Wow Jumlah Publikasi Ilmiah Internasional Indonesia Naik Peringkat! Lampaui Negara Ini

Wow Jumlah Publikasi Ilmiah Internasional Indonesia Naik Peringkat! Lampaui Negara Ini
info gambar utama
Kualitas perguruan tinggi pada umumnya dilihat dari seberapa produktif sebuah perguruan tinggi menghasilkan publikasi ilmiah. Itu sebabnya dalam beberapa tahun terakhir, perguruan tinggi di Indonesia getol untuk mendorong setiap civitasnya untuk menghasilkan penelitian ilimiah. Tidak hanya perguruan tinggi, tetapi pihak Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pun juga menerbitkan peraturan-peraturan yang memberi insentif terhadap mahasiswa maupun dosen agar tertarik untuk melakukan penelitian. Kebijakan tersebut agaknya berhasil sebab pada tahun 2017 ini Indonesia berhasil mengungguli Thailand dalam jumlah publikasi ilmiah.
Sebagaimana diberitakan Republika (3/10), Direktorat Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menjelaskan bahwa artikel ilmiah dari Indonesia mengalami peningkatan yang pesat. Jumlahnya lebih cepat daripada peningkatan jumlah lektor kepala dan professor. Bila dibandingkan dengan peningkatan anggaran penelitian pun pertumbuhan artikel ilmiah Indonesia juga cukup tinggi. Bahkan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir menjelaskan bahwa pihaknya optimis publikasi Internasional Indonesia akan mampu melampaui Singapura pada akhir tahun ini.
"Untuk itu, saya optimis di akhir tahun 2017 publikasi Indonesia mampu mencapai angka 15 ribu - 17 ribu dan dapat menggeser Singapura yang berada di peringkat ke-2," ujar Nasir.
Perkembangan publikasi Ilmiah Indonesia ini dianggap cukup membanggakan karena pada tahun 2016 yang lalu jumlah publikasi ilmiah Indonesia hanya berada di peringkat ke-4 di tingkat ASEAN dengan jumlah publikasi sebanyak 11.865 publikasi.
Publikasi Ilmiah Internasional Indonesia selama ini terindeks oleh Scopus, salah satu pengindeks internasional bereputasi. Berdasarkan data Scopus per tanggal 2 Oktober 2017 pukul 08.46 WIB jumlah publikasi ilimiah Indonesia berada pada angka 12.098 publikasi. Jumlah ini meningkat tinggi bila dibandingkan dengan capaian publikasi ilmiah internasional Indonesia di ulan Agustus yang lalu yang berjumlah 9.501 publikasi.
Sementara itu, peringkat publikasi ilmiah internasional terindeks Scopus untuk wilayah di ASEAN tertinggi masih ditempati oleh Malaysia dengan 20.304 publikasi. Sementara diposisi kedua ditempati Singapura dengan 14.616 publikasi. Dan peringkat ketiga ditempati oleh Indonesia yang berada di atas Thailand di posisi keempat dengan jumlah publikasi sebanyak 10.924 publikasi.
Nasir mengungkapkan bahwa prestasi ini benar-benar harus dipertahankan. "Momentum ini harus dijaga," kata Nasir.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini