50 Tahun ASEAN, Bersama Berjuang Kembalikan Indonesia Menjadi Macan ASEAN

50 Tahun ASEAN, Bersama Berjuang Kembalikan Indonesia Menjadi Macan ASEAN
info gambar utama

Dari segi militer, Indonesia memiliki pasukan TNI yang mumpuni, sehingga bisa menjaga pertahanan Republik ini tanpa bantuan negara lain. Hal tersebut patut diperhitungkan untuk menjadikan Indonesia sebagai macan ASEAN.

Wilayah Indonesia pun merupakan yang terluas dibanding negara-negara ASEAN lainnya. Untuk itu, Indonesia bisa berperan sebagai bridge builder untuk mempererat ASEAN. Kompleksitas ATHG (Ancaman, Tantangan, Hambatan, Gangguan) kawasan yang muncul dalam satu dasawarsa ini harus menjadi perhatian bersama.

Naiknya eskalasi ancaman terkait Laut China Selatan yang melibatkan pertentangan diametral antara negara-negara Asean harus dicarikan solusi. Harapannya, semangat persatuan Asean tidak terkikis. Juga semakin maraknya ISIS masuk wilayah ASEAN utamanya di Filipina juga harus ada konklusi yang mapan dan mengikat sehingga pemberantasan ISIS dapat dikerjakan secara holistik. Seperti dikatakan oleh pengamat intelijen, Nuning Kertopati.

Maka dari itu,politik luar negeri Indonesia harus dengan konsisten berperan menghidupkan kerja sama di berbagai bidang, termasuk menjaga keamanan kawasan secara integratif baik perairan maupun regional ASEAN. Mengingat pasukan militer yang dimiliki Indonesia sangat kuat dan merupakan pasukan nomor 1 di Asia Tenggara.

Dalam hal pemberantasan terorisme, Indonesia menekankan tiga hal pokok yaitu penguatan kerja sama kontra-terorisme, penguatan kemampuan unit antiteror dan counter cyber terorism, serta pengarusutamaan pendekatan soft power melalui pendidikan, peningkatan peran perempuan, civil society serta organisasi kemasyarakatan dan agama.


Sumber: SINDONEWS

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini