Proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Medan ditarget mulai konstruksi pada tahun 2019. Saat ini, proyek yang diperkirakan bakal menelan dana sekitar Rp 6,3 triliun tersebut tengah dalam masa studi kelayakan untuk kemudian bisa ditender kepada swasta.

Berdasarkan data PPP Book 2017, jalur LRT Medan direncanakan bakal membentang sepanjang 22,74 km melewati Medan bagian Selatan menuju ke Utara.

Jalurnya akan terbentang di sisi kanan jalan arteri yang telah ada, melewati Jalan Letjend Jamin Ginting ke HM Yamin dan Jalan Wiliem Iskandar. Berdasarkan data yang ada, setidaknya akan ada 20 stasiun yang bakal dilewati di sepanjang 22,74 km tersebut. Dimulai dari Stasiun RS Adam Malik hingga Stasiun Universitas Medan.

Kecepatan moda transportasi massal bermodel kereta api perkotaan ini direncanakan mencapai 80 km/jam.

Terbangunnya LRT Medan diharapkan bisa mengurangi kemacetan dan memperbaiki konektivitas di daerah perkotaan Medan. Meski telah memiliki jaringan perkeretaapian yang menghubungkan Medan dengan kota dan kabupaten lain di provinsi Sumatera Utara, namun moda transportasi kereta api perkotaan masih belum tersedia di Medan.

Padahal Medan sendiri telah menjadi kota yang berkembang cukup pesat dan menjadi salah satu yang terpadat penduduknya di Indonesia.

Munculnya LRT yang menggunakan sistem kereta ringan untuk pemilihan teknologinya dengan pertimbangan biaya teknis dan investasi yang ditawarkan kepada swasta, menjadi prospek yang cukup cerah bagi keberlanjutan konektivitas transportasi di kota Medan.

(detik finance)

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu