Lupa Sandi?

Unik Atau Mistis, Danau di Bengkulu Berwarna Merah Darah

Tedi CHO
Tedi CHO
0 Komentar
Unik Atau Mistis, Danau di Bengkulu Berwarna Merah Darah

Danau identik dengan warna air yang hijau atau biru. Tapi, danau di pedalaman Bengkulu ini punya warna merah darah dan berbau pandan ketika malam.

Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Selasa (18/4/2017) danau darah ini bernama Danau Merah Rimba Candi. Danau ini terletak di sekitar perbukitan Raje Mandare, perbatasan Pagaralam dan Kabupaten Kaur Propinsi Bengkulu.

Danau Merah Rimba Candi atau disebut juga Danau Rimba Candi mempunyai luas sekitar 6 hektar. Untuk sampai ke sini, traveler akan memakan waktu sekitar 1 hari perjalanan dari pusat kota.

Kawasan ini ditemukan oleh sekelompok warga yang melakukan ekspedisi pada tahun 2010. Menurut saksi mata, di sekitar danau dan kawasan hutan ditemukan beberapa hewan yang hanya ada di situ.

Misalnya kelabang berukuran raksasa dengan panjang 50 cm dan lebar 30 cm, burung raksasa (masih belum diketahui jenisnya) serta kerbau dengan telinga yang penuh dengan sarang lebah.

Ada lagi, danau ini tak hanya berwarna merah darah tapi juga punya bau yang khas. Saat siang, kawasan danau tak akan berbau. Namun saat malam tiba, seketika juga kawasan akan berbau pandan.

Konon, daerah Rimba Candi ini adalah kawasan candi pertama di Sumatera. Kemudian datanglah rombongan Kyai Subroto untuk menyebarkan ajaran Islam. Namun masyarakat desa Rimba Candi menolak rombongan Kyai Subroto dan melawan mereka.

Munculnya danau darah ini dipercaya memiliki hubungan erat dengan kejadian rombongan Kyai Subroto. Namun, tak ada yang tahu dengan pasti tentang kebenaran cerita ini.

Jadi menurut kamu, danau ini unik atau mistis?


Sumber: detik.com

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli17%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau33%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG TEDI CHO

Pecinta kopi dan pecandu internet. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas