Menumbuhkan Minat Menulis dan Membaca di UWRF Satellite Events

Menumbuhkan Minat Menulis dan Membaca di UWRF Satellite Events

poster UWRF 2017 bertemakan "Origins" © uwrf

Pada 30 Oktober 2017 lalu, mahasiswa dari fakultas bahasa dan seni UNESA mendapat seminar berharga dari penulis Jock Serong yang tergabung dalam Ubud Writers & Readers Festival 2017. Tahun ini, para penulis yang tergabung dalam UWRF mengunjungi beberapa kota dalam Satellite Events yang bertujuan untuk mengenalkan UWRF dengan tema besar tahun ini yakni "Origins" dan mendorong minat para peserta seminar untuk menulis.

Kegiatan yang bertempat di aula gedung UNESA ini dihadiri lebih dari 100 peserta, yang sebagian besar adalah mahasiswa sastra bahasa asing. Acara dimulai pada pukul 1 siang hingga 4 sore. Selama kurang lebih 2 jam, Jock Serong membagikan pengalamannya ketika menulis dan menerbitkan bukunya. Peserta yang hadir pun terlihat sangat antusias dan mendengarkan dengan cermat beberapa tips dan saran yang disampaikan oleh Jock Serong.

MC memperkenalkan Jock Serong saat seminar UWRF 2017 di UNESA | foto oleh : Rizkia Yulianti
MC memperkenalkan Jock Serong saat seminar UWRF 2017 di UNESA | foto oleh : Rizkia Yulianti

Jock Serong sendiri adalah penulis asal Victoria, Australia yang pernah menerima Keanggotaan Crime Writing Association of Australia Ned Kelly Award untuk Best First Novel. Buku terlarisnya adalah The Rules of Backyard Cricket yang terpilih sebagai Victoria Premier's Award. Novel terbarunya, On the Java Ridge, menyangkut perlakuan Australia terhadap pencari suaka.

https://www.textpublishing.com.au/blog/jock-serong-on-the-rules-of-backyard-cricket
https://www.textpublishing.com.au/blog/jock-serong-on-the-rules-of-backyard-cricket

Jock berbagi pengalamannya dan kehidupannya. Sejak kecil, Jock memiliki hobi menulis bahkan bermimpi ingin menjadi penulis suatu hari nanti. Namun ketika beranjak dewasa, orangtuanya menyarankan agar Jock sekolah dengan jurusan hukum. Jock kemudian menyelesaikan pendidikannya dengan jurusan hukum dan bekerja selama beberapa tahun sebagai pengacara. Jock kemudian mencoba kembali menulis dengan berbagai pengalaman jatuh-bangunnya hingga selesainya novel pertamanya berjudul Quota ditahun 2014.

Jock bercerita pula bahwa menulis dan menemukan penerbit adalah dua hal yang tidak mudah. Namun ketekunannya membawa hasil dan memaksimalkan dirinya untuk menulis dengan lebih baik. Jock fokus menulis tentang cerita kriminalitas, karena dia dekat dengan hal tersebut. Jock memberi tips untuk membaca dan menulis yang terpenting adalah, menemukan tema yang dekat dengan keseharian dan kesukaan kita. Karena menurut Jock, isu atau tema yang kita sukai akan lebih menarik untuk dibaca dan lebih mudah untuk ditulis atau dikarang.

suasana saat seminar oleh Jock Serong dari UWRF 2017 Satellite Events di UNESA | foto oleh : Julian Alsen
suasana saat seminar oleh Jock Serong dari UWRF 2017 Satellite Events di UNESA | foto oleh : Julian Alsen

Dan tips yang tak kalah penting disampaikan Jock adalah, "Writing is like moving a mountain by spoon. Bit by bit. You should do it constantly until finish. Keep your focus on the spoon, not the mountain. So you will have the same motivation and move the mountain out". Saran ini sangat membekas bagi Kaprodi Sastra Inggris UNESA, ibu Pratiwi Retnaningdyah.

Setelah seminar, sejumlah mahasiswa yang hadir juga berkesempatan bertanya langsung dengan Jock Serong seputar menulis dan menerbitkan buku. Dan diakhir acara, Ni Made Dwi Ermayanthi yang juga penulis dari UWRF menyampaikan bahwa para mahasiswa dapat mengirimkan tulisan dan karya mereka ke http://www.ubudwritersfestival.com/seleksi-penulis-emerging-2017/


Sumber:

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli50%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi50%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

6 Merk Smartphone Buatan Indonesia Sebelummnya

6 Merk Smartphone Buatan Indonesia

Menyulap Batuan Kali Menjadi Karya Seni Selanjutnya

Menyulap Batuan Kali Menjadi Karya Seni

Julian Alsen
@julian

Julian Alsen

Hadapi & Menangkan

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.