Simbol Toleransi dalam Ungkapan Syukur Tiga Pesepak Bola Beda Agama

Simbol Toleransi dalam Ungkapan Syukur Tiga Pesepak Bola Beda Agama

Tiga pemain Bali United FC ungkapkan rasa syukur atas kemenangan, sesuai ritual agama masing-masing. © Akun Facebook Bali United FC

Karena perbedaan keyakinan tidak akan menghalangi kami untuk mencapai tujuan yang sama.

Kata-kata ini tertulis dalam keterangan foto yang disebar Bali United FC lewat akun media sosial Facebook. Foto besutan fotografer Miftahuddin Halim ini menangkap momen ketika tiga pemain Bali United FC sedang adakan ritual syukur atas kemenangan yang mereka raih dalam pertandingan.

Yang membuat gambar ini menarik adalah, momen ketika ketiga pemain mengekspresikan rasa syukurnya dengan tiga cara berbeda. Ketiga cara berbeda merupakan ritual mengungkapkan rasa syukur berdasar agama masing-masing.

Mereka adalah bek Ngurah Nanak yang menganut Hindu, pemain depan Yabes Roni yang merupakan Kristen, serta striker muslim Miftahul Hamdi. Momen terjadi ketika mereka merayakan gol kedua dari tendangan Yabes atas kemenangan 3-0 melawan Borneo FC. Pertandingan ini berlangsung pada 14 Mei 2017 lalu.

Media Amerika Serikat The Washington Post melihat ini sebagai pernyataan politik tanpa kata-kata yang muncul di saat yang tepat. Maksud saat yang tepat adalah mengacu pada situasi sosial politik Indonesia, yang sedang alami gesekan toleransi beragama.

Foto ini menunjukkan bahwa umat dari agama berbeda tak hanya mampu bekerjasama, namun benar-benar dapat hidup berdampingan. "Meski kita berasal dari agama dan etnis berbeda, kita semua satu," jelas Yabes pada Kompas.com

Miftahul yang menangkap momen berharga tersebut, nyatakan kebanggaannya. "Saya senang ketika foto itu mampu menjadi contoh bagi masyarakat, bahwa sepakbola dapat menyatukan negara," jelasnya.

Hingga hari ini, tiga hari setelah disebarkan, foto tersebut telah dibagikan oleh 11.656 pengguna Facebook, dengan lebih dari 10 ribu tanda suka dan 417 komentar.

Pilih BanggaBangga76%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang4%
Pilih Tak PeduliTak Peduli4%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi16%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Lagi, Eksperimen Tempe Siswa Indonesia Dibawa ke Ruang Angkasa Oleh NASA Sebelummnya

Lagi, Eksperimen Tempe Siswa Indonesia Dibawa ke Ruang Angkasa Oleh NASA

Ragam Sate dari Bali dan Lombok Selanjutnya

Ragam Sate dari Bali dan Lombok

Adriani Zulivan
@adrianizulivan

Adriani Zulivan

http://heritageinventory.web.id/

A big fan of Indonesian heritage--from culture to nature, tangible to intangible. Reading and writing as hobby, as well as dedicated work. Interested in urban discussion, disability rights, disaster management, maternal and neonatal health and animal welfare issue. In the learning process to reduce plastic waste, and using Indonesian cosmetic products.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.