Menanti Beroperasinya Bandara Jenderal Soedirman

Menanti Beroperasinya Bandara Jenderal Soedirman

Flickr © (Ilustrasi) landasan bandara Bowling Green, Kentucky

Masyarakat Purbalingga dan sekitarnya, terutama Purwokerto, dan Banjarnegara hingga Kebumen tak perlu lagi jauh-jauh ke Yogyakarta atau Semarang untuk naik pesawat. Sebab, Kementerian Perhubungan menargetkan Bandara Jenderal Besar Soedirman (BJBS) Purbalingga, Jawa Tengah akan beroperasi akhir 2018 nanti.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga akan beroperasi paling lambat akhir 2018. Perusahaan pelat merah, PT Angkasa Pura II akan menjadi operator bandara ini.

"Dalam minggu ini kami akan memberikan surat persetujuan kepada Angkasa Pura II untuk mengelola Bandara Jenderal Besar Soedirman. Tembusan suratnya akan kami sampaikan juga ke Menteri BUMN, KSAU, Gubernur Jawa Tengah, dan Bupati Purbalingga," kata Menhub saat berkunjung ke Bandara Jenderal Besar Soedirman, Minggu, 6 Agustus 2017.

Ia menyatakan AP II segera mengadakan perjanjian kerja sama dengan TNI AU dan Pemkab Purbalingga mengingat aset bandara milik TNI Angkatan Udara.

Ia mengungkapkan PT Angkasa Pura II menyiapkan dana sebesar Rp 350 miliar untuk membangun prasarana pendukung, sedangkan Pemkab Purbalingga diminta menyiapkan pembebasan lahan untuk perpanjangan landasan pacu dan pembenahan prasarana jalan menuju bandara.

Pada tahap awal, Bandara Jenderal Sudirman ditargetkan memiliki panjang landasan 1.600 meter dengan lebar 30 meter. Target akhir panjang landasan nantinya sepanjang 2.000 atau 2.400 meter. Selain itu, ada bangunan terminal seluas 3.000 meter persegi yang cukup untuk menampung 500.000 orang per tahun.

"Dengan dibangunnya Bandara Soedirman akan mempersingkat waktu tempuh. Biasanya ke Yogyakarta atau Semarang ditempuh lebih dari empat jam, maka bisa ditempuh lebih singkat, kurang dari dua jam, termasuk yang dari Cilacap," kata Menhub.

Pembangunan Bandara Soedirman diharapkan akan memacu pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan sektor pariwisata di wilayah Jawa Tengah Bagian Selatan. "Ini kolaborasi yang sangat cantik antara AP II, Kemenhub, TNI AU dan Pemkab Purbalingga," ujarnya.

Sementara itu, Presiden Director Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menyatakan review Detail Enginering Desaign (DED) akan diselesaikan paling lama dua bulan sehingga ground breaking bisa dilaksanakan pada sekitar Oktober – November 2017.

Dana sebesar Rp 350 miliar akan digunakan untuk membangun landasan pacu, taxiway dan fasilitas lain. Nantinya, Bandara Jenderal Soedirman akan bisa menampung beragam maskapai komersial seperti Garuda, Lion dan maskapai nasional lainnya.

Sementara itu, Bupati Purbalingga Tasdi menerangkan bandara yang sebelumnya bernama Bandara Wirasaba itu akan sangat mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di wilayah Jawa Tengah bagian Selatan. Khusus untuk Kabupaten Purbalingga, kehadiran bandara akan semakin memperkuat pergerakan investasi dan pariwisata.

"Di Purbalingga setidaknya ada 28 perusahaan investor asing asal Korea dan keberadaan bandara tentunya akan sangat mendukung investasi," kata Tasdi.

Pemerintah Kabupaten, kata Tasdi, juga telah menyiapkan dana Rp 30 miliar untuk pembebasan lahan guna perluasan landasan pacu bandara. Dana itu juga digunakan untuk membangun infrastruktur pendukung, seperti pembangunan Jembatan Linggamas yang mempersingkat jarak dari Purwokerto ke Bandara Wirasaba serta pelebaran jalan akses menuju bandara.

Bupati Purbalingga, Tasdi menjelaskan, rintisan pengembangan Bandara Wirasaba, yang kini berganti nama menjadi BJBS, menjadi bandara komersial dilakukan sejak 2006 lalu. Dia mengklaim, pengembangan bandara ini didukung oleh tujuh bupati di sekitar wilayah Purbalingga.

Sumber : Liputan6.com

Pilih BanggaBangga63%
Pilih SedihSedih2%
Pilih SenangSenang25%
Pilih Tak PeduliTak Peduli2%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi2%
Pilih TerpukauTerpukau7%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Perjanjian Kerjasama Produksi GESITS Mengukuhkan Kemajuan Teknologi Transportasi Indonesia Sebelummnya

Perjanjian Kerjasama Produksi GESITS Mengukuhkan Kemajuan Teknologi Transportasi Indonesia

Perairan di Indonesia dengan Kemunculan Lumba-Lumba (Bagian I) Selanjutnya

Perairan di Indonesia dengan Kemunculan Lumba-Lumba (Bagian I)

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.