Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia ternyata masih tertinggal dari negara-negara berpenduduk muslim lainnya dalam hal ekonomi dan keuangan syariah. Itu sebabnya Bank Indonesia terus mendorong untuk pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Bahkan Bank Indonesia menargetkan Indonesia bisa menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dunia pada tahun 2024.

Sebagaimana diberitakan CNN Indonesia (11/08), Depurti Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa di berbagai tempat saat ini sedang digalakkan ekonomi dan keuangan syariah. "Kami menargetkan Indonesia sekitar 2024 bisa jadi pusat ekonomi dan keuangan syariah, karenanya saat ini di daerah-daerah makin dikembangkan ekonomi dan keuangan syariah," ujarnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut BI tidak hanya mendorong pengembangan ekonomi berbasis syariah di sektor keuangan, tetapi juga pengembangan sektor riil yang selama ini dikenal sebagai tulang punggung dan nafas dari ekonomi syariah. Sektor riil dipandang menjadi penggerak sesungguhnya keuangan syariah. Bila industri riil berbasis syariah mampu berkembang maka permintaan pembiayaan syariah akan meningkat.

Bila berbicara sektor riil maka Indonesia harus berjuang untuk memajukan industri. Salah satu industri yang dekat dengan ekonomi syariah adalah industri produk dan jasa halal. Beberapa diantaranya adalah industri makanan, pakaian dan pariwisata. Namun saat ini Indonesia baru mampu menembus peringkat 10 besar untuk obat-obatan dan kosmetik halal dunia. Padahal Indonesia merupakan pasar produk halal terbesar di dunia dengan jumlah populasi penduduk muslim yang mencapai 85 persen atau sekitar 221 juta jiwa.

BI pun tidak sendirian untuk mewujudkan targetnya, bersama pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ketiganya terus berkordinasi untuk menggerakkan sektor riil. OJK sebagai regulator pun mendorng pemberdayaan usaha mikro kecil (UKM) berbasis syariah melalui pesantren.

"(Pengembangan ekonomi syariah) ini harusnya tidak hanya menjadi komitmen nasional, tetapi juga menjadi program koordinasi dan kolaborasi dari berbagai lembaga, kementerian, otoritas, asosiasi sampai penggiat ekonomi, termasuk pesantren," kata Perry.

Berangkat dari pemberdayaan pesantren itulah kemudian salah satu provinsi yang dianggap unggul dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia adalah Jawa Timur. Itu sebabnya Indonesia Syariah Economics Festival (ISEF) diadakan setiap tahun di Jawa Timur sejak tahun 2014 yang lalu.

Lewat festival ini, BI ingin memperkuat kolaborasi dan koordinasi para pelaku dan regulator ekonomi syariah di Indonesia. Sehingga pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air dapat terus tumbuh.

"Target dan sasaran yang ingin kita capai dari ISEF ini adalah bagaimana kita mempercepat dan mengejar ketinggalan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” jelasnya.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu