Darurat Masa Lalu ( 2017 )

Darurat Masa Lalu ( 2017 )

BEM PTM Zona V Jawa Timur dan Bali © M. Firdhaus

Darurat Masa Lalu 2017 !!!

Dalam moment pergantian tahun, suatu refleksi yang dilakukan semacam menjadi kebutuhan. Menengok kembali hari, pekan, bulan di belakang sambil mengingat kebodohan apa yang telah kita perbuat, capaian apa yang sudah kita injak, kepedihan apa yang dilalui, hal apa yang telah kita buang sia-sia, atau apa yang luput dilakukan meskipun jadi resolusi akhir tahun 2017 saat menyambut 2018 mendatang.
Sebagai seorang mahasiswa yang sadar pastinya tidak akan pernah puas dengan apa yang dilakukan selama menjalani aktivitas didalam maupun diluar kampus. Seolah 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, 4 minggu dalam sebulan dan 12 bulan dalam setahun adalah waktu yang sangat pendek diberikan oleh Tuhan.
Ingatlah, mahasiswa ibarat bola yang selalu tergelincir jikalau ditendang ke-kanan dan ke-kiri, ke-atas atau ke-bawah tetaplah bola itu akan berputar. Terkadang kita terjebak dalam keberhasilan masa lalu yang membuat setiap langkah yang kita tancapkan seolah berhenti hanya karena keberhasilan yang pernah singgah dalam sebuah perjuangan. Jikalau kita masih berfikir seperti ini, maka bersiaplah kita akan menjadi pemilik masa lalu layaknya barang kuno yang tak laku di pasar.
Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Bagi saya, kesuksesan dan kekuatan seorang mahasiswa ditentukan oleh 3 komponen penting sebagai modal untuk selalu bergerak maju.
1. Gerakan spiritual yang selalu menjadi faktor utama setiap komponen kehidupan. Karena dengan kerendahan hati, kejernihan fikiran dan ketepatan dalam melangkah ditentukan oleh jiwa yang selalu dipenuhi dengan perasaan tunduk kepada yang maha kuasa. Belajarlah adab sebelum belajar ilmu ibarat gelas yang masih belum seimbang dituang air jernih, maka selamanya gelas itu tak akan pernah terisi.
2. Gerakan literasi layaknya sebuah aplikasi dalam sebuah komputer, membaca merupakan proses input data dan proses instalasi memory dalam otak. Suatu saat data itu akan kita buka entah kapan dan dimana. Tapi percayalah intelektualitas dapat diukur dalam setiap tulisan yang kita serap oleh panca indera.
3. Gerakan sosial sebagai langkah yang harus dilakukan karena iman seseorang tidak akan sempurna apabila hanya diyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan TANPA dilakukan dengan perbuatan. Dan lakukanlah kebaikan apapun karena kita tak akan pernah tau kebaikan mana yang diterima oleh-Nya
Sudahkah ketiga komponen diatas telah tertanam dalam setiap hati, fikiran dan perbuatan kita?
Masjid, Perpustakaan dan Jalanan adalah tempat dimana kita dapat memahami tentang bagaimana seharusnya kita berfikir dan berbuat. Berfikirlah 10 tahun kedepan dan lakukan hari ini !!
Presiden Mahasiswa UMM
Kordinator BEM Malang Raya
Ahmad Rizki Mubarok

Pilih BanggaBangga3%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang24%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi45%
Pilih TerpukauTerpukau27%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Rahasia di Balik Kelezatan Tahu Sumedang yang Melegenda Sebelummnya

Rahasia di Balik Kelezatan Tahu Sumedang yang Melegenda

Dikunjungi Menteri Pariwisata, Pulau Rupat Bakal Jadi Destinasi Wisata Unggul Selanjutnya

Dikunjungi Menteri Pariwisata, Pulau Rupat Bakal Jadi Destinasi Wisata Unggul

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.