Mahasiswi Teknik ITS Surabaya, Perwakilan Indonesia dalam Ajang Miss Global International di Amerika Serikat

Mahasiswi Teknik ITS Surabaya, Perwakilan Indonesia dalam Ajang Miss Global International di Amerika Serikat
info gambar utama

Paras ayu dan juga prestasi yang cemerlang membawa Tita Oxa Anggrea sebagai perwakilan Indonesia dalam ajang Miss Global International yang akan digelar di Amerika Serikat pada tahun depan.

Tita Oxa Anggrea, mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) angkatan 2016 itu telah berhasil menorehkan catatan-catatan manis di usianya yang menginjak umur 19 tahun. Ia pernah mendapatkan predikat mahasiswa berprestasi tahun 2015. Tak hanya itu, gadis yang akrab disapa Ocha ini berhasil memecahkan rekor sebagai pemenang termuda dalam ajang Raki Jatim 2016.

Indeks Prestasi Komulatif (IPK) mencapai 3,7, membuktikan dirinya cukup berkompeten dalam bidang akademik. Ocha mengatakan bahwa dirinya selalu menomor satukan pendidikan. Karena baginya pendikan itu penting dan tidak akan ia kesampingkan sedikit pun.

Kepintarannya itulah yang menjadikan cewek pecinta olahraga bola basket ini mampu menyabet gelar runner up pertama Miss Global Indonesia 2017 serta menjadi perwakilan Indonesia pada kontes internasionalnya. Ajang pemilihan Miss Global sendiri baru kali pertama ini digelar di Indonesia.

Menempuh pendidikan di kampus teknik, Ia akui telah membuatnya menjadi pribadi yang lebih berpikir sistematis. Karenanya, ia mampu mengundang decak kagum ketujuh juri ketika diuji wawasan dan kemampuan berbicaranya di atas panggung. Ocha tidak hanya berlenggok dengan parasnya yang anggun, namun ia dapat memberi argumentasi yang kuat pada tiap pertanyaan yang dilontarkan. Dengan selalu menyertakan data dan menyajikannya dengan runtut dalam dua bahasa. Yaitu bahasa Indonesia dan Inggris.

“Ini merupakan salah satu poin lebih yang saya optimalkan. Menjadi mahasiswa teknik, bukan berarti tidak mampu bersaing dalam kontes kecantikan. Karena sesungguhnya kecantikan itu datang dari dalam diri, seperti pengetahuan dan kepintaran, sehingga tidak hanya tampak luar saja,” tuturnya

Ocha menceritakan, setelah melalui seleksi berkas dan wawancara, ia harus meninggalkan jam kuliahnya untuk mengikuti masa karantina selama empat hari, dimulai sejak 7 September lalu. Agar tak ketinggalan dalam materi perkuliahan, ia telah meluangkan waktu mempelajari sebelumnya.

“Karena saya tahu akan meninggalkan kelas di hari itu, maka saya sudah mempelajari materi yang akan disampaikan di hari itu, beberapa waktu sebelumnya. Semuanya saya lakukan agar tidak ketetran ketika sudah masuk kuliah lagi” ungkap penyandang gelar Cebing Pamekasan ini.

Setelah terpilih menjadi Miss Global yang mewakili Indonesia di ajang internasional, wanita penggemar ilmu-ilmu eksakta itu kian disibukkan dengan kegiatan pembekalan.

Di antaranya adalah pembekalan wawasan global, peningkatan kemampuan berbahasa Inggris, perawatan tubuh, keterampilan merias diri hingga pengasahan bakat.

“Alhamdulillah ini kali pertama saya bertarung dan mewakili Indonesia di ajang internasional, Insya Allah saya akan melakukan yang terbaik. Saya bersyukur atas apa yang telah saya capai dan saya berterimakasih kepada seluruh pihak yang mendukung, utamanya orang tua saya,” pungkasnya.


Sumber: Surya

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini