Perjalanan Dunia Maritim Indonesia

Perjalanan Dunia Maritim Indonesia
info gambar utama

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari belasan ribu pulau dengan segala kekayaannya. Negara kita dijuluki sebagai Archipelagic State atau Negara kepulauan. Kata Archipeagic berasal dari kata Archipelagus yang berasal dari bahasa latin yang terdiri dari dua kata, Archi yang berarti laut dan Pelagus yang berarti utama, jadi Archipelagus memiliki makna laut utama.

Makna laut utama ini bisa kita buktikam dengan keadaan Indonesia. Sejak zaman kerajaan, Indonesia atau Nusantara adalah sebuah negara yang memiliki kekuatan besar dalam bidang maritim. Hal ini bisa dibuktikan oleh Kerajaan Sriwijaya (Kerajaan sriwijaya adalah salah satu kemaharajaan bahari yang pernah berdiri di Pulau Sumatera.) dan Kerajaan Majapahit (Kerajaan Majapahit adalah kerajaan agraris yang mengembangkan kemaritiman secara luas di Nusantara dan pengaruhnya mencapai wilayah Asia Tenggara) kedua kerajaan itu pada zaman itu mengontrol seluruh kegiatan perniagaan di seluruh Asia Tenggara.

Hingga pada zaman kolonial, saat Eropa masuk ke Nusantara dan menguasai Nusantara, sistem kemaritiman kita mulai tergerus dan diganti dengan sistem darat. Eropa berusaha menerapkan sistem darat di Indonesia dimana laut sudah tak jadi prioritas dalam segala aspek. Lebih dari itu, para penjajah menggeser banyak aspek kehidupan menjadi ke arah utara, begitu juga dengan laut. Sistem perdagangan berubah menjadi ke arah laut jawa, dan laut selatan jawa lama kelamaan mulau ditinggalkan dan menjadi daerah yang miskin.

Seiring perjalanannya waktu, para Founding Fathers kita merasa ingin merebut dan mengembalikan masa keemasan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit. Dalam Sidang BPUPKI, Muhammad Yamin secara tegas memperjuangkan konsep Tanah Air di Indonesia. Perjuangan selanjutnya, Perdana Menteri Djuanda pada tahun 1957 juga menguasai lautan, dengan cara memperkuat pasukan angkatan laut, baik dalam bidang prajurit dan persenjataannya.

Jika kita melihat juga, Indonesia adalah negara yang sangat strategis, karena menghubungkan dua benua yang besar, yaitu Benua Asia dan Australia. Kita memiliki laut Banda, Jawa dan Flores yang pada abad 14 dan 15 merupakan zona komersial di Asia Tenggara. Laut Jawa menjadi jalur transportasi perdagangan rempah, kayu gaharu hingga beras.

Diluar itu juga Laut Jawa menjadi jembatan penghubung kegiatan budaya dan politik. Bahkan laut Jawa dianggap bukan hanya sebagai laut utama bagi Indonesia, tapi juga laut inti bagi Asia Tenggara. Kota-kota yang berkembang karena startegisnya laut Jawa adalah Banten, Batavia, Cirebon, Semarang, Demak, Rembang, Tuban, Pasuruan, Gresik, Surabaya, Probolinggo, Panarukan, Pamekasan, Buleleng, Lampung, Palembang, Banjarmasin, Pontianak, Sampit, Sambas, Makasar, Sumba, Kupang dan Larantuka.

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari belasan ribu pulau dengan segala kekayaannya. Negara kita dijuluki sebagai Archipelagic State atau Negara kepulauan. Kata Archipeagic berasal dari kata Archipelagus yang berasal dari bahasa latin yang terdiri dari dua kata, Archi yang berarti laut dan Pelagus yang berarti utama, jadi Archipelagus memiliki makna laut utama.

Makna laut utama ini bisa kita buktikam dengan keadaan Indonesia. Sejak zaman kerajaan, Indonesia atau Nusantara adalah sebuah negara yang memiliki kekuatan besar dalam bidang maritim. Hal ini bisa dibuktikan oleh Kerajaan Sriwijaya (Kerajaan sriwijaya adalah salah satu kemaharajaan bahari yang pernah berdiri di Pulau Sumatera.) dan Kerajaan Majapahit (Kerajaan Majapahit adalah kerajaan agraris yang mengembangkan kemaritiman secara luas di Nusantara dan pengaruhnya mencapai wilayah Asia Tenggara) kedua kerajaan itu pada zaman itu mengontrol seluruh kegiatan perniagaan di seluruh Asia Tenggara.

Hingga pada zaman kolonial, saat Eropa masuk ke Nusantara dan menguasai Nusantara, sistem kemaritiman kita mulai tergerus dan diganti dengan sistem darat. Eropa berusaha menerapkan sistem darat di Indonesia dimana laut sudah tak jadi prioritas dalam segala aspek. Lebih dari itu, para penjajah menggeser banyak aspek kehidupan menjadi ke arah utara, begitu juga dengan laut. Sistem perdagangan berubah menjadi ke arah laut jawa, dan laut selatan jawa lama kelamaan mulau ditinggalkan dan menjadi daerah yang miskin.

Seiring perjalanannya waktu, para Founding Fathers kita merasa ingin merebut dan mengembalikan masa keemasan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit. Dalam Sidang BPUPKI, Muhammad Yamin secara tegas memperjuangkan konsep Tanah Air di Indonesia. Perjuangan selanjutnya, Perdana Menteri Djuanda pada tahun 1957 juga menguasai lautan, dengan cara memperkuat pasukan angkatan laut, baik dalam bidang prajurit dan persenjataannya.

Jika kita melihat juga, Indonesia adalah negara yang sangat strategis, karena menghubungkan dua benua yang besar, yaitu Benua Asia dan Australia. Kita memiliki laut Banda, Jawa dan Flores yang pada abad 14 dan 15 merupakan zona komersial di Asia Tenggara. Laut Jawa menjadi jalur transportasi perdagangan rempah, kayu gaharu hingga beras.

Diluar itu juga Laut Jawa menjadi jembatan penghubung kegiatan budaya dan politik. Bahkan laut Jawa dianggap bukan hanya sebagai laut utama bagi Indonesia, tapi juga laut inti bagi Asia Tenggara. Kota-kota yang berkembang karena startegisnya laut Jawa adalah Banten, Batavia, Cirebon, Semarang, Demak, Rembang, Tuban, Pasuruan, Gresik, Surabaya, Probolinggo, Panarukan, Pamekasan, Buleleng, Lampung, Palembang, Banjarmasin, Pontianak, Sampit, Sambas, Makasar, Sumba, Kupang dan Larantuka.


Sumber: Histori.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini