Perkembangan dan kemajuan teknologi di era globalisasi saat ini mungkin lain halnya dengan kehidupan sosial dan budaya Indonesia. Kehidupan yang arif dan berciri gotong-royong menjadi identitas bangsa di mata dunia, namun sayangnya hal itu mulai tergerus oleh arus globalisasi. Terkhusus sebagai anak Indonesia rasa khawatir dan terancam pun mulai terasa. Bagaimana tidak dulunya selalu berkumpul bermain bersama, tertawa, dan ceria bersama kini mungkin itu menjadi cerita masa lalu untuk adik-adik di masa depan. Kini masing-masing bermain sendiri dengan permainan elektronik atau game yang ada di gadget ataupun di smartphone. Hal ini di karenakan era gelobalisasi yang menggerus pada kebiasaan bermain bagi anak-anak.

Game elektronik atau game digital yang ada di smartphone ataupun gadget telah beragam macamnya dan memberikan kesenangan tersendiri bagi yang memainkan. Karena di era saat ini anak-anak berapa pun usianya sudah mempunyai hanphone yang diberikan oleh orangtua mereka. Maka tidak heran anak-anak saat ini banyak yang mempunyainya dan menggunakannya hingga kelewatan. Terkadang anak-anak memainkan permainan ini bahkan sampai mereka beranjak dewasa, inilah salah satu bukti dari efek kecanduan game. Tentunya ini adalah kebiasaan buruk, apa yang membuat ini dapat terjadi?

Ini terjadi dikarenakan orangtua yang kurang memperhatikan anaknya dalam belajar dan bermain. Mungkin saat ini begitu banyak kesibukan dengan pekerjaannya sampai-sampai lupa dengan anaknya sendiri. Dengan hal ini mereka memberikan barang-barang elektronik kepada anaknya. Jadi tidak heran kalau orangtua saat ini begitu mudah memberikan hanphone atau gadget kepada anak kesayangan mereka tanpa peduli akan dampaknya bagi anak sendiri. Karena berawal dari orangtuanya, anaknya pun menjadi salah satu faktornya. Misalnya dengan melihat temanya bermain game di handphone mereka di rumah masing-masing, maka di tidak punya teman bermain lagi di luar rumah. Dengan begitu mereka pun meminta kepada orangtuanya untuk membeli handphone juga dan bermain game sendiri di kamarnya. Hal ini tidak boleh dibiarkan, kenapa?

Kebiasaan sering main game di handphone dapat merusak mata apalagi masih anak-anak, anak-anak dengan mata yang masih di usia dini akan mengganggu saat dewasa nanti. Tidak hanya itu karena sering main game sendiri di rumah maka tidak bergerak dan tidak mengeluarkan keringat akibatnya dapat menimbulkan penyakit dan nantinya akan obesitas. Lagi-lagi itu mengganggu untuk masa dewasa anak nanti. Dan satu pula karena anak main sendiri di rumah maka anak kurang bersosialisasi dan kurang memiliki nilai-nilai seperti kebersamaan, kekompakan, dan kereatifitas terhadap lingkungan bermain bersama teman-teman sebaya.

Hal ini tidak boleh dibiarkan, kita harus mengatasinya atau mungkin mencegahnya sejak dini. Dengn cara apa? Pertama orangtua harus sadar akan hal ini memberikan kasih sayang dan pelajaran sudah seharusnya dan tidak membebaskan anaknya bermain gadget atau smartphone sepanjang waktu. Bagi anak-anak pula juga jangan kelewatan bermain gadget atau smartphone karena berbahaya dan juga melupakan nilai-nilai anak-anak itu sendiri. Sebaiknya bermain lagi bersama teman-teman, berkumpul dan bermain bersama. Seperti bermain asing yang mengajarkan kekompakan dan kerjasama, kemudian bermain enggrang yang mengajarkan keseimbangan, bermain kelereng yang mengajarkan ketepatan, dan banyak lagi permainan tradisional Nusantara yang baik dan bermanfaat yang dapat dimainkan tentunya lebih sehat, seru, dan mendidik.

Impian untuk Indonesia adalah jangan sampai anak-anak Indonesia lainnya atau adik-adik menjadi lumpuh dan buta karena globalisasi dan teknologi. Lumpuh karena seakan tidak dapat berjalan bermain bersama teman-teman di lapangan atau di kebun dan di mana pun itu. Lagi-lagi disebabkan main game mengunci diri di dalam kamar. Buta karena terus menerus menatap gadget atau smartphone hingga berjam-jam lamanya.

Sudah jelas bahwa main game di hanphone berlebihan sangat berbahaya dan harus ada kesadaran dan perbaikan maupun pencegahan dari orang tua dan si anak sendiri. Mari kembali bermain seperti dahulu, bermainn bersama teman-teman. Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki impin dan masa depan yang cerah

untuk generasi mudahnya. Jangan sampai impian untuk Indonesia adalah mimpi buruk.

Nama : MUNANDAR
Alamat : Jl. Imam Bonjol, RT/RW 007/003 Kel. Anggilowu
Nama Sekolah : SMPN 8 KENDARI
Kelas : VII 5

Informasi artikel ini diikutsertakan dalam kompetisi Impianku untuk Indonesia.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu