PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berintegrasi dengan PT Railink, operator kereta bandara terkait penyediaan sarana bus feeder di Stasiun Sudirman Baru. Keberadaan bus feeder ini seiring beroperasinya kereta bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Transjakarta memfasilitasi angkutan umum tambahan berupa Bus Rapid Transit (BRT), yang beroperasi dari Stasiun Sudirman Baru menuju dua rute, yakni koridor 1 dan koridor 9.

Trayek feeder ini disiapkan untuk mendukung operasional kereta bandara, yang dijadwalkan melakukan 42 perjalanan pergi-pulang setiap hari dengan headway sekitar 60 menit sekali.

Petugas memeriksa interior bus Minitrans di kantor TransJakarta, Cawang, Jakarta, Foto: Liputan6.com/Immanuel Antonius
Petugas memeriksa interior bus Minitrans di kantor TransJakarta, Cawang, Jakarta, Foto: Liputan6.com/Immanuel Antonius

Menurut Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Bambang Prihartono, dengan banyaknya perjalanan kereta bandara tersebut, maka feeder pendukung untuk mengantarkan calon penumpang menuju kereta bandara perlu segera disiapkan.

“Jika per hari ada 42 perjalanan mengangkut sekitar 11.304 orang yang akan menggunakan kereta bandara, tentu ini perlu dipikirkan bagaimana para calon penumpang tersebut dari tempat asalnya menuju Stasiun Sudirman Baru dan sebaliknya," ujarnya dalam rilis yang diterima Tempo.

Menurut pelaksana tugas Direktur Utama PT Transjakarta, Wijanarko, meski fasilitas feeder ini premium, tarif yang dikenakan akan tetap dengan harga reguler, yaitu Rp 3.500.

Deretan armada bus Minitrans yang terparkir di kantor TransJakarta, Cawang, Jakarta. Foto: Liputan6.com/Immanuel Antonius
Deretan armada bus Minitrans yang terparkir di kantor TransJakarta, Cawang, Jakarta. Foto: Liputan6.com/Immanuel Antonius

"Estimasi awal, Transjakarta dapat menggaet lima ribu penumpang per harinya. Kita mematok angka tersebut karena percaya angkutan ini dapat mempermudah masyarakat yang hendak berpindah moda transportasi," tutur Wijanarko seperti yang dikutip Liputan 6. 

BRT sendiri adalah sebuah bus yang sudah memiliki standar internasional. Angkutan tersebut memiliki desain beratap rendah, dengan daya angkut maksimal sebesar 66 penumpang.

Selain itu, bagian tengah bus juga nantinya akan ditempatkan sebuah ruangan khusus yang diperuntukkan bagi orang berkebutuhan khusus (difabel). Namun, ruangan itu kini masih difungsikan sebagai tempat penyimpanan barang penumpang, semisal koper.

Kereta bandara Railink usai menaikan penumpang dari stasiun Sudirman Baru, Jakarta, 26 Desember 2017. Pada tahap awal pengoperasian KA Bandara Soekarno Hatta, pihaknya hanya melayani tiga stasiun. Foto: Tempo/Tony Hartawan
Kereta bandara Railink usai menaikan penumpang dari stasiun Sudirman Baru, Jakarta, 26 Desember 2017. Pada tahap awal pengoperasian KA Bandara Soekarno Hatta, pihaknya hanya melayani tiga stasiun. Foto: Tempo/Tony Hartawan

Seperti yang dilansir Kompas, untuk sementara ini, rute yang telah disiapkan oleh Transjakarta yaitu dari Stasiun Sudirman Baru – Gambir (koridor 1) dengan rute Hotel Indonesia – Sarinah – Bank Indonesia – Patung Kuda – Stasiun Gambir – Istana – Monas terus kembali ke Bank Indonesia – Sarinah – Hotel Indonesia - keluar jalur Blora – Stasiun Sudirman Baru. 

Kedua yaitu Dari Stasiun Sudirman Baru ke Menteng (koridor 9) dengan rute yang dilalui yaitu dari Stasiun Sudirman Baru - Putaran Hotel Indonesia – Tosari – Dukuh Atas – Karet - Semanggi masuk rute kor 9 sampai Kuningan - Menteng – Hotel Indonesia lalu masuk Blora dan stasiun terakhir Stasiun Sudirman.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu