Lupa Sandi?

Ragam Budaya Nusantara dalam Menu Sarapan

Dita Maswan
Dita Maswan
0 Komentar
Ragam Budaya Nusantara dalam Menu Sarapan

Sarapan pagi adalah kegiatan yang sangat penting bagi kesehatan karena mampu memberi nutrisi pada otak sehingga sangat dianjurkan bagi anak-anak usia sekolah. Saat sarapan pagi dianjurkan pula untuk menyantap makanan yang ringan bagi pencernaan, sehingga beberapa negara di dunia memiliki santapan khas untuk sarapan pagi mereka seperti pancake di Amerika, roti tawar di Australia, ataupun sosis dan keju di negara Jerman.

Namun lain halnya dengan Indonesia. Ketika ditanya apa menu khas sarapan pagi di Indonesia, maka tentu tak hanya satu jawaban yang akan keluar dari pikiran kita. Yang paling familiar di telinga kita sebagai menu sarapan pagi adalah nasi goreng. Namun nasi goreng juga tentu tak bisa dikatakan sebagai menu khas sarapan pagi di Indonesia. Bagi keluarga yang tinggal di kawasan dengan aktivitas dan mobilitas tinggi, roti dengan aneka rasa seperti nanas, cokelat, kacang, srikaya dan lain-lain tentunya sudah cukup untuk menjadi makanan pokok dan mengisi asupan karbohidrat mereka. Namun bagi ibu rumah tangga yang suka memasak tentu akan menghidangkan berbagai masakan untuk keluarganya. Kadang kala mereka menyediakan nasi telor, nasi goreng, ataupun bubur. Bubur sendiri di Indonesia terdiri dari beberapa jenis seperti bubur Manado, bubur ayam, bubur kacang ijo dan bahkan di satu Pulau Kalimantan sendiri saja ada begitu banyak jenis bubur ayam.

Kekayaan budaya Indonesia bisa tergambarkan dari kekayaan kulinernya. Bahkan menu sarapan pagi yang berbeda tidak hanya bergantung pada aktivitas keluarga bersangkutan, tetapi juga berbeda tiap satu daerah dengan daerah lainnya. Daerah Yogyakarta terkenal dengan gudegnya, yaitu nangka rebus dengan sula aren dan santan. Selain itu Yogyakarta juga terkenal dengan jajanan kue manisnya yang sering dibeli dan disantap pagi hari oleh warga. Sementara itu di bagian lain wilayah Jawa, bisa kita temukan menu sarapan pagi yang berbeda seperti nasi pecel di Madiun, nasi uduk dan ketoprak di Jakarta, nasi kucing dari Solo dan oncom tauge di Jawa Barat. Sementara di luar Pulau Jawa dapat kita temui menu sarapan nasi yang berbeda dengan menu sarapan nasi di Pulau Jawa, diantaranya ada nasi jenggo dari Bali dan nasi gurih dari Aceh. Selain nasi, di Indonesia juga akan kita temui sarapan pagi dengan menu makanan lontong diantaranya lontong sayur ataupun lontong Medan.

Selain menu-menu tersebut, mie pun tak kelewatan menjadi salah satu menu sarapan bagi masyarakat Indonesia. Mie cakalang dan mie pangsit menjadi menu yang biasa disajikan di meja makan sarapan pagi di Indonesia. Tak lupa pula mie instan yang juga menjadi favorit banyak orang ketika menu lain mungkin sulit didapatkan.

Dari keberagaman menu sarapan pagi masyarakat nusantara, kita dapat melihat bahwa Indonesia adalah negara dengan keunikan diversitasnya. Yang diperbincangkan diatas baru seputar menu sarapan pagi. Tidak dapat dibayangkan jika harus menjelaskan tentang semua makanan khas Indonesia, maka kita tentu butuh kamus yang teramat tebal. Keberagaman makanan dapat menunjukkan betapa beragam pula masyarakat Indonesia dalam memilih menu-menu yang ada. Setiap pilihan makanan tersebut tentu berbeda dikarenakan perbedaan karakteristik masyarakat Indonesia itu sendiri. Tak jarang pula beberapa masyarakat tidak memilih makanan khas sebagai menu sarapan mereka tetapi lebih cenderung mengonsumsi buah-buahan dan sayur. Tak sedikit pula yang terpengaruh budaya Barat sehingga mengkonsumsi menu sarapan ala Inggris ataupun Amerika. Jadi ketika kamu ingin melihat betapa beragamnya karakteristik bangsa Indonesia tak perlu jauh-jauh, lihatlah dari pilihan-pilihan menu makanan mereka yang telah mampu mencerminkan banyak hal.


Sumber: thejakartapost

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau50%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG DITA MASWAN

Love, life and happiness. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie