Pengunjung Disney Springs Terpukau Oleh Tari Tradisional Indonesia

Pengunjung Disney Springs Terpukau Oleh Tari Tradisional Indonesia

Modero & Company di Disney Springs © Foto: Press Release KBRI Washington, D.C.

Kabar membanggakan datang dari Washington, D.C. 30 Desember lalu. Jika Disney terkenal dengan tokoh-tokoh imaginary beserta parade marching band nya, Modero & Company berhasil memukau pengunjung Disney Springs tidak dengan tokoh-tokoh asli milik Disney melainkan tarian tradisional asli Indonesia. 4 tarian tradisional Indonesia dibawakan dengan apik ditengah panggung Market Place oleh sebuah grup tari tradisional Indonesia yang berbasis di Philadelphia.

Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Budi Bowoleksono menjelaskan bahwa Modero & Company ini merupakan satu dari sekian komunitas diaspora Indonesia yang berkontribusi aktif untuk melaksanakan diplomasi akan budaya Indonesia di Amerika Serikat. Seperti yang dilakukan di Disney Springs ini tentunya akan meningkatkan awareness masyarakat Amerika Serikat terhadap Indonesia.

Modero & Company sendiri didirikan oleh Mutia Riasinta Penyami atau yang biasa akrab disapa Sinta. Berawal dari hanya beranggotakan 4 orang pada tahun 2011 hingga kini telah berkembang sebanyak 30 anggota. Penampilan di Disney Springs ini dibawakan oleh 14 orang penari dari Philadelphia, dengan penari termuda berumur 7 tahun serta ibu dan anak yang berpasangan menarikan tari Cendrawasih. Sinta menyebutkan bahwa membutuhkan waktu selama kurang lebih satu setengah tahun untuk persiapan, mulai dari latihan tariannya serta menabung untuk dapat pergi ke Disney Springs di Orlando. Persiapan tersebut akan sia-sia tanpa adanya dedikasi tinggi demi membawa nama baik Indonesia, tambah Sinta bersemangat.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Foto: Press Release KBRI Washington, D.C.

Empat tarian yang dibawakan di panggung Disney Performing Art oleh Modero & Company adalah tarian Cendrawasih dan Kembang Girang (Bali), Tor Tor (Sumatera Utara), Bajidor Kahot (Jawa Barat), serta sebuah tari ciptaan Sinta yang terinspirasi dari tarian Sulawesi dibawakan selama 30 menit. 400 kursi pengunjung yang disediakan dipenuhi oleh pengunjung Disney Springs bahkan banyak pengunjung yang rela menyaksikan penampilan tersebut sambil berdiri. Salah seorang pengunjung asal Wisconsin, Loreen mengatakan “saya suka sekali perpaduan musik, koreografi dan warna warni kostum mereka”, ujarnya.

Menurut CNN Travel (2017), Disney Parks merupakan theme park paling populer di dunia. Untuk itu, kesempatan menampilkan tarian Indonesia di salah satu Disney theme parks merupakan kebanggaan dan pencapaian bagi Modero. Sinta berharap, “kedepannya saya ingin dapat menampilkan lebih banyak lagi tarian Indonesia di Disney”.

“Modero tidak hanya berhasil mengenalkan budaya Indonesia kepada publik AS, namun juga telah berhasil mengawinkan budaya Indonesia dengan budaya lokal, tradisional dan modern. Hal ini merupakan strategi yang efektif untuk membuat publik AS untuk semakin mengenal Indonesia dan merasa dekat dengan Indonesia”, Duta Besar RI untuk AS kembali menegaskan, “Kekompakan dan kemandirian merupakan kekuatan Modero yang kami harap dapat menginspirasi komunitas diaspora Indonesia di Amerika lainnya”.

Foto: Press Release KBRI Washington, D.C.
Foto: Press Release KBRI Washington, D.C.
Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Foto: Press Release KBRI Washington, D.C.
Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Foto: Press Release KBRI Washington, D.C.
Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Foto: Press Release KBRI Washington, D.C.
Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Foto: Press Release KBRI Washington, D.C.
Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Foto: Press Release KBRI Washington, D.C.


Sumber: Press Release KBRI Washington, D.C.

Pilih BanggaBangga86%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang7%
Pilih Tak PeduliTak Peduli4%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau4%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Banyuwangi, Surganya Para Peselancar Dunia Sebelummnya

Banyuwangi, Surganya Para Peselancar Dunia

Ragam Sate dari Bali dan Lombok Selanjutnya

Ragam Sate dari Bali dan Lombok

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

I work here because I value positivity. In the midst of social media era I wish that everyone builds harmony through positivity, so I start from myself.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.