Taman Bungkul Surabaya Masih Menjadi Favorit

Taman Bungkul Surabaya Masih Menjadi Favorit
info gambar utama

Surabaya sebagai kota metropolis kedua di Indonesia tidak hanya terkenal karena memiliki banyak tempat perbelanjaan (Mall). Surabaya juga merupakan salah satu kota terindah di Indonesia, karena memiliki banyak taman yang sangat mudah ditemukan.

Pada tahun 2017 Pemerintah Kota Surabaya menambahkan 28 taman untuk turut menghijaukan kota pahlawan ini.

Salah satu taman yang sangat terkenal di kota ini adalah Taman Bungkul. Taman yang terletak di jantung kota ini mendapatkan penghargaan sebagai taman kota terbaik se-Asia tahun 2013. Di Area dengan luas sekitar 900 meter ini, warga Surabaya sering melakukan rekreasi atau sekedar bersantai.

Survei yang dilakukan Enciety Bussines Consult (EBC), perusahaan riset bisnis terkemuka di Indonesia, dari 500 responden warga Surabaya, sekitar 65% responden memilih Taman Bungkul.

Urutan kedua, responden memilih Taman Flora sebesar 13%. “kedua taman legendaris tersebut memiliki penggemar yang tersebar di seluruh penjuru Surabaya” kata Dimas Pratama, peneliti Enciety Business Consult, seperti dilansir dari detik.com.

Ini menunjukkan bahwa Taman Bungkul masih menjadi favorit di kalangan masyarakat Surabaya. Dibanding dengan taman-taman lainnya yang tersebar di wilayah Surabaya, Taman bungkul memiliki kelebihan tersendiri.

Anak-anak sedang bermain di Taman Bungkul, Surabaya | Nurul Arifin / GNFI
info gambar

Taman Bungkul cocok untuk membawa keluarga untuk berekreasi, ataupun membawa anak untuk bermain. Memiliki beberapa macam permainan seperti jungkat-jungkit, perosotan dan banyak lagi.

Kemudian, ada juga beberapa kuliner dan jajanan yang dijual di taman terbesar di Surabaya tersebut.

Tidak hanya itu, taman bungkul juga menjadi tempat Gathering komunitas-komunitas Surabaya. Keberadaan Skate Park di Taman bungkul itu juga menjadi salah satu tempat yang menarik bagi para skateboarder untuk menguji keahliannya. Ada juga beberapa komunitas yang sedang melakukan gathering. Seperti komunitas Ukulele Surabaya (UKESUB) ini salah satunya.

Komunitas yang sudah berdiri hampir dua tahun ini sering kali melakukan Gathering di Taman Bungkul. Selain merupakan taman terbesar, komunitas ini ingin mengenalkan kepada masyarakat bahwa Ukulele tidak hanya digunakan untuk musik keroncong, akan tetapi berbagai genre musik lain seperti Pop, Rock dan lain sebaginya.

Komunitas Ukulele Surabaya | Nurul Arifin / GNFI
info gambar

Tiara Anindita Nugroho, Anggota UKESUB mengaku perlu dibuat ruang khusus di Taman Bungkul untuk para aktivis maupun seniman yang ingin berkespresi melalui karyanya.

“Pernah kepikiran untuk melakukan Mini Show Chase, tetapi masih belum terealisasi karena kondisi yang tidak memungkinkan” kata Tiara saat ditemui di Taman bungkul.

Ia berharap Disediakannya Corner yang lebih Community Friendly untuk para komunitas karena untuk saat ini ruang teduh di saat hujan di Taman Bunkul masih terbilang minim.

Sementara itu, setiap Minggu pagi tempat ini selalu ramai serta dipenuhi masyarakat surabaya dan sekitarnya sehubungan dengan Car Free Day. Terlebih lagi desain taman yang dibuat bisa digunakan untuk berbagai kegiatan, membuat Taman Bungkul menjadi sebuah ruang terbuka hijau yang meriah.

Banyak keunikan dan keseruan yang ada di acara Car Free Day Taman Bungkul Surabaya. Car Free Day menjadi acara murah meriah bagi warga kota Surabaya dan sekitarnya. Selain untuk menghilangkan kepenatan akibat rutinitas kerja yang membosankan, Car Free Day di Taman Bungkul bisa juga dijadikan sarana mendapatkan inspirasi baru.

Car Free Day di Taman Bungkul juga menyuguhkan banyak keunikan dalam bersepeda. Kita bisa melihat berbagai macam sepeda melintas di area jalan Darmo. Tidak hanya sepeda standar saja, ada juga sepeda-sepeda dengan modifikasi yang unik. Mulai dari bentuk sepeda yang memanjang sampai motif sepeda perjuangan dan sepeda bambu. Sepeda bambu membuat orang berhenti sejenak untuk melihat keunikannya. Sepeda ini hampir semua bahannya terbuat dari bambu.

Sering pula diadakan beragam event pada program tersebut. Maka tak heran, jika jumlah pengunjung Car Free Day selalu membludak setiap minggunya. Diharapkan, program ini bisa merangsang munculnya komunitas bersepeda serta memberi ruang bagi beragam komunitas untuk mengekspresikan keahlian mereka.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini