Selamat Datang di Indonesia KRI Latih Kebanggaan Bangsa!

Selamat Datang di Indonesia KRI Latih Kebanggaan Bangsa!
info gambar utama
Kapal layar latih milik TNI Angkatan Laut Republik Indonesia yang baru, KRI Bima Suci telah tiba di Tanah Air. Kapal kebanggaan tersebut tiba di Jakarta kemarin 16 November 2017. Sebelumnya, kapal yang merupakan pengganti KRI Dewa Ruci itu telah bersandar di Padang, Sumatra Barat.

Seperti diberitakan ANTARA (16/11) kehadiran KRI Bima Suci disambut oleh KRI Dewaruci di Pulau Damar, Kepulauan Seribu. Dua kapal latih ikonik tersebut kemudian saling memberikan pengohormatan lewat parade lambung kapal.

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengungkapkan bahwa KRI Bima Suci memiliki beberapa kelebihan dibandingkan pendahulunya KRI Dewaruci. Beberapa kelebihannya antara lain adalah kapal latih ini memiliki sistem penyulingan air laut menjadi air tawar secara mandiri.

Menhan mengharapkan KRI Bima Suci yang buatan Freire Shipyard di Vigo Spanyol tersebut dapat menjalankan masa bakti yang panjang. "Harapan kita, kalau Dewarusi bica sampai 64 tahun berjalan, ini (Bima Suci) bisa sampai 100 tahun. Bukan enggak mampu tapi bagaimana untuk memanfaatkan," ungkap Ryamizard.

KRI Bima Suci saat bersandar di Pelabuhan Teluk Bayur (Foto: instagram.com/yobelgea)
info gambar

Menariknya, meskipun KRI Bima Suci merupakan kapal latih bagi kadet Angkatan Laut RI yang akan bertugas di kapal-kapal milik AL, kapal ini didesain sebagai kapal cepat militer atau Frigate. Kapal ini mengandalkan mesin penggerak tetapi juga memiliki layar sebagai pendukung laju utama.

Seperti dikutip dari Republika, Letkol Laut (P) Widiyatmoko Baruno Aji mengungkapkan bahwa kecepatan laju kapal bahkan akan lebih cepat jika menggunakan tenaga angin dibandingkan mesin. "Kapal bisa melaju hingga 15 knot dengan seluruh layar direntangkan. Sedangkan dengan mesin buatan Jerman, KRI Bima Suci mampu melaju hingga 12 knot dengan bahan bakar yang efisien," ujar Baruno.

Kecanggihan lain yang dimiliki oleh KRI Bima Suci adalah berupa fasilitas pengolahan sampah. Sampah organik akan diolah menjadi cairan yang ramah lingkungan. Sedangkan sampah non-organik, akan dihancurkan di atas kapal dan kemudian bisa didaur ulang saat kapal bersandar.

KRI Bima Suci dibuat selama 22 bulan di galangan Construcciones Navales Paulino Freire. Kapal ini memiliki nomor lambung 945 itu selesai dbuat sejak September yang lalu dan bertolak ke Indonesia 18 September dan telah singgah di 9 kota di 5 negara dunia. Jarak tempuh menuju Tanah Air tersebut mencapai 11.170 mil laut.

Kapal ini dikomandani oleh Letko Laut (P) Widiyatmoko Baruno Aji dan membawa 171 personel yang terdiri dari 119 taruna-taruni, 66 prajurit, dan 4 teknisi asing. KRI Bima Suci dan akan berada di Jakarta sampai 22 November mendatang sebelum berlayar ke Sabang dalam rangka mengikuti Sail Sabang. Destinasi selanjutnya untuk KRI Bima Suci adalah Surabaya.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini