Setiap tahunnya pahlawan nasional dipilih oleh presiden Republik Indonesia. Setelah pada tahun lalu hanya menobatkan satu pahlawan nasional yakni K.H R As'ad Syamsul Arifin, di tahun 2017 ini presiden RI Joko Widodo menganugerahkan gelar pahlawan nasional pada empat tokoh dari berbagai daerah. Dua diantaranya bahkan merupakan pejuang di era jauh sebelum Indonesia merdeka.

Sebagaimana diberitakan oleh Tempo (10/11) Direktur Jendral Pemberdayaan Sosial, Hartono Laras mengungkapkan bahwa pemilihan pahlawan nasional ini memiliki ketentuan tertentu. "Ada syarat umum dan syarat khusus yang harus dipenuhi sebelum akhirnya tokoh tersebut diputuhskan memperoleh gelar pahlawan Nasional oleh Presiden," ujar. 

Berdasarkan pertimbangan dan penilaian itulah, pada tahun 2017 ini gelar Pahlawan Nasional diberikan pada empat tokoh. Tokoh-tokoh itu antara lain:

1. Laksamana Malahayati 

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Pahlawan Nasional ini merupakan satu-satunya tokoh perempuan yang mendapat gelar Pahlawan Nasional pada tahun ini. Malahayati dikenal sebagai seorang pelaut ulung bahkan disebut-sebut sebagai Laksamana Perang Perempuan Pertama di Dunia. Laksamana Malahayati diperkirakan lahir pada tahun 1550 pada masa Kesultanan Aceh Darussalam dan wafat pada tahun 1615. Semasa hidupnya Malahayati memimpin armada laut melawan Belanda dan menumbangkan Cornelis De Houtman dan pasukannya. 

2. Sultan Mahmud Riayat Syah

Tokoh lainnya yang juga mendapat gelar Pahlawan Nasional pada tahun ini adalah Sultan Mahmud Riayat Syah atau lebih dikenal sebagai Sultan Mahmud. Beliau dipercaya lahir pada Agustus 1760 di Sulu Sungai Riau. Pada masa 1782 hingga 1784 Sultan Mahmud berhasil menghalau Belanda untuk memasuki Riau. Pada Perang Riau I ia dan pasukannya berhasil meledakkan Kapal Komando Belanda, Malaka's Walvaren. Satu tahun sebelum wafatnya pada 12 Januari 1812, Sultan Mahmud masih berperang dengan Belanda di beberapa wilayah seperti Sumatra Timur, Sumatra Selatan dan Banka Belitung.

3. Tuan Guru Kiai Haji (TGKKH) M. Zainuddin Abdul Madjid

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Seorang pejuang kemerdekaan, da'i, ulama dan tokoh pendidikan yang lahir pada 19 April 1908. Tuan Guru Zainuddin merupakan pendiri organisasi Islam yang sangat terkenal di Lombok yakni Nahdatul Wathan. Organisasi ini bergerak dalam bidang pendidikan dan agama. Beliau Wafat pada 21 Oktober 1997. 

4. Lafran Pane

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Tokoh terakhir yang mendapat gelar pahlawan pada tahun ini adalah Lafran Pane. Seorang tokoh asal Yogyakarta yang lahir di Sipirok 12 April 1923 dan dikenal sebagai tokoh pergerakan pemuda. Lafran adalah salah seorang tokoh yang mencetuskan lahirnya organisasi pemuda Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada 5 Februari 1947. 

Penganugerahan gelar pada empat orang pahlawan ini diberikan pada setiap ahli waris. Dengan ini, maka jumlah Pahlawan Nasional Indonesia saat ini berjumlah 173 orang yang terdiri dari 160 orang laki-laki dan 13 orang perempuan.

Ada 2 komentar

Ayo ikutan juga