Lupa Sandi?

Eksotisme Patung Buddha di Bawah Laut Bali

Thomas Benmetan
Thomas Benmetan
0 Komentar
Eksotisme Patung Buddha di Bawah Laut Bali

Pemandangan menakjubkan dari patung – patung bawah laut tidak hanya bisa ditemukan di Pavlopetri, Yunani, Shi Cheng dan Dia Cheng di China atau pun Isla Mujeres di Meksiko. Bali, tanah dewata yang eksotis ini pun memiliki pesona wisata bawah air yang menyediakan pemandangan yang sama. Penjelajahan bawah laut di antara Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan akan dihiasi dengan wisata alam bawah laut yang dihiasi dengan beragam candi, patung Buddha, Ganesha, serta beragam tiang – tiang yang berbentuk layaknya sebuah pura di bawah laut.  

Tidak heran bahwa pada 2010 silam, dunia sempat geger dikarenakan foto candi bawah laut yang menyebar luas serta digadang – gadang sebagai peninggalan Atlantis. Ternyata, keberadaan candi dan patung Buddha tersebut tidak lepas dari upaya sekelompok pegiat lingkungan yang bergerak untuk menyuarakan konservasi alam bawah laut Pulau Bali. Sejak tahun 200, mereka rutin menenggelamkan berbagai benda seni di Teluk Pemuteran, Buleleng, bagian utara pulau Bali.  

Sempat menjadi fenomena, patung - patung ini ternyata sengaja ditenggelamkan untuk kepentingan konservasi (wearetravelgirls.com)
Sempat menjadi fenomena, patung - patung ini ternyata sengaja ditenggelamkan untuk kepentingan konservasi (wearetravelgirls.com)

Tujuan penenggelaman benda – benda tersebut adalah sebagai tempat tumbuhnya terumbu karang. Ekosistem bawah laut di titik ini dulunya sempat rusak akibat penangkapan ikan dengan cara dibom.  Tempat yang saat ini menjadi salah satu titik diving favorit di Bali ini disebut Taman Pura Pemuteran karena  banyaknya bangunan candi yang dilengkapi dengan patung – patung baik itu Buddha maupun Ganesha.

Semua benda seni yang ada merupakan hasil kerja dari para pengrajin setempat yang dibeli secara langsung lalu ditenggelamkan demi kelestarian ekosistem terumbu karang. Pertumbuhan terumbu karang di patung – patung dan candi tersebut dibantu dengan mengalirkan listrik yang berfungsi untuk merangsang karang agar cepat berkembang biak.

Baca Juga
Patung - patung, candi dan arca yang ada menjadi medium perkembangbiakan terumbu karang dengan metode bio rock (pinterest.com)
Patung - patung, candi dan arca yang ada menjadi medium perkembangbiakan terumbu karang dengan metode bio rock (pinterest.com)

Proyek yang disebut dengan nama Bio Rock ini dilakukan dengan cara menenggelamkan patung – patung dan candi yang diberi kerangka besi dan dialirkan listrik dengan tegangan sebesar  6-10 volt. Aliran listrik ini diberikan secara terus menerus hingga terumbu karang mencapai usia dewasa, Dengan cara ini, pertumbuhan terumbu karang  cukup efektif dua hingga enam kali lebih cepat dari biasanya.

Saat ini menjadi salah satu titik diving yang digilai para wisatawan (indonesia.tripcanvas.co)
Saat ini menjadi salah satu titik diving yang digilai para wisatawan (indonesia.tripcanvas.co)

Proyek konservasi yang telah dilakukan selama belasan tahun ini dikerjakan para pegiat lingkungan dengan melibatkan beberapa pemilik hotel, nelayan, jasa agen penyelaman hingga ilmuwan. Selain memiliki nilai ekologis yang tinggi, potensi pariwisata juga bertambah dari adanya proyek ini. bahkan, titik penyelaman yang disebut sebagai Buddha Point oleh dailyvoyagers.com ini pernah masuk dalam 10 pemandangan bawah laut terbaik di dunia oleh Lonely Planet dalam bukunya “Lonely Planet : 1000 Ultimate Sights.”


Sumber : sportourism.iddailyvoyagers.comdetik.com 

Pilih BanggaBangga62%
Pilih SedihSedih3%
Pilih SenangSenang9%
Pilih Tak PeduliTak Peduli3%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi3%
Pilih TerpukauTerpukau21%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG THOMAS BENMETAN

A Fulltime life-learner who lost himself into book, poem, Adventure, travelling, hiking, and social working. Graduated from Faculty of Communication Science, Petra Christian University. Currently pur ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata