Begini Keramahan NTB Menyambut Wisatawan Pertama di Tahun 2018

Begini Keramahan NTB Menyambut Wisatawan Pertama di Tahun 2018

GM Lombok International Airport, Ngurah Ardita mengalungkan selendang tenun khas Sasak kepada seorang wisatawan yang tiba di bandara LIA, Senin (1/1/2018)©Putri Muslimah/Humas LIA

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah menjadi salah satu destinasi wisata andalan nasional, selain Bali.

Selain memiliki banyak destinasi favorit dan populer seperti Senggigi dan gugusan tiga pulau eksotis, Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, wilayah NTB juga sudah ditetapkan pemerintah RI sebagai Kawasan Khusus Ekonomi (KEK) di Mandalika, Lombok Tengah.

Untuk mendukung NTB yang terdiri dari pulau Lombok dan pulau Sumbawa menjadi destinasi wisata andal, para stakeholders pun mulai membangun semangat sapta pesona Pariwisata di Provinsi itu.

Salah satunya dengan keramahan yang ditunjukan saat menyambut tamu dan wisatawan yang datang ke Lombok, tepat di hari pertama tahun baru 2018 ini.

Sekitar 105 orang penumpang pesawat Air Asia dari Kuala Lumpur, Malaysia yang tiba di Lombok Intetnational Airport, Senin (1/1/2018), disambut meriah dengan musik tradisional Lombok, Gendang Beleq, juga kalungan selendang kain tenun khas Sasak, di pintu kedatangan internasional, bandara setempat.

Manajemen LIA bersama Dinas Pariwisata NTB dan stakeholders terkait, menggelar acara sambutan itu untuk menunjukan keakraban masyarakat NTB menerima wisatawan.

"Ini juga sekaligus menyambut penumpang pertama penerbangan internasional yang tiba di LIA di hari pertama tahun baru 2018 ini," kata GM LIA, I Gusti Ngurah Ardita, di sela penyambutan.

GM LIA Ngurah Ardita dan Kadispar NTB Lalu Moh Faozal berfoto bersama wisatawan yang tiba di LIA. Foto: KATAKNEWS
GM LIA Ngurah Ardita dan Kadispar NTB Lalu Moh Faozal berfoto bersama wisatawan yang tiba di LIA. Foto: KATAKNEWS

Ngurah Ardita bersama Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal menyalami dan mengalungkan selendang kain tenun khas Sasak kepada para wisatawan yang tiba.

Sebagian besar penumpang Air Asia yang merupakan wisatawan asal Malaysia dan Eropa, itu merasa senang mendapat sambutan hangat dan bersahabat di Lombok.

Di depan pintu kedatangan internasional LIA juga disiapkan photoboth dengan gambar objek wisata Lombok dan Sumbawa, yaitu Gili Sunut Lombok Timur dan Bukit Mantar Sumbawa Barat, agar para wisatawan bisa berswafoto.

Mereka juga dipersilakan untuk mencicipi aneka minuman dan jajanan khas Lombok dan Sumbawa yang disajikan dalam kegiatan penyambutan tersebut.

“Kalau tahun lalu tema yang diusung adalah One Team One Dream, maka tahun 2018 ini temanya adalah One Team One Dream for Continous Improvement," kata Ardita.

Ini artinya LIA akan terus meningkatkan pelayanan terbaik, melanjutkan dari tahun 2017 untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada para penumpang yang datang ke Lombok melalui LIA.

Suguhan jajanan khas Lombok disediakan untuk wisatawan yang tiba di Lombok International Airport. Foto: Putri Muslimah/Humas LIA
Suguhan jajanan khas Lombok disediakan untuk wisatawan yang tiba di Lombok International Airport. Foto: Putri Muslimah/Humas LIA

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Moh Faozal mengatakan, kegiatan penyambutan tamu pertama di Lombok International Airport (LIA) sudah rutin dilakukan setiap tahun, terutama pada permulaan tahun baru tiap 1 Januari.

"Ini rutin dilakukan tiap tahun baru. Tahun 2018 ini juga, kita sambut tamu dan wisatawan yang pertama kali datang ke Lombok menggunakan penerbangan internasional di LIA," kata Faozal.

Menurut Faozal, selain penyambutan wisatawan pertama di tahun 2018 itu, Dispar NTB dan stakeholders terkait lainnya juga akan terus mempromosikan potensi wisata Lombok dan Sumbawa.

Misalnya melalui pembagian pamplet agenda kegiatan pariwisata atau calender of event pariwisata NTB kepada para wisatawan dan penumpang domestik dan internasional di LIA, serta lokasi strategis lainnya.

Tujuannya agar, wisatawan yang datang ke NTB tak sekadar bisa menikmati keindahan alam, tetapi juga bisa mengetahui agenda seni dan budaya apa saja yang akan digelar di wilayah NTB.

"Agar para wisatawan yang berkunjung ke Lombok dan Sumbawa, mereka tidak hanya datang untuk menikmati keindahan alamnya saja. Tetapi juga dapat melihat berbagai agenda seni dan budaya yang ada di Lombok dan Sumbawa, sehingga dapat menyesuaikan jadwal kedatangannya,” kata Faozal.

Pose bersama manajemen LIA dan Dispar NTB. Foto: Putri Muslimah/Humas LIA
Pose bersama manajemen LIA dan Dispar NTB. Foto: Putri Muslimah/Humas LIA

Seorang wisatawan yang datang melalui LIA, Sarah (35), mengaku sangat senang mendapat sambutan hangat setiba di LIA,
Lombok, NTB.

Dengan senyum sumringah di wajahnya, wanita asal Finlandia itu malah ikut bergoyang, menari mengikuti irama tabuhan gendang beleq, alat musik tradisional khas Lombok.

"Saya baru pertama kali ke Lombok. Tentu surprise sekali, senang sekali disambut penuh keakraban seperti ini," kata Sarah, wisatawan Finlandia yang berencana menghabiskan liburannya selama enam hari di Lombok. **


Sumber: KATAKNEWS

Pilih BanggaBangga91%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang9%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Detik-detik Pergantian Tahun di Surabaya Sebelummnya

Detik-detik Pergantian Tahun di Surabaya

Lepas Dari Gadget, Bank Indonesia Kenalkan Literasi Pada Anak Selanjutnya

Lepas Dari Gadget, Bank Indonesia Kenalkan Literasi Pada Anak

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.