Janji Kabinet Kerja pimpinan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 7%, terus mewujud nyata. 

Di kuartal pertama 2017 ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat 5,01 persen dari kuartal sebelumnya 4,94 persen. Peningkatan ini terjadi akibat membaiknya ekspor produk dalam negeri sejumlah 20,8 persen, atau meningkat hingga 1,33 persen dibanding tiga bulan sebelumnya. Demikian dijelaskan Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto. Barang yang diekspor adalah berupa makanan, seperti teh dan udang.

Selama tiga tahun terakhir, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia bertahan di sekitar angka 5 persen dengan angka maksimal di 5,8 persen. Langkah pemerintah yang mendorong pertumbuhan ekonomi, setelah tahun lalu merangsang pertumbuhan dengan berbagai langkah penting. Upaya Bank Indonesia memangkas suku bunga utama sebanyak enam kali di tahun lalu pun, diyakini sebagai penyebab pertumbuhan tersebut.

"Jika harga komoditas lokal terus tertekan dan pertumbuhan kredit kemah, pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan terus berada di posisi 5 persen hingga beberapa tahun ke depan," jelas Ketua Capital Economics, sebuah konsultan jasa keuangan berbasis di London, Inggris, Gareth Leather kepada Arab News.

Memang di tahun lalu ekonomi telah bertumbuh hingga di angka 5,02 persen, namun baru di kuartal pertama tahun ini angka tersebut meningkat signifikan. Namun dengan langkah cepat yang dilakukan pemerintah saat ini, ketakutan akan lambannya pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tereduksi.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu