Diah dihubungi oleh Risky Ashar seorang alumni YSEALI Academic yang mewakili Indonesia di Bangkok pada acara SGD’s dan kemudian membentuk Youth Force di Indonesia dibawahi langsung oleh UNDP yang mana Indonesia kini memiliki Youth Force.

Youth Force adalah wadah untuk pemuda yang bergerak untuk menyukseskan SDG’s secara inklusif yang dibentuk oleh UNDP Headquarter Asia Pasific, telah banyak negara yang memiliki Youth Force, salah satu nya adalah Indonesia dan Youth Force ini memiliki misi utama yang sejalan dengan isi pemerintah Indonesia tahun ini yaitu Localize SDG’s in Rural Area

Diah Sulung yang merupakan lulusan Ilmu Hubungan Internasional Univesitas Muhammadiyah Yogyakarta ini dihibahkan Rizky Ashar untuk menjadi SDG’S Ambassador UNDP dan menghadiri acara 2030 Youh Force Indonesia National Strategy dimana 23 pemuda inisiator dari seluruh Indonesia  dikumpulkan untuk menjadi ambassador tersebut. Gadis mungil ini  pun membawa TORCHA project dalam forum di kantor UNDP Jakarta.

Selama 3 hari program, ia mendapatkan pengetahuan tentang SDG’s  melalui workshop bersama beberapa orang penting seperti  Mr. Douglas Broderick yang kini menjabat sebagai Resident Coordinator of UNDP dan  Miyeon Park yang menjabat sebagai Programe Officer UN Volunteer  

Hasil dari pertemuan dan workshop ini adalah terbentuknya 3 lapisan dari SDG’s yakni :

  1. SDG’s Ambassador

Adalah mereka yang memiliki misi untuk memberi pengetahuan tentang SDG’s di daerahnya masing-masing

  1. SDG’s Mover

Adalah orang-orang yang telah diberi pengetahuan tentang SDG’s langsung dari SDG’s Ambassador

  1. Campaigner

Adalah mereka yang melakukan campaign tentang SDG’s dibawah pengawasan SDG’S Mover dan Ambassador. 

Keberlanjutan dari program ini nantinya adalah untuk menjadi influencer muda bagi daerahnya masing-masing  dan memiliki dampak positif bagi lingkungan di daerahnya, salah satu contohnya adalah TORCHA project yang tengah dilakukan oleh Diah Sulung.

Pilih BanggaBangga83%
Pilih SedihSedih2%
Pilih SenangSenang4%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi6%
Pilih TerpukauTerpukau6%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ADLI HAZMI

Coffee addict, travel and sport enthusiast. a person who really likes international politics. Follow my Instagram @adli_hazmi ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata