Pantai Pulau Santen jadi Wisata Syariah Pertama di Indonesia

Pantai Pulau Santen jadi Wisata Syariah Pertama di Indonesia
info gambar utama

Bukan Banyuwangi jika tidak terus berinovasi. Gebrakan terbaru Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mengembangkan sektor yang terus maju hingga mancanegara, yakni pariwisata.

Kabupaten yang dikenal ‘The Sunrise of Java’ ada destinasi wisata baru. Kali ini dengan konsep yang terbaru yakni wisata syariah yang terletak di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi Kota, Banyuwangi. Pasalnya dulu dikenal sebagai salah satu tempat lokasisasi Pakem. Namun, tempat tersebut telah resmi ditutup sejak 2013 silam. Kemudian di dekat bekas tempat lokaslisasi itu telah dibangun wisata syariah, dulu nama wisata ini ‘Pantai Pulau Santen’. Kini telah disulap kawasan Pulau Santen menjadi kawasan wisata berbasis syariah atau halal.

Ide gemilang ini muncul ketika orang yang menjadi nomer satu di Bumi Blambangan, yakni Azwar Anas bertemu dengan pengusaha asal Qatar. Saat itu ia ditanya adakah pantai di Indonesia yang berkonsep syar'i, mengingat pasarnya yang besar. Dari hal tersebut tercetuslah untuk mengembangkan konsep pariwisata syariah. Melihat mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, ini bisa menjadi peluang yang sangat berpotensi menggerakan perekonomian hingga kalangan bawah.

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin, berkunjung ke Banyuwangi, Jawa Timur pertengahan Januari lalu langsung mengapresiasi gagasan tersebut.

Konsep tersebut nantinya bakal disebut sebagai beach club for women. Konsep ini adalah syariah tourism. Namun sengaja dibranding pantai khusus perempuan sebagai bagian dari strategi untuk menjangkau pasar yang lebih luas, yakni perempuan. Telah terbukti dalam skala dunia tren tersebut terus meningkat.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Secara bertahap Pemerintan Kabupaten Banyuwangi menyulap kawasan Pulau Santen. Mulai bangunan-bangunan liar dipindahkan, jembatan menuju Pulau Santen dicat merah muda, dilengkapi mushola yang terbuat dari bambu, ditanami tanaman-tanaman dan dipasang payung-payung pantai untuk tempat berteduh.

Pulau Santen Banyuwangi adalah wisata pantai syariah pertama di Banyuwangi bahkan Indonesia. Label wisata syariah ini akan menjadi pembeda antara wisata Banyuwangi dengan wisata di daerah lain.

Di sisi lain, wisata halal memiliki potensi besar menarik wisatawan lokal dan asing, khususnya wisatawan muslim. Pasar kelas menengah muslim di dalam maupun luar negeri yang terus tumbuh menjadi potensi untuk mengembangkan wisata syariah secara serius. World Halal Tourism Summit memprediksi pada 2019 perputaran uang di industri wisata halal mencapai USD 238 miliar.

Potensi ini terbukti banyak dilirik oleh negara dengan penduduk Muslim minoritas. Negara seperti Thailand, Singapura, dan Jepang bahkan punya jumlah hotel dan restoran bersertifikasi halal yang lebih banyak dibanding Indonesia.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Salah satu konsep wisata syariah yang dikembangkan di Pulau Santen adalah pengembangan destinasi wisata dengan jaminan fasilitas halal. Seperti, makanan halal, tidak menjajakan alkohol, pemberitahuan waktu jelang beribadah (adzan), tempat bersuci lengkap dengan fasilitas tempat ibadah, serta fasilitas berkonsep pemisahan antara laki-laki dan perempuan.

Nantinya seluruh pramuwisata di Pulau Santen akan mengenakan kerudung dan mengedepankan konsep lebih islami. Kalau ada wisawatan datang mereka akan memberikan salam, sapa dengan ramah, sopan, dan santun.

Sesuai dengan konsep syariah “kebersihan adalah sebagian dari iman”, untuk menjaga kelestarian, keindahan, dan kebersihan kawasan Pulau Santen. Wisatawan yang datang diwajibkan membawa kantong plastik sebagai tempat sampah makanan yang dibawa. Sebelum meninggalkan tempat, para wisatawan diminta membuang sampah ke tempat yang disediakan.

Konsep wisata halal sama sekali tidak ada unsur SARA, kecuali soal segmentasi pasar serta strategi pemasaran.

“Sekali lagi, ini bukan soal SARA, tapi bicara soal segmentasi pasar, bicara strategi pemasaran. Destinasi ini bukan hanya untuk muslim, tapi juga semua umat. Hanya konsep dan koridornya yang berhaluan halal tourism, tapi pengunjungnya siapapun boleh menikmati. Semuanya kita lakukan bertahap seiring dengan penataan yang akan terus berjalan,” jelas Bupati Azwar Anas

.Keberanian Pemrintahan Kabupaten Banyuwangi mengubah image Pulau Santen yang sebelumnya dikenal sebagai bekas tempat lokalisasi menjadi kawasan wisata syariah ini pantas diacungi jempol. Semoga para pengelola wisata tersebut bisa menjaga image wisata syariah ini.

Sumber: www.banyuwangibagus.com

bali.tribunnews.com

www.timesindonesia.co.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini