Putra Berdarah Riau, Pelayan Jamaah Haji dari 17 Negara

Putra Berdarah Riau, Pelayan Jamaah Haji dari 17 Negara

Masjidil Haram, Makkah © Dokumentasi Pribadi Imam Khairul Annas

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Sebelum kota Makkah masuk ke dalam pemerintahan Kerajaan Arab Saudi (Periode Saudi Ketiga) dibawah Raja Abdul Aziz Al Saud, banyak orang-orang dari Nusantara yang pindah ke Makkah hingga memiliki keturunan.

Maka jangan heran banyak dari masyarakat Makkah yang berwajah Asia, memiliki nama kabilah yang tidak asing bagi kita. Sebut saja Asyi (Aceh), Mandayli (Mandailing), Fadan (Padang), Falimban (Palembang), Manduroh (Madura), Banjar, Sambas, Bugis dan masih banyak lagi.

Kakek-kakek mereka sudah berada di Makkah sebelum Raja Abdul Aziz Al Saud masuk ke Makkah, sehingga mereka mendapatkan kewarganegaraan Arab Saudi hingga anak cucu mereka.

Untuk mempermudah pelayanan jamaah haji, Kementerian Haji Arab Saudi (yang saat ini bernama Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi) sekitar 25 tahun yang lalu membentuk "Muassasah" sebuah organisasi yang bertugas untuk mengurus pelayanan administrasi dan lapangan jamaah haji selama berada di tanah suci.

Muassasah di Makkah disebut Muassasah Mutawwify, Muassasah di Madinah disebut Muassasah al-Adilla, serta di Jeddah ada Wukala atau perwakilan kantor Muassasah.

Terdapat 6 Muassasah yang ada sekarang ini, Muassasah Haji Asia Tenggara, Muassasah Haji Asia Selatan, Muassasah Haji negara-negara Arab, Muassasah Haji Afrika non Arab, Muassasah Haji Turki, Amerika dan Eropa, serta Muassasah Haji Iran.

Meskipun bernama Muassasah Haji Asia Tenggara, Muassasah bukan hanya melayani jamaah haji yang berasal dari Asia Tenggrara, melainkan melayani jamaah haji yang berasal dari 18 negara di Asia Tenggara dan Asia Timur, yaitu Indonesia, Malaysia, Republik Rakyat Tiongkok, Thailand, Taiwan, Filipina, Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, Kamboja, Korea Selatan, Macao, Korea Utara, Mongolia, Jepang, Guam dan Hong Kong.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Foto: Raja Salman bersama Muhammad Amin Indragiri, CEO Muassasah Haji Asia Tenggara, dimana orang tua atau kakek beliau berasal dari Indragiri, Riau.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang100%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Gigih Kenalkan Sains, Ini Dia Pesan Sang Ilmuwan Wanita Indonesia untuk Anak-Anak Indonesia... Sebelummnya

Gigih Kenalkan Sains, Ini Dia Pesan Sang Ilmuwan Wanita Indonesia untuk Anak-Anak Indonesia...

Setelah 9 Tahun Berjuang, Akhirnya Kaldera Toba Diakui UNESCO Global Geopark Selanjutnya

Setelah 9 Tahun Berjuang, Akhirnya Kaldera Toba Diakui UNESCO Global Geopark

Imam Khairul Annas
@imamkhairul

Imam Khairul Annas

Imamkhairulannas.wordpress.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.