Pelangi di Nusantara

Pelangi di Nusantara
info gambar utama

Indonesia dianugrahi kekayaan budaya yang melimpah. Kekayaan budaya tersebut bersumber dari 34 akar yang menopang kebudayaan nusantara. Setiap akar, memiliki ciri khas dan keunikan yang berbeda dari akar lainnya. Semuanya mewarnai Indonesia.


Pengaruh geografis Indonesia adalah penyebab utama dari keberagaman budaya. Mengapa? Secara geografis, Indonesia berada di posisi silang yaitu diantara dua benua dan dua samudera. Yaitu Benua Asia dan Australia serta Samudera Hindia dan Pasifik. Hal ini menyebabkan negara kita ramai disinggahi oleh para pedagang dari luar negeri. Misalnya saja pedagang dari India, Gujarat , Arab, Persia, Cina , Eropa dan lain – lain. Selain dari segi ekonomi, para pedagang tersebut juga membawa pengaruh dalam sisi agama dan budaya. Pedagang India membawa ajaran agama Hindu. Pedagang Cina membawa ajaran agama Budha. Pedagang Gujarat , Arab, Persia membawa ajaran agama Islam. Sedangkan pedagang Eropa dengan semboyan Gospel menyebarkan agama nasrani. Bukti nyata dari pengaruh letak geografis Indonesia yang dibawa oleh para pedagang ialah munculnya kerajaan bercorak Hindu, Budha serta Islam di Indonesia.


Kerajaan kerajaan tersebut meninggalkan banyak warisan budaya berupa karya sastra , bangunan , dan lain – lainnya. Contoh peninggalan berupa karya sastra ialah kitab Negarakertagama karangan Empu Prapanca dan kitab Sutasoma karangan Empu Tantular. Seperti yang kita tahu bahwa kita mengenal semboyan “Bhineka Tunggal Ika” dari kitab Sutasoma.

Selanjutnya , ada peninggalan berupa bangunan. Candi Budha terbesar didunia yaitu Candi Borobudur adalah peninggalan kerajaan Mataram Kuno. Candi Prambanan yang bercorak Hindu juga merupakan salah satu peninggalan kerajaan di Nusantara. Masjid Agung Baiturahman merupakan peninggalan kerajaan Aceh pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Ada juga peninggalan akulturasi budaya Hindu Islam yang tercermin dalam masjid Menara Kudus.


Indonesia itu negara yang pluralistik. Indonesia memiliki beragam suku bangsa. Nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari daratan Yunan. Singkat cerita nenek moyang kita memperoleh sebutan Melayu Indonesia. Bangsa Melayu berdasarkan waktu kedatangannya ke Indonesia terbagi menjadi 3 yaitu Proto Melayu, Deutero Melayu, dan bangsa primitif. Suku Dayak dan Toraja termasuk keturunan Proto Melayu. Suku Jawa, Melayu dan Bugis termasuk keturunan Deutero Melayu.


Setiap suku memiliki adat istiadat dan kebudayaan masing – masing. Seni tari, bentuk rumah, pakaian adat , tradisi, dan makanan diantara kesemua suku di Indonesia tidaklah sama. Semuanya unik dan memiliki ciri khas masing – masing.


Tari Saman dan Tari Seudati berasal dari Aceh. Tari daerah yang berasal dari Aceh, biasanya mengunakan kostum yang tertutup dan kental oleh budaya Islam. Menginat Aceh merupakan daerah Serambi Mekah. Lain lagi dengan Sendratari Ramayana yang sering dipentaskan di candi Prambanan. Tari ini bernuansa Hindu. Tari Kecak dari Pulau Dewata juga sangat kental dengan budaya Hindu.


Semua rumah adat di Indonesia memiliki persamaan yaitu terbuat dari bahan alam. Bentuk rumah adat di Sumatera dan Kalimatan memiliki kemiripan yaitu sama – sama berbentuk panggung. Rumah berbentuk panggung memiliki tujuan untuk menjauhkan pemilik dari binatang buas. Selain persamaan ternyata terdapat perbedaan fasad diantara keduanya. Misalnya saja rumah Gadang dan Tongkonan.


Ciri khas kain ditanah Jawa adalah batik. Citra batik telah dikenal dimanca negara. Selain batik ternyata masih banyak pakaian adat di Indonesia. Ada kain ulos, baju bodo, kebaya, dll.


Tradisi disetiap suku di Indonesia sangat beragam. Ada Ngaben yaitu upacara pembakaran mayat di Bali. Ada Aluk Todolo yaitu ritual mayat berjalan di Toraja. Ada Kasada pemberian sesajen di Gunung Bromo oleh suku Tengger. Ada Sekaten yaitu upacara peringatan maulid Nabi Muhammad Saw di Surakarta dan Yogyakarta. Serta masih banyak lagi yang lainnya.


Selain warisan budaya, Indonesia juga kaya akan wisata kuliner. Lidah para wisatawan domestik maupun mancanegara sangat dimanjakan dengan citarasa masakan Indonesia.Empek -empek serta rendang adalah salah satu kuliner khas dari Pulau Andalas yang sudah dikenal kelezatannya oleh banyak orang. Ada pula sate khas Madura yang melegenda.


Indra pendengaran kita sering menangkap intonasi dan tempo nada yang berbeda dari gaya bicara orang Indonesia. Penduduk didaerah tertentu suka berbicara dengan suara keras. Ada pula yang suka berbicara dengan lemah lembut. Sebuah penelitian mengatakan bahwa orang yang tingggal didaerah pantai memiliki gaya bicara yang lebih keras dan lantang karena adanya suara ombak yang mengiringi ketika mereka berkomunikasi. Mengingat bahwa Indonesia memiliki garis pantai sejauh 99.093 km. Maka tak heran jika ada beberapa suku bangsa di Indonesia yang bernada dinamik keras dan bertempo cepat.


Indonesia itu indah karena berwarna. Kita tidak bisa merubah warna merah menjadi kuning. Ataupun kuning menjadi biru. Semua warna itu indah dengan keindahannya masing – masing. Bukankah pelangi itu indah dengan mejikuhibiniu sebagai unsur penyusunnya? Pelangi tidak akan indah bila hanya dengan satu warna. Kita diciptakan berbangsa – bangsa dan bersuku – suku untuk saling mengenal. Kita wajib bersyukur ditengah perbedaan. Kita wajib mencintai dan menjaga keberagaman budaya di Indonesia.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini