Lupa Sandi?

Simbol Toleransi dalam Ungkapan Syukur Tiga Pesepak Bola Beda Agama

Adriani Zulivan
Adriani Zulivan
0 Komentar
Simbol Toleransi dalam Ungkapan Syukur Tiga Pesepak Bola Beda Agama

Karena perbedaan keyakinan tidak akan menghalangi kami untuk mencapai tujuan yang sama.

Kata-kata ini tertulis dalam keterangan foto yang disebar Bali United FC lewat akun media sosial Facebook. Foto besutan fotografer Miftahuddin Halim ini menangkap momen ketika tiga pemain Bali United FC sedang adakan ritual syukur atas kemenangan yang mereka raih dalam pertandingan.

Yang membuat gambar ini menarik adalah, momen ketika ketiga pemain mengekspresikan rasa syukurnya dengan tiga cara berbeda. Ketiga cara berbeda merupakan ritual mengungkapkan rasa syukur berdasar agama masing-masing.

Mereka adalah bek Ngurah Nanak yang menganut Hindu, pemain depan Yabes Roni yang merupakan Kristen, serta striker muslim Miftahul Hamdi. Momen terjadi ketika mereka merayakan gol kedua dari tendangan Yabes atas kemenangan 3-0 melawan Borneo FC. Pertandingan ini berlangsung pada 14 Mei 2017 lalu.

Baca Juga

Media Amerika Serikat The Washington Post melihat ini sebagai pernyataan politik tanpa kata-kata  yang muncul di saat yang tepat. Maksud saat yang tepat adalah mengacu pada situasi sosial politik Indonesia, yang sedang alami gesekan toleransi beragama.

Foto ini menunjukkan bahwa umat dari agama berbeda tak hanya mampu bekerjasama, namun benar-benar dapat hidup berdampingan. "Meski kita berasal dari agama dan etnis berbeda, kita semua satu," jelas Yabes pada Kompas.com

Miftahul yang menangkap momen berharga tersebut, nyatakan kebanggaannya. "Saya senang ketika foto itu mampu menjadi contoh bagi masyarakat, bahwa sepakbola dapat menyatukan negara," jelasnya.

Hingga hari ini, tiga hari setelah disebarkan, foto tersebut telah dibagikan oleh 11.656 pengguna Facebook, dengan lebih dari 10 ribu tanda suka dan 417 komentar.

Pilih BanggaBangga78%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang6%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi17%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ADRIANI ZULIVAN

A big fan of Indonesian heritage--from culture to nature, tangible to intangible. Reading and writing as hobby, as well as dedicated work. Interested in urban discussion, disability rights, disaster m ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie