Politeknik Elektronika Negeri Surabaya atau PENS merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia. Kampus ini merupakan politeknik nomor satu di Indonesia menurut survey ristekdikti. Kampus dengan predikat ‘langganan juara’ kompetisi robot nasional ini telah meyabet juara umum 12 kali berturut-turut dalam ajang Kompetisi Robot Nasional.

Predikat ‘kampus teknologi’ yang disandang PENS memang tidak lah mengherankan. Kampus ini memang mengharuskan mahasiswanya terus memproduksi karya-karya teknologi. Karya-karya teknologi yang dihasilkan akan ditampilkan untuk mengedukasi masyarakat akan teknologi baru yang dapat membantu kerja manusia atau meng-upgrade di bidang pendidikan riset teknologi terbaru. Salah satu acara yang didakan oleh kampus ini adalah Final Project Competition (FPC). FPC yang diselenggarakan oleh BEM PENS ini diikuti oleh lebih dari 200 mahasiswa tingkat akhir dari seluruh jurusan dan program studi. Mereka memperagakan karya teknologi dalam bentuk hardware maupun software. Pameran sekaligus kompetisi ini diadakan setiap akhir semester di akhir tahun ajaran. Pameran akan berisi bermacam-macam teknolgi seperti robot mekanik pemukul gamelan, alat indikator pencegah bencana alam, aplikasi medical check-up, dan lain-lain.

Salah satu peserta pameran FPC
Salah satu peserta pameran FPC

Acara tahunan ini biasanya akan dihadiri oleh masyarakat umum, wartawan, hingga perwakilan perusahaan-perusahaan besar. Acara FPC ini diadakan di gedung D4 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dalam 2 hari berturut-turut. FPC biasanya dibuka pada pagi hari dengan sambutan dan pembukaan pameran. Acara yang digunakan untuk memamerkan karya mahasiswa ini, juga dipergunakan sebagai pengenalan kampus kepada industri. Teknologi yang dipamerkan dapat dikembangkan hingga diperjual-belikan dengan kerjasama industri. Bagi para mahasiswa tingkat akhir, acara ini dapat dimanfaatkan sebagai akses untuk masuk ke perusahaan tertentu.

Pameran ini juga sebagai ajang perlombaan bagi pesertanya, karena diakhir acara akan diumumkan pemenang dari masing-masing program studi. Sistem penjurian dilakukan berdasarkan kriteria kreatifitas, inovatif, aplikatif dan presentasi. Setiap program studi memiliki 2 juri yang akan menilai karya para peserta. Pemenang terdiri dari juara 1, 2, 3 untuk setiap program studi, dan juara umum. Bagi pemenang akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai, sedangkan bagi juara umum akan mendapatkan jalur khusus melaju ke tingkat nasional untuk mengikuti kontes technopreneur.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu