Lupa Sandi?

Ada Toleransi dalam Perayaan Idul Fitri

Adriani Zulivan
Adriani Zulivan
0 Komentar
Ada Toleransi dalam Perayaan Idul Fitri

Umat muslim rayakan hari besar agamanya, Lebaran. Umat agama lain ikut memastikan bahwa segala hal terkait penyelenggaraan ibadah Idul Fitri, dapat berjalan lancar.

Sejumlah gereja siapkan halaman untuk digunakan sebagai tempat salat. Gereja lain buka arealnya untuk digunakan jamaah salat yang perlu memarkir kendaraan. Ada pastor salami umat muslim seusai salat ied, ketika melintas di halaman gereja. Ada pula gereja yang mundurkan atau membatalkan jadwal ibadah minggu demi hormati agenda salat.
 
Idul Fitri 1438 hijriah jatuh di hari Minggu, hari dimana umat Kristen menjalankan ibadah minggu. Dinamika yang terjadi pada masyarakat Indonesia berikut, menunjukkan tingginya toleransi antar umat beragama dalam sebuah momen bernama Idul Fitri.
 
Misa pagi ditiadakan
Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Gereja Joyodiningratan Solo yang bersebelahan dengan Masjid Al-Hikmah di Solo, Jawa Tengah. © Tentang Solo

Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan berbatasan pagar dengan Masjid Al-Hikmah di Jalan Gatot Subroto, Kota SOlo, Jawa Tengah, bahkan tercatat dalam satu alamat sama di nomor 222. Ada empat misa yang berlangsung sejak pagi di GKJ, misa pertama ditiadakan agar tidak mengganggu kekhusyukan ibadah umat Islam.

Salat di halaman gereja

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Umat muslim salat ied di halaman Gereja Hati Kudus di Malang, Jawa Timur.  © pojoksatu.id

Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus dan Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel, fasilitasi jamaah Masjid Agung Jami di Kota Malang, Jawa Timur, yang tidak mendapat tempat saat melaksanakan salat ied. Kedua gereja ini memang terletak bersebelahan dengan masjid tersebut. Di tiap penyelenggaraan solat ied, halaman kedua masjid digunakan untuk saf perempuan yang berjumlah hingga ribuan orang.

Baca Juga

Parkir kendaraan jamaah di lingkungan gereja

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di Jakarta Pusat yang menjadi simbol keberagaman umat di Indonesia. © JKPI

Gereja-gereja yang lokasinya berdampingan dengan masjid, biasa membuka halamannya untuk digunakan sebagai areal parkir bagi jamaah salat ied. Hal ini juga berlaku bagi Gereja Katedral di Jakarta Pusat, yang terletak berseberangan dengan Masjid Istiqlal. Uniknya, perlakuan sama juga terjadi dalam perayaan Natal dan Paskah, dimana Masjid Istiqlal juga dibuka untuk menyimpan kendaraan jemaat Gereja Katedral.

Salat di sekeliling area gereja

Gambar udara bidikan Tribun News ini, menggambarkan suasana pelaksanaan salat ied di Jalan Urip Sumoharjo, Jatinegara, Jakarta Timur. Minggu (25/06) itu, ribuan umat muslim penuhi dua jalur jalan yang mengapit GPIB Koinonia. Gereja ini terletak sekitar 2 kilometer dari Masjid Jami Al-Anwar, yang di hari-hari khusus tak dapat menampung jamaahnya yang membludak. Pemandangan salat ribuan orang yang mengelelilingi gereja ini, menjadi viral di media sosial dan dijadikan simbol toleransi beragama.

Pastor salami umat muslim usai salat ied

Suasana saling bersaman antara Pastor, umat Katolik dan jemaah salat ied di GBIP
Suasana saling bersaman antara Pastor, umat Katolik dan jemaah salat ied di GBIP Kota Salatiga, Jawa Tengah. © Kompas.com

Pastor dan jemaat Gereja Katolik Santo Paulus Miki, Kota Salatiga, Jawa Tengah, menyalami umat muslim yang melintasi gereja seusai melakukan salat ied di lapangan yang terletak di samping gereja. Sambutan ini menunjukkan betapa besarnya ikatan persaudaraan antar umat beragama di Indonesia.

Bagaimana dengan Idul Fitri di daerah Kawan GNFI? Mari ceritakan kisah toleransi beragama yang dialami pada Lebaran kali ini, di kolom komentar di bawah.

Pilih BanggaBangga67%
Pilih SedihSedih5%
Pilih SenangSenang14%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi5%
Pilih TerpukauTerpukau10%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ADRIANI ZULIVAN

A big fan of Indonesian heritage--from culture to nature, tangible to intangible. Reading and writing as hobby, as well as dedicated work. Interested in urban discussion, disability rights, disaster m ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie