"Ini adalah perjalanan kelima saya ke luar negeri sejak September untuk menghadiri acara semacam ini, dan saya senang ternyata pengunjungnya banyak juga ya?" ujar ibu Soufie, perwakilan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang hadir mengawal Indonesian Week 2017 PPI Taiwan.

Bulan penutup tahun 2017 ini menjadi sejarah baru bagi PPI Taiwan. Harapan awal kepengurusan yang telah dicanangkan oleh L. Tri Wijaya N. Kusuma, Ketua PPI Taiwan 2017/2018, tentang pemerataan kegiatan dan poros pergerakan yang akan disebar ke seantero Taiwan dapat benar-benar terlaksana. Salah satu yang menjadi bukti pelaksanaannya adalah Indonesian Week 2017. Kegiatan yang diadakan dengan menggandeng PPI Kaohsiung (salah satu wilayah di Taiwan) ini, bisa dibilang sukses dan berhasil menorehkan semangat kekeluargaan, persahabatan, dan juga kemanfaatan di antara mahasiswa Indonesia di Taiwan.

"Suatu kehormatan bagi kami menjadi tuan rumah dari gawe terbesar milik PPI Taiwan ini," ujar Angger Baskoro, ketua PPI Kaohsiung, saat mengungkapkan tanggapan tentang pelaksanaan Indonesian Week (IW) 2017.

Acara dengan tema Diversity is Our Strength ini seolah menjadi simbol sesungguhnya dari Bhinneka Tunggal Ika. Pasalnya dalam dua hari ini (9-10 Desember 2017), IW 2017 berhasil menyajikan berbagai kebudayaan dan keberagaman Indonesia dari berbagai wilayah kepulauan Indonesia dalam bentuk bazaar, sendratari, choir, serta pertunjukan musik tradisional khas Indonesia. Acara yang dibuka oleh Wakil Kepala KDEI di Taipei (09/12) di National Sun Yat Sen University (NSYSU), Kaohsiung, ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Taiwan, yang diwakili oleh presiden Office of International Affairs NSYSU.

"Kami sangat mengapresiasi Indonesian Week 2017 ini, harapannya dari upaya pengenalan budaya ini kita bisa lebih mengenal dan meningkatkan intensitas kunjungan dari masyarakat Taiwan ke Indonesia maupun sebaliknya," ujarnya.

Tentunya pernyataan tersebut selaras dengan tujuan utama diadakannya acara ini. Dan ketika feedback yang diberikan (oleh masyarakat Taiwan) adalah yang demikian, jelas sekali bahwa semangat Wonderful Indonesia yang dititipkan Kementerian Pariwisata RI dalam Indonesian Week 2017 telah mampu mempersuasif masyarakat Internasional (khususnya Taiwan) dalam menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan potensial untuk dikunjungi, entah untuk berwisata budaya, menikmati panorama alamnya, atau juga mencicipi kuliner khas nusantara.

Penyerahan potongan pertama tumpeng nasi kuning kepada ibu Soufie (Kementerian Pariwisata RI) oleh Julian Fikri selaku ketua pelaksanan Indonesian Week 2017 saat sesi makan siang dan ramah tamah di kantor NSYSU OIA
Penyerahan potongan pertama tumpeng nasi kuning kepada ibu Soufie (Kementerian Pariwisata RI) oleh Julian Fikri selaku ketua pelaksanan Indonesian Week 2017 saat sesi makan siang dan ramah tamah di kantor NSYSU OIA

Akhirnya, bersama dengan segala harap dan cita-cita untuk membawa Indonesia lebih dikenal di mancanegara serta niat menuntut ilmu demi membangun negeri, PPI Taiwan 2017/2018 mampu membuktikan bahwa sampai hampir akhir kepengurusan semangat "Bersahabat dan Bermanfaat" patut diperhitungkan untuk menjadi tagline yang dapat dijiwai oleh seluruh anggotanya. Terbukti, Indonesian Week 2017 dapat dijadikan sebagai tonggak sejarah baru dalam upaya memeratakan semangat kekeluargaan dan harmonisasi antar mahasiswa Indonesia di seantero Taiwan dari utara hingga selatan.

#KotakAjaib


Sumber:

  1. Dokumentasi resmi milik PPI Taiwan
  2. Artikel yang rilis lebih dulu (09/12) tentang Indonesian Week 2017 di web PPI Dunia

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu