Veronica Colondam, Wirausahawan Indonesia Penuh Pretasi ini Terpilih Jadi Solution Maker PBB 2017. Membanggakan!

Veronica Colondam, Wirausahawan Indonesia Penuh Pretasi ini Terpilih Jadi Solution Maker PBB 2017. Membanggakan!
info gambar utama

Anak bangsa yang membanggakan Indonesia melalui prestasi yang dimilikinya semakin banyak dan diakui oleh dunia. Bahkan, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) juga sering mengundanng anak bangsa untuk menjadi pembicara dan membagikan inspirasi pada dunia.

Salah satu anak bangsa yang baru diundang oleh PBB adalah Veronica Colondam, Pendiri Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB Foundation).

Veronica terpilih menjadi salah satu Solution Maker 2017 di pertemuan tahunan United Nations Solutions Summit, yang berlangsung 19-21 September 2017 di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Perempuan muda itu terpilih menjadi Solution Maker karena dapat memberikan solusi yang tepat guna untuk mengatasi persoalan-persoalan global yang menjadi agenda PBB. Tahun ini ada 9 Solution Makers yang terpilih dari berbagai negara di dunia..

UN Solutions Summit tahun ini memiliki 3 tema utama, yaitu (1) Pangan/Air /Energi; (2) Pendidikan/Pemberdayaan Ekonomi; dan (3) Kesehatan. Ke-9 Solution Makers membagikan kisah inspiratifnya kepada para pejabat pemerintah, jurnalis digital, serta perwakilan dari masyarakat sipil dan sektor swasta.

Veronica membagikan kisah inspiratifnya di PBB
info gambar

Veronica membagikan kisah inspiratifnya dalam menjalankan YCAB’s Premise for Change, sebuah solusi yang menyatukan akses terhadap kredit mikro dan pendidikan untuk masyarakat pra-sejahtera. Program pemberdayaan ini dikhususkan bagi para ibu pelaku usaha kecil agar mereka bisa meningkatkan penghasilan.

Menariknya, kriteria yang harus dipenuhi untuk mendapatkan kredit mikro adalah keharusan anak-anaknya tetap sekolah.

“Pendidikan adalah kunci utama menuju kemandirian dan kesejahteraan. Melalui program YCAB’s Premise of Change, kami ingin menekankan kepada para ibu untuk tetap memprioritaskan pendidikan anak seberat apapun kondisi ekonomi yang dihadapi” Papar Veronika.

Veronika juga menjelaskan, program ini bukan semata memberikan akses pembiayaan kepada mereka yang selama ini sulit mendapatkan bantuan perbankan atau dari institusi keuangan, namun lebih kepada pemberdayaan keluarga pra sejahtera yang memiliki peluang untuk mandiri.

Keuntungan yang didapat dari usaha kredit mikro YCAB juga digunakan kembali untuk mendanai program-program pendidikan bagi anak-anak dan pemuda kurang mampu, serta anak putus sekolah.

Veronica Colondam, Pendiri Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB Foundation).
info gambar

YCAB memiliki 50 pusat edukasi yang menyediakan layanan di antaranya Pendidikan Dasar, program Inklusi Digital, serta program Literasi Bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan soft skills dan hard skills. Di bidang pendidikan dan kewirausahaan, YCAB telah menjangkau lebih dari 3,3 juta pemuda kurang mampu.

Menariknya, YCAB juga memiliki program pelatihan vokasi dan akses ke lapangan pekerjaan, bekerja sama dengan berbagai komunitas lokal, bisnis serta pemerintah. Integrasi fungsi-fungsi tersebut terangkum dalam situs Generasi Bisa! (Can-Do Generation).

Terhitung sejak 2009, program kredit mikro YCAB telah menjangkau 103.243 perempuan pelaku usaha kecil, 78 % di antaranya telah merasakan dampak positif berupa peningkatan keuntungan usaha hingga sebesar 30 %.

YCAB Foundation adalah sebuah organisasi non-profit yang berfokus pada menciptakan kemandirian bagi anak muda melalui pendidikan, pemberdayaan ekonomi dan promosi gaya hidup sehat.

Saat ini YCAB memiliki 55 rumah belajar bagi remaja putus sekolah dan tidak mampu di seluruh Indonesia dan 6 negara lainnya. Juga membina hampir 103 ribu ribu ibu-ibu pengusaha mikro agar dapat menyekolahkan anaknya, dan membantu para lulusan untuk mendapat pekerjaan.

Veronica sudah sering membagikan kisah inspiratifnya di berbagai ajang di belahan dunia
info gambar


UN Solutions Summit bukan ajang pertama bagi Veronica membawa nama Indonesia di kancah dunia. Veronica telah menerima sejumlah penghargaan bergengsi, salah satunya adalah UN-Vienna Civil Society Award (2001) di mana dia menjadi tokoh termuda yang menerima penghargaan tersebut.

Selain itu, dia turut menjadi penerima penghargaan EY Social Entrepreneur of the Year (2011), Schwab Social Entrepreneur of the Year (2012), dan Forbes’ 48 Asian Philanthropist (2015), dan Forbes Indonesia Most Inspiring Women in Indonesia (2015).

Tahun 2017, YCAB mendapatkan ranking #44 dari TOP 500 NGO Dunia, dan merupakan satu-satunya NGO Indonesia yang berada di Top 50 Dunia.


Sumber: tirto.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini