Kabar Terbaru Rencana Pembangunan Jembatan Pulau Batam - Pulau Bintan

Kabar Terbaru Rencana Pembangunan Jembatan Pulau Batam - Pulau Bintan

Ilustrasi jembatan lintas laut "Jiaozhou Bay bridge" di China © Screenshot youtube

Rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan kembali menghangat dibicarakan sejak awal tahun 2017. Jembatan ini sudah menjadi pembahasan sejak awal pemerintahan SBY di tahun 2004, karena akan berperan penting sebagai salah satu hub tol laut yang masuk dalam program prioritas pembangunan pemerintah saat ini, dan tentu saja akan menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi di propinsi Kepulauan Riau.

Kini sepertinya mimpi lama ini akan segera mendekati kenyataan. Dilansir dari Okezone.com, Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Pengusahaan Kawasan Batam akan mulai merealisasikan pembangunan Jembatan yang menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Bintan, Kepulauan Riau pada 2018.

Render Jembatan Babin | bpbatam
Render Jembatan Babin | bpbatam

Sampai saat ini, menurut Kemen PUPR, kajian kontur tanah di daerah pembangunan tiang jembatan sudah selesai sehingga pembangunan bisa segera direalisasikan.

Pembangunan Jembatan Babin (Batam - Bintan) ini rencananya akan dikerjakan dalam tiga tahapan. Tahap pertama, jembatan dengan panjang sekitar 7 km dari Batam ke Tanjungsauh sepanjang 2,124 km. Kemudian dari Tanjungsauh ke Pulau Buau sepanjang 4,056 km dan dari Pulau Buau ke Bintan sepanjang 855,3 meter.

Sejak beberapa tahun terakhir, BP (Badan Pengusahaan( Batam berupaya mencari investor untuk pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh dengan kapasitas 4 juta TEUs. Tanjungsauh diharapkan akan menjadi salah satu pelabuhan untuk menandingi milik Singapura dan Johor Malaysia.

Pulau Batam dan Pulau Bintan | Investasi Property 2017
Pulau Batam dan Pulau Bintan | Investasi Property 2017

BP Batam juga merencanakan pembangunan jalan tol menghubungkan pelabuhan tersebut dengan sejumlah kawasan industri di Pulau Batam.

Sumber : Okezone.com | Tanjungpinang Post | Tribun News

Pilih BanggaBangga70%
Pilih SedihSedih3%
Pilih SenangSenang15%
Pilih Tak PeduliTak Peduli3%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi2%
Pilih TerpukauTerpukau7%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Mahesa, Mobil Pedesaan Karya Anak Bangsa yang Siap Produksi Massal 2018 Sebelummnya

Mahesa, Mobil Pedesaan Karya Anak Bangsa yang Siap Produksi Massal 2018

Congklak dan Maknanya Sebagai Pembentuk Karakter Selanjutnya

Congklak dan Maknanya Sebagai Pembentuk Karakter

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

2 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.