Pertanian Urban Diharapkan Bisa Mendongkrak Pendapatan Masyarakat Jakarta

Pertanian Urban Diharapkan Bisa Mendongkrak Pendapatan Masyarakat Jakarta
info gambar utama

Pengembangan Pertanian Urban di Ibu Kota sudah mulai meningkat. Pertanian Urban di Cempaka Putih adalah salah satu contoh bahwa Pertanian Urban di ibu kota mulai digarap. Hal ini dianggap penting karena memiliki sejumlah manfaat seperti menjaga stabilitas harga pangan, menciptakan lapangan pekerjaan dan edukasi masyarakat.

Pertanian Urban juga diresmikan oleh Sandiaga selaku Wakil Gubernur Jakarta periode 2017-2022 berlokasi di Gang Hijau, atau gang yang menjadi lokasi pertanian urban. Gang yang diresmikan tersebut, sebenarnya merupakan gang sepanjang 50 meter di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, yang di kiri-kanannya dipenuhi tanaman anggur.

Sandiaga berharap dengan adanya Pertanian Urban ini mendongkrak ekonomi masyarat yang ada di jakarta. Selaku Pemprov akan mencoba memfasilitasi kebutuhan kebutuhan apa saja yang di perlukan bagi Pertanian Urban.

Pertanian Urban sendiri tidak hanya menanam Anggur, berbagai macam tanaman juga dicoba dikembangkan di Gang Hijau. Termasuk, buah labu yang saat ini belum berbuah. Sementara, tanaman kangkung, cabai, kailan, dan sawi ditanam di pinggir kali yang tidak jauh dari gang tersebut.

"Mandat sangat jelas untuk stabilitas harga pokok dalam pengadaan bahan pangan. Kita harus pastikan gejolak harga pangan, karena yang paling terdampak masyarakat tidak mampu. Urban Farming (pertanian urban) ini mampu menyerap lapangan kerja, edukasi bertani, ketiga untuk stabilitas harga," Ujar Sandiaga

Selain itu sandiaga juga berharap bahwa Pertanian Urban ini bisa mensejahterakan masyarakat daerah jakarta.

Sandi ingin, warga sekitar bisa memanfaatkan pertanian urban yang merupakan hasil kerja warga dibantu oleh Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan DKI bersama Bank DKI. Ia juga ingin, hasil pertanian tersebut juga bisa meningkatkan perekonomian warga.

"Saya memastikan, bahwa setiap BUMD wajib membeli kalau ada surplus dari pertanian kita ini. Jadi, PD Pasar Jaya beli. Jadi mereka tidak merasa kalau tidak dikonsumsi sendiri akan terbuang," ungkap Sandi

Hingga saat ini sudah ada 15 titik pertanian urban yang ada di seluruh Jakarta. Jumlah ini masih tergolong awal dari 150 titik pertanian urban yang ingin ditargetkan oleh Pemprov DKI.

"Saya dorong pemanfaatan lahan-lahan tak produktif, kantor pemerintahan juga kita dorong termasuk lahan kosong di Sudirman-Thamrin kita kasih insentif jadi ruang hijau," kata Sandi.


Sumber: idntimes.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini