Mutiara Lombok: Perhiasan 'Abadi' Yang Kian Mendunia

Mutiara Lombok: Perhiasan 'Abadi' Yang Kian Mendunia
info gambar utama

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Singapura bekerja sama dengan Design Singapore Council menggelar acara bertema 'RISING50 Design Bazaar' di National Design Centre, Singapura, pada 3-5 November 2017. Acara ini menjadi momen perayaan hubungan bilateral Indonesia-Singapura yang telah terjalin selama 50 tahun.

Dalam acara tersebut, sebanyak 22 produk UKM dan UMKM dari Indonesia dan Singapura berkolaborasi saling memamerkan produknya masing-masing. Produk yang dipamerkan dari Indonesia, merupakan UMKM di bawah binaan Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi).

I Gede Ngurah Swajaya selaku Duta Besar Indonesia untuk Singapura, menargetkan UKM dan UMKM Indonesia bisa memasuki pasar global dalam beberapa tahun ke depan.

Dubes RI untuk Singapura, I Gede Ngurah Swajaya | kumparan
info gambar

Menurut Ngurah, banyak masyarakat Singapura antusias saat melihat produk unggulan asal Indonesia. Produk UKM dan UMKM Indonesia yang dihasilkan sudah sesuai dengan selera pasar Singapura, maka peluang menembus pasar ASEAN dan global semakin terbuka luas.

“Kan kita ingin UKM ini bisa penetrasi pasar global, kita lihat Singapura ini bisa menjadi salah satu launching pad bagi mereka untuk bisa masuk ke pasar global,” ujar Ngurah pada kumparan.

Di acara tersebut, Ngurah ingin para produsen UKM dan UMKM bisa mempelajari selera pasar internasional saat mereka mengunjungi gerainya. Sehingga, mereka bisa meningkatkan kualitas produk sesuai saran yang diinginkan pengunjung.

“Di sinilah tempatnya kita harapkan mereka, selain UKM Indonesia juga ada UKM Singapura, tapi sebagian besar UKM Indonesia, di sini mereka bertemu sesama mereka, ketemu pembeli, pengunjung dan sebagainya. Semoga mereka dapat masukan, sehingga betul-betul mereka bisa meningkatkan kualitas untuk memasuki pasar internasional,” tambah Ngurah.

Dari 22 gerai yang dipamerkan, terdapat satu gerai yang melirik perhatian, yakni 'Indah Mutiara Lombok' dari komunitas Asephi. Gerai bisnis asli Lombok, Nusa Tenggara Barat, ini menarik banyak wisatawan karena keindahannya sinarnya.

Mutiara Asal Indonesia | kumparan
info gambar

Indah Purwanti sebagai pemilik dan desainer Indah Mutiara Lombok (IML) tampak sedang kerepotan melayani banyaknya pembeli dari luar dan dalam negeri. Mereka tengah memburu cincin dan kalung dengan kualitas mutiara terbaik yang hanya ada di Indonesia.

“Lombok itu memang produk khasnya salah satunya mutiara. Itulah kenapa meskipun brand kita sudah beberapa kali ikut pameran internasional, tetap nama brandnya tetap Indah Mutiara Lombok,” ucap Indah, Sabtu lalu(4/11).

Pebisnis asal Indonesia ini memang sudah beberapa kali mengharumkan nama negaranya. Tidak hanya di Singapura, melainkan di India dan Malaysia. Indah sendiri mengaku baru memulai bisnisnya selama 5 tahun. Namun, Indah dan tim sudah lebih dari 10 kali menghadiri pameran di Singapura. Beberapa pameran internasional seperti Singapore International Jewelry, India International Jewelry, dan pameran di Kuala Lumpur, Malaysia, sudah mengakui keindahan mutiara asal Lombok milik Indah.

Stand Milik Indah, Pebisnis Asal Indonesia | kumparan
info gambar

Menurut Indah peluang pasar mutiara di Singapura sudah semakin meningkat.Salah satu mutiara yang berkualitas terbaik di dunia adalah Pinctada Maxima asal perairan Indonesia.

“Kalau kita googling itu adalah one of the best pearl in the world, jadi ada namanya satu mutiara Pinctada Maxima. Hanya ada di perairan Lombok, secara dunia mengakui mutiara Lombok itu one of the best pearl in the world,” kata Indah.

Pinctada Maxima juga dikenal dengan perhiasan yang memiliki keindahan 'abadi'. Pasalnya, sinar mutiara terutama mutiara air laut akan bertahan seumur hidup dan tidak akan tergores ataupun terkelupas. Mutiara itu sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu mutiara air laut dan air tawar.

“Jadi berdasarkan itu kita lebih mudah jualnya. Kalau kita mau bersaing dengan global, di Jepang punya, Thailand punya, Filipina punya, itulah tantangannya. Kenapa penggemar mutiara semakin lama semakin banyak karena emang dia untuk beli awal memang ada harganya, tapi dia bisa longlast, bisa dipakai sampai kapanpun bahkan diturunkan ke anak cucunya,” tutur Indah.

Indah saat membantu pembeli memilih barang | kumparan
info gambar

Sehingga, untuk pebisnis yang hendak menjual mutiara itu, hanya tinggal menggali kemampuan menjualnya. Lantaran, dunia sudah mengetahui dan mengakui keindahan mutiara asal Indonesia tersebut.

Selain itu, di acara kolaborasi Indonesia-Singapura ini, Indah berharap pemerintah Indonesia dan Singapura dapat menjalin hubungan yang lebih baik.

“Semakin banyak program yang meningkatkan usaha Singapura dan Indonesia, transaksi Indonesia menunjukkan hubungan semakin baik dan menambah devisa negara,” tambah Indah.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini