Kota Terindah di Jawa Tengah adalah Salatiga

Kota Terindah di Jawa Tengah adalah Salatiga

Lukisan Gereja Berlatar Belakang Gunung Merbabu di Salatiga tahun 1883 © Wikipedia

Sebuah kota adalah tempat bagi masyarakat tinggal, bekerja, memperoleh pelayanan pendidikan, kesehatan serta tempat bagi terjalinnya interaksi sosial. Untuk mendukung fungsi-fungsi kota di atas, maka diperlukan berbagai faktor penunjang seperti keamanan, kestabilan politik dan satu faktor yang paling mendukung fungsi kota sebagai tempat hunian yaitu faktor lingkungan. Lingkungn yang tertata, udara yang sejuk dan pemandangan alam yang asri adalah beberapa hal yang membuat masyarakat betah untuk tinggal dan menetap di sebuah kota.

Di Jawa Tengah, ada satu kota yang dahulu menjadi tempat idaman bagi orang-orang kulit putih untuk tinggal dan menetap. Dari segi lingkungan, kota ini memiliki semua unsur yang membuat hampir siapa saja betah untuk tinggal. Kota tersebut adalah Kota Salatiga. Sebuah kota kecil yang terletak di jalur lintas Kota Semarang-Solo ini dahulunya merupakan tempat favorit bangsa kulit putih Hindia Belanda untuk tinggal dan menetap.

Kauman Salatiga antara 1920-1940
Kauman Salatiga antara 1920-1940

Kota Salatiga adalah sebuah kota pensiunan yang terletak di kaki gunung merbabu sebelah utara, berjarak 49 kilometer sebelah selatan Kota Semarang dan 52 kilometer sebelah utara Kota Solo. Sebagai sebuah kota yang berada di lereng pegunungan, Kota Salatiga memiliki hawa udara yang sejuk. Selain itu, kondisi geografisnya yang dikelilingi oleh gunung-gunung yaitu Gunung Merbabu, Gunung Gajah dan Gunung Telomoyo di sebelah selatan dan barat daya serta keberadaan danau alam berupa Danau Rawa Pening di sisi barat menjadikan bentang alam di Kota Salatiga lengkap antara pegunungan, dataran rendah dan wilayah perairan. Hal inilah yang semakin membuat bangsa kulit putih Eropa betah dan tertarik untuk tinggal dan menetap di Kota Salatiga sembari mengurusi perkebunan yang membujur dari Bawen, Tuntang, Salatiga hingga Beringin.

Dahulu Kota Salatiga adalah wilayah yang ditetapkaan sebagai sebuah Kotapraja melalui keputusan pemerintah Hindia Belanda dalam staadsblad atau lembaran negara bernomor 266 tahun 1917 yang menyatakan bahwa wilayah Salatiga ditetapkan sebagai wilayah otonom bernama de gementee Salatiga atau Kotapraja Salatiga. Penetapan status Kotapraja ini salah satunya didasari oleh faktor penduduk yang tak lain karena di Kota Salatiga dahulunya diminati oleh penduduk kulit putih untuk menetap. Sehingga karena banyaknya penduduk kulit putih yang menetap, peningkatan status wilayah menjadi kotapraja semakin mudah selain tentunya faktor lain seperti luas wilayah dan keuangan daerah yang pada waktu itu juga dipenuhi oleh wilayah Salatiga untuk menjadi sebuah kotapraja.

Foto Udara Daerah Gereja Katolik Roma antara 1920-1940 (Saat ini Gereja St. Paulus Miki)
Foto Udara Daerah Gereja Katolik Roma antara 1920-1940 (Saat ini menjadi Gereja St. Paulus Miki di Jl. Diponegoro)

Oleh pemerintah Hindia Belanda, Kotapraja Salatiga dikembangkan menjadi sebuah daerah yang terkelola dan terencana. Pengelolaan wilayah di lingkungan Kotapraja Salatiga tergolong maju pada masanya sebagai sebuah kota yang layak huni dengan memperhatikan keadaan geografis dan kearifan masyarakat sekitar dalam hal peletakan rumah. Konsep penataan Kotapraja Salatiga diketahui saat ini sebagai sebuah penataan lingkungan yang mengikuti konsep garden city dan tropischee staad. Konsep garden city dilihat dari penataan Kotapraja Salatiga yang dikonsep berdasarkan perdusunan untuk memperoleh interaksi sosial yang erat dengan peletakan rumah yang dikelilngi oleh perkebunan dan wilayah pertanian serta penataan lingkungan buatan berupa taman, jalur hijau, rumah berhalaman, dan sistem sirkulasi kota berupa jalan (Ardianto, 1996). Serta konsep tropischee staad dilihat dari penataan wilayah Kotapraja Salatiga yang disesuaikan dengan keadaan Hindia Belanda berupa arsitektur kolonial di wilayah penataan ruang tropis dan dilengkapinya penataan wilayah dengan taman, fasilitas umum, fasilitas pendidikan, tempat peribadatan dan sarana penunjang umum. Pengelolaan tersebut menunjukkan konsep penataan ruang wilayah Kotapraja Salatiga dikelola secara terencana.

Dengan terencananya wilayah serta didukung oleh keberadaan Kotapraja Salatiga yang memiliki kondisi geografis di dataran tinggi, bentang alam yang indah serta suhu udara yang menyerupai iklim di eropa, De Gementee Salatiga/Kotapraja Salatiga oleh pemerintah Hindia Belanda disebut sebagai “Salatiga Dea Schoonnste Staad Van Midden Java" atau Salatiga kota paling indah di Jawa Tengah.

Ruas Jalan Utama Kota Salatiga Saat Ini
Ruas Jalan Utama Kota Salatiga Saat Ini

Kini Kota Salatiga semakin berkembang dan tetap menjadi kota hunian idaman bagi warganya. Tak hanya itu, saat ini banyak masyarakat yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia berbondong-bondong datang setiap tahunnya ke Kota Salatiga untuk belajar seiring berdirinya universtas-universitas terkemuka seperti UKSW dan IAIN Salatiga. Dengan beragamnya masyarakat yang menetap di Kota Salatiga saat ini, Kota Salatiga mendapat julukan baru sebagai "Indonesia Mini".

Jika Anda Memiliki Ide Berita Positif Mengenai Kota Salatiga, Sampaikan Ide Anda Kepada Penulis di Sini

Sumber: Berbagai Sumber

Pilih BanggaBangga81%
Pilih SedihSedih1%
Pilih SenangSenang7%
Pilih Tak PeduliTak Peduli2%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi2%
Pilih TerpukauTerpukau6%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Yufi Eko Firmansyah

Tahun Depan, Satelit Indonesia akan Diluncurkan dengan Roket SpaceX Sebelummnya

Tahun Depan, Satelit Indonesia akan Diluncurkan dengan Roket SpaceX

Imbas Kemacetan dan Efeknya ke Daya Saing Selanjutnya

Imbas Kemacetan dan Efeknya ke Daya Saing

9 Komentar

  • Relinda Puspita

    Dulu ada beberapa bule yang saya kenal, tinggal di Salatiga untuk belajar Bahasa Indonesia.

  • Isnin Sholihin

    Saya selalu memuji Kota Salatiga dan sekitarnya. Meski kota, namun cuaca suhunya sangat nyaman untuk beraktifitas, terutama dipinggiran kota, pegunungan, lembah sawah dan sumber mata air yang masih terjaga.

  • Ronny

    Tahun ini saya akan pindah ke salatiga, sebuah kota idaman yg nyaman dg penuh toleransi

  • Hariyanto Widodo

    Jadi pengen pindah kesini...adakah yang mau tuker wilayah kerja dari BRI Jember kesini ?

  • Ray

    Saya selalu kangen kota salatiga, walau sudah tidak tinggal di sana lagi. Namun setiap pulang ke salatiga selalu membuat malas untuk meninggalkan kota ini dan kembali ke kota besar yang sibuk dan panas. Kota ini kecil, namun lengkap dengan berbagai fasilitas. Cuacanya sejuk dan nyaman untuk beraktifitas di luar rumah. Semoga saya bisa beli dan punya rumah tinggal disini

  • Teguh

    Jadi penasaran nih sama salatiga...

  • Budi pribadi

    Mknnnya jg enak enak.. Ting ting, ronde, sate sapi, sate ayam, bakso, jagung rebus.. Pokoknya hmmm yummi

  • Iis

    Salatiga...kota kebanggaanku..ademnya..orang orangnya...makanannya...pokoknya bikin kangen terus...

  • Unknown

    Tahun ini saya akan pindah dari provinsi lain ke provinsi jawa tengah. Rencana akan tinggal di Salatiga. Saya berharap Tuhan akan melancarkan semuanya ketika saya tinggal di kota tersebut. 🙏😇

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.