Angka Impor Lada Menurun 74%, Akankah di 2018 Rempah Indonesia Kembali Berjaya di Dunia?

Angka Impor Lada Menurun 74%, Akankah di 2018 Rempah Indonesia Kembali Berjaya di Dunia?
info gambar utama

Membahas tentang kekayaan alam indonesia memang tiada habisnya. Selain memiliki panorama alam yang begitu menawan, alam indonesia juga menyimpan harta karun yang dibutuhkan oleh dunia.

Salah satunya, rempah-rempah. Bila berkaca dari sejarah pada masa perjuangan terhadap penjajahan yang dilakukan negara-negara luar terhadap indonesia, rempah-rempah merupakan primadona negara penjajah.

500 tahun yang lalu, Indonesia pernah berjaya di dunia. Kini, rempah-rempah khususnya lada mencoba mengeksiskan diri dengan cara menekan angka impor. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman pun mencanangkan, Rempah Indonesia harus Berjaya di Dunia.

Lada mengalami peningkatan produksi di tahun 2017
info gambar

Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan ekspor lada Indonesia terus meningkat, seiring dengan penurunan volume impor.

Dilansir dari liputan6.com, Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementan, Suwandi, mengungkapkan produksi lada nasional pada 2016 mencapai 82,17 ribu ton. Besarnya produksi ini naik 0,82 persen dari produksi 2015 yang sebesar 81,50 ribu ton.

Selain itu, devisa yang dihasilkan dari ekspor lada pada 2016 mencapai US$ 431,14 juta. Sementara, produksi lada pada 2017 diperkirakan naik 0,97 persen, yaitu 82,96 ribu ton.‎

Masih dilansir dari liputan6.com, Kementerian Pertanian, Suwandi, menyatakan, pada 2016 total ekspor lada Indonesia 53,10 ribu ton. Ekspor lada pada periode Januari hingga Agustus 2017 mencapai 27,46 ribu ton atau naik 16,57 persen dibanding pada periode yang sama pada 2016 yang hanya 23,56 ribu ton.

Dari data yang diperoleh tersebut, bisa dilihat bahwa ada peningkatan signifikan pada volume ekspor diikuti dengan menurunnya volume impor.

Impor lada pada periode Januari hingga Agustus 2017 hanya 690 ton, sedangkan impor lada pada periode yang sama di 2016 sangat tinggi, yakni 2.663 ton.

“Artinya volume impor lada menurun signifikan, yaitu 74 persen. Ini membuktikan kondisi pertanaman lada Indonesia memiliki potensi untuk dikembangkan sehingga bisa berjaya lagi seperti waktu 500 tahun lalu,” ujar Suwandi pada liputan6.com

Di Indonesia, terdapat lima provinsi penghasil komoditas lada, yaitu Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Lampung merupakan penghasil utama lada dengan kontribusinya terhadap produksi nasional sebesar 58,32 persen.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini