Indonesia Pernah Ikut Piala Dunia Lho!

Indonesia Pernah Ikut Piala Dunia Lho!

Trofi kebanggan Piala Dunia © Wallpaper Collection

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Indonesia, dengan nama Hindia Belanda adalah tim Asia pertama yang berpartisipasi di Piala Dunia FIFA ketika mereka memenuhi syarat pada tahun 1938. Piala Dunia FIFA 1938 adalah Piala Dunia FIFA ketiga yang diselenggarakan di Perancis dari tanggal 4 Juni hingga 19 Juni 1938.

Pada piala dunia di Prancis ini, sistemnya pun menggunakan sistem gugur yang artinya jika sepanjang 90 menit kedudukan masih imbang, maka diadakan perpanjang waktu selama 30 menit. Dan jika hasil tetap imbang maka akan dijalani laga ulangan.

Pada piala Dunia ini, Italia lah yang menjadi pemenangnya saat sukses menyingkirkan Belgia, Prancis dan Brazil di babak Semifinal.

Saat mengikuti piala dunia ini, para pemain Hindia Belanda ternyata didominasi para pelajar. “Kapten timnya adalah seorang dokter yang menggunakan kacamata” ujar wartawan The Times, saat meliput pertandingan itu.

Disebutkan pula, sebagian besar para pemain berukuran tubuh pendek “Bien trop petits”, kata reporter koran Perancis, yang dikutip The Times. Meski tergolong pendek, para pemain depan Hindia jago menggocek bola.

Timnas Indonesia di Piala Dunia tahun 1938

Kemudian, Sarosi juga menyebut bahwa sejumlah pemain Hindia Belanda bermain bagus seperti Sutan Anwar, Hans Taihuttu, Tjaak Pattiwael, serta Suwarte Soedarmadjie. Kiper Hindia Belanda, Mo Heng Tan, yang lahir pada 28 February 1913 awalnya tampil kurang percaya diri. tetapi selanjutnya ia bermain dengan bagus dan beberapa kali berhasil menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.

Laporan-laporan media di Indonesia juga menyebutkan bahwa keberangkatan tim ini didukung NIVU, Nederlandcshe Indische Voetbal Unie , organisasi sepakbola di bawah naungan pemerintah kolonial Belanda. Walaupun akhirnya mengatasnamakan NIVU, kehadiran Tim Hindia Belanda pada ajang Piala Dunia 1938 dicatat sebagai kehadiran pertama wakil dari Benua Asia.

Para pemain yang berlaga dalam pertandingan ini berada dalam kisaran umur 25 tahun yang merupakan kelahiran antara tahun 1912 dan 1916. Hanya satu orang pemain yang merupakan kelahiran 1909 yaitu Hans Taihuttu (pemain depan asal klub VIOS Batavia).

Sebelum berlaga di ajang Piala Dunia 1938 di Perancis, tim Hindia Belanda melakukan perjalanan yang cukup panjang. Berangkat menggunakan kapal laut "Baluran", mereka meninggalkan Pelabuhan Tanjung Priok pada 27 April 1938 dan tiba di pelabuhan Genoa, Italia sebulan kemudian, demikian laporan surat kabar mingguan yang terbit di Batavia (Jakarta), Java Bode.

Dikutip situs Java Post, rombongan Achmad Nawir dan kawan-kawan ini kemudian menuju Belanda dengan mengendarai kereta api.

"Disambut hujan gerimis serta ratusan penggemarnya, mereka tiba di stasiun Den Haag pada 18 Mei", tulis situs tersebut.

Menginap selama satu bulan di Hotel Duinoord, di Kota Wassenaar, tim Hindia Belanda menggelar sejumlah laga persahabatan antara lain melawan klub asal Den Haag (skor akhir 2-2) dan klub Haarlem (5-3). Di awal Juni, rombongan ini berangkat ke Perancis, empat hari menjelang pertandingan hidup-mati melawan tim kuat Hungaria.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Laga tim Hindia Belanda-Hungaria pun digelar pada 5 Juni 1938 pukul 5 sore waktu setempat di Stadion Velodorme, di kota Reims, Perancis. Sekarang stadion itu telah diubah menjadi Stadion Auguste Delaune. Pertandingan yang dipimpin oleh wasit asal Perancis, Roger Conrie serta dua orang hakim garis Carl Weingartner (Jerman) dan Charles Adolphe Delasalle (Perancis) ini disaksikan sekitar 9,000 orang penonton (menurut catatan resmi FIFA). Tim Hungaria menggunakan kostim serba putih, sementara Tim Hindia Belanda menggunakan kaos oranye, celana pendek putih dan kaus kaki biru muda. Tetapi kemenangan belum berpihak pada Tim Hindia Belanda.

Akhirnya, setelah tiga bulan berada di Eropa mereka melakukan perjalanan pulang pada 1 Juli dalam perjalanan selama tiga pekan sebelum akhirnya kembali berlabuh di Tanjung Priok.

Setelah Piala Dunia 1938 berakhir tidak ada yang tahu bagaimana karier Tim Hindia Belanda selanjutnya apalagi ketika Belanda harus angkat kaki ketika Indonesia merdeka.

"Tidak jelas kemana mereka," demikian laporan situs yang dikelola di Belanda, Java Post dalam artikel berjudul Een historische voetbalreis, yang diunggah 23 Maret 2012 lalu.

Dengan adanya fakta ini, Sepakbola Indonesia sebenarnya tidak boleh malu dengan tim nasional. Terbukti jika mau bekerja keras, walaupun dengan keterbatasan fisik Indonesia yang berbeda dari fisik negara lainnya, Indonesia pun pernah mengikuti Piala Dunia. Dan tak menutup kemungkinan, di tahun-tahun ke depan anak-anak bangsa bisa berkaca dari Tim Hindia Belanda agar dapat berjuang lebih keras dan bisa mengikuti Piala Dunia guna memajukan Persepakbolaan Negeri kita tercinta.

Pemain Hindia Belanda di Piala Dunia 1938

  • Kiper: Tan "Bing" Mo Heng (HCTNH Malang), Jack Samuels (Hercules Batavia)
  • Belakang: Dorst, J. Harting Houdt Braaf Stand (HBS Soerabaja), Frans G. Hu Kon (Sparta Bandung), Teilherber (Djocoja Djogjakarta)
  • Tengah: G.H.V.L. Faulhaber (Djocoja Djogjakarta), Frans Alfred Meeng (SVBB Batavia), Achmad Nawir (HBS Soerabaja), Anwar Sutan (VIOS Batavia), G. van den Burgh (SVV Semarang)
  • Depan: Tan Hong Djien (Tiong Hoa Soerabaja), Tan See Han (HBS Soerabaja), Isaac "Tjaak" Pattiwael (VV Jong Ambon Tjimahi), Suvarte Soedarmadji (HBS Soerabaja), M.J. Hans Taihuttu Voetbal Vereniging (VV Jong Ambon Tjimahi), R. Telwe (HBS Soerabaja), Herman Zomers (Hercules Batavia)
  • Pelatih: Johannes Mastenbroek (Belanda)

Sumber: BBC Indonesia

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga77%
Pilih SedihSedih5%
Pilih SenangSenang5%
Pilih Tak PeduliTak Peduli2%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi6%
Pilih TerpukauTerpukau4%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Proses Rp. 1.000 Menjadi Rp. 1 Akan Dimulai Tahun ini? Sebelummnya

Proses Rp. 1.000 Menjadi Rp. 1 Akan Dimulai Tahun ini?

Sejarah Hari Ini (4 Juli 1927) - Pembentukan PNI oleh Sukarno dan Cipto Mangunkusumo Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (4 Juli 1927) - Pembentukan PNI oleh Sukarno dan Cipto Mangunkusumo

Agatha Olivia Victoria
@ladygathgath

Agatha Olivia Victoria

flavors.me/narradevictoria

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.