Dilalui Garis Equator. Ini Fakta Uniknya...

Dilalui Garis Equator. Ini Fakta Uniknya...

Tugu Khatulistiwa Pontianak © brothertrans.com

Kita tentu akan berbangga hati jika dihubungkan dengan dunia. Setidaknya itulah yang dialami oleh penduduk Pontianak, Kalimantan Barat. Memangnya ada apakah di kota yang terletak di pulau terbesar Indonesia itu? Jika ingin tahu, di sana terletak sebuah tugu yang menjadi identitas garis equator atau Tugu Khatulistiwa. Berpengaruh tak hanya bagi warga Pontianak sendiri, namun untuk warga Indonesia. Wilayah yang dilalui oleh garis khatulistiwa, membuat wilayah tersebut sangat tersohor. Dan kini tugu tersebut menjadi simbol kebanggaan warga Kota Pontianak.

Tugu Khatulistiwa Pontianak (© 1.bp.blogspot.com)
Tugu Khatulistiwa Pontianak (© 1.bp.blogspot.com)

Ternyata Tugu Khatulistiwa itu mempunyai beberapa fakta yang menarik untuk diketahui. Apa sajakah itu?

Tidak Benar-benar Ada di Garis Nol

Tugu Khatulistiwa Pontianak (© homestaypontianak.files.wordpress.com)
Tugu Khatulistiwa Pontianak (© homestaypontianak.files.wordpress.com)

Kita tentunya akan berpikiran bahwa adanya Tugu Khatulistiwa tersebut adalah untuk memberitahukan, bahwa letak tugu itu menandakan garis nol. Tugu yang dibangun kelompok ekspedisi internasional itu memiliki tinggi 4,4 meter. Pada bagian atasnya terdapat bola serta panah yang terbuat dari besi.

Namun siapa sangka, ternyata tugu yang dibangun oleh ahli geografi asal Belanda tersebut tidak tepat berada di 0 derajat, 0 menit, dan juga 0 detik. Leta yang sebenarnya dan itu telah diukur oleh GPS BPPT yang modern adalah 0 derajat, 0 menit, dan juga 3,809 menit LIntang Utara. Lalu ada di manakah letak 0 derajat yang sesungguhnya? Letak yang menunjukkan 0 derajat yang sebenarnya ada di 117 meter menuju arah Sungai Kapuas dari tugu tersebut.

Tidak Adanya Bayangan di Sekitar Kita

Fenomena hilang bayangan saat kulminasi (© cdn2.tstatic.net)
Fenomena hilang bayangan saat kulminasi (© cdn2.tstatic.net)

Jika ada matahari sedang memberikan sinarnya, umumnya akan ada bayangan di sekitar benda tersebut, bukan? Bayangan itu sendiri merupakan efek dari tidak adanya sinar matahari pada sisi benda tersebut. Namun yang terjadi jika mengunjungi Tugu Khatulistiwa, bayangan kita pun akan benar-benar hilang. Kenapa bisa?

Hilangnya bayangan tersebut memiliki istilah kulminasi atau adanya titik paling tinggi dari benda langit, dalam hal ini adalah matahari. Keadaan matahari yang ada di puncak paling tinggi itulah yang menyinari garis nol derajat di Pontianak. Fenomena tersebut akan terjadi setidaknya dua kali dalam satu tahunnya, yakni pada 21-23 Maret dan juga pada 21-23 September.

Untuk itulah, jika kita ada di tugu tersebut pada rentang jam 11.30 sampai dengan 12.30, bayangan pun tidak akan tampak. Dengan kata lain, matahari tersebut sudah benar-benar ada di atas kepala kita sendiri. Dan hal ini menjadi tanda adanya musim gugur untuk belahan bumi yang lainnya.

Telur pun Bisa Berdiri dengan Tegaknya

Telur berdiri tegak saat titik kulminasi (© 3.bp.blogspot.com)
Telur berdiri tegak saat titik kulminasi (© 3.bp.blogspot.com)

Seperti apakah bentuk dari telur ayam? Tentunya semua bisa menjawab jika telur ayam memiliki bentuk yang lonjong. Dengan bentuk seperti itu, sulit rasanya untuk menegakkan telur tersebut agar bisa berdiri dengan sempurna. Namun di Tugu Khatulistiwa, telur ayam pun bisa berdiri dengan tegaknya. Apakah itu karena adanya unsur mistis?

Telur yang dapat berdiri dengan sempurna itu disebabkan karena adanya medan magnet gravitasi yang cukup kuat di area tugu tersebut. Bahkan hal tersebut sudah banyak dibuktikan oleh banyak orang yang datang ke sana. Umumnya mereka berhasil membuat telur ayam tersebut berdiri dengan sempurna. Tentunya hal tersebut bisa membuat daya tarik yang sangat memukau untuk kita membuktikannya jika baru pertama kali ke Tugu Khatulistiwa.

Selalu Diadakan Festival Kulminasi

Festival Kulminasi (© cdn2.tstatic.net)
Festival Kulminasi (© cdn2.tstatic.net)

Ternyata memang benar bahwa keberadaan garis nol tersebut membawa dampak yang amat besar. Pemerintah setempat selalu mengadakan festival pada setiap tahunnya. Festival tersebut dinamakan dengan Festival Kulminasi. Sebuah festival yang diselenggarakan untuk memperkenalkan keunikan lokal.

Festival itu sekaligus menandakan bahwa di kota tersebut memiliki titik kulminasi, yang tidak terdapat di wilayah lain di Indonesia. Acara tersebut tentunya sangat istimewa, sekaligus menjadi daya tarik banyak wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

Tugu Khatulistiwa itu tentunya menjadi salah satu situs yang amat bersejarah. Dengan demikian, rasanya harus kita jaga bersama pelestariannya. Dan fakta seputar tugu tersebut membuktikan bahwa Kota Pontianak merupakan kota yang sangat berharga, tidak hanya di Indonesia, juga di dunia.

Destinasi wisata Tugu Khatulistiwa Pontianak (© tourismwave.com)
Destinasi wisata Tugu Khatulistiwa Pontianak (© tourismwave.com)


Sumber: jalanterus.id

Pilih BanggaBangga69%
Pilih SedihSedih3%
Pilih SenangSenang5%
Pilih Tak PeduliTak Peduli5%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi5%
Pilih TerpukauTerpukau13%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Literatur : Estetis-Nasionalis Sebelummnya

Literatur : Estetis-Nasionalis

Lepas Dari Gadget, Bank Indonesia Kenalkan Literasi Pada Anak Selanjutnya

Lepas Dari Gadget, Bank Indonesia Kenalkan Literasi Pada Anak

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.