Lupa Sandi?

Kerjasama Bilateral, Indonesia Siap Ekspor Pesawat dan Alutsista ke Laos

Indah Gilang  Pusparani
Indah Gilang Pusparani
0 Komentar
Kerjasama Bilateral, Indonesia Siap Ekspor Pesawat dan Alutsista ke Laos

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Indonesia siap membantu Laos dalam hal perdagangan atau keamanan. Jokowi pun menyebut Indonesia siap mengekspor pesawat atau alat utama sistem senjata (alutsista) ke Laos.

Dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Laos Thongloun Sisoulith, Jokowi menyebut kerja sama diprioritaskan di berbagai hal. Khusus untuk bidang pertahanan, Jokowi secara terbuka menawarkan alutsista buatan dalam negeri pada Laos.

"Perdana Menteri Thongloun dan saya telah memfokuskan diskusi untuk memperkuat kerjasama beberapa bidang prioritas, yaitu perdagangan, investasi, pertahanan dan keamanan, serta sosial dan budaya," kata Jokowi usai pertemuan bilateral itu, di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/10/2017), seperti yang dilansir Detikcom.

Presiden Joko Widodo dan PM Laos Thongloiu Sisoulith di Istana Bogor. Foto: Antara
Presiden Joko Widodo dan PM Laos Thongloiu Sisoulith di Istana Bogor. Foto: Antara

"Industri strategis Indonesia juga siap menyediakan produk-produk yang berkualitas seperti pesawat dan alat utama sistem pertahanan sesuai yang diperlukan Laos," ujar Jokowi. menambahkan.

Di tempat yang sama, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan Laos memang tertarik dengan alutsista buatan Indonesia.

Akhir September lalu, Vice President Export PT. Pindad Ridi Djajakusuma mengatakan, Kementerian Pertahanan Laos tertarik untuk kembali membeli produk-produk senjata dari PT. Pindad.

"Pada pertemuan dengan Kementerian Pertahanan Laos tanggal 21 September kemarin mereka menyatakan tertarik membeli Pistol G2 Elite dan senjata Sniper buatan Pindad SPR 2 dan amunisi," ungkapnya pada Merdeka.

Produk PT Pindad. Foto: Merdeka.com/Angga Yudha Pratomo
Produk PT Pindad. Foto: Merdeka.com/Angga Yudha Pratomo

Menurut Ridi, hubungan kerja sama militer antara Indonesia dan Laos memang cukup erat. Kementerian Pertahanan Laos sejak 2014 sudah mulai membeli produk-produk senjata dari PT Pindad, yaitu 60 buah pistol G2 Combat, 35 buah SS1 V2, 35 buah SS1 V4, serta amunisi.

Sebanyak 27 tentara Laos saat ini sedang mengikuti pelatihan di Indonesia dan dilatih oleh Grup 1 Kopassus untuk persiapan The ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) 2017 di Singapura.

"Mereka senang produk Pindad karena sejak membeli dan menggunakan produk Pindad mereka pernah jadi juara ke-3 di ARRM di Thailand," pungkas Ridi.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG INDAH GILANG PUSPARANI

Indah graduated from MSc Development Administration and Planning from University College London, United Kingdom in 2015. She finished bachelor degree from International Relations from University of In ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas