Bendungan di Semarang Ini Bakal Bisa Hasilkan Listrik Berkat Panel Surya

Bendungan di Semarang Ini Bakal Bisa Hasilkan Listrik Berkat Panel Surya
info gambar utama
Penerapan teknologi energi terbarukan di Indonesia terus dilakukan. Seperti yang sedang dikerjakan di Bendungan Jatibarang, Semarang Jawa Tengah yang memanfaatkan lahan bendungan sebagai lokasi penempatan panel-panel surya. Panel surya ini nantinya akan mampu menghasilkan energi listrik sebesar 300 KwH dan akan digunakan untuk operasional bendungan.

Seperti diberitakan detikFinance (03/01) Meneteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa pembangungnan pembangkit listrik tenaga surya tersebut membutuhkan 936 panel surya. Pembangunan yang diserahkan kepada Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana Ditjen Sumber Daya Air.

"Listrik yang dihasilkan masuk dalam sistem PLN, sehingga bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengoperasian bendungan secara mandiri. Pembangunan panel surya ini merupakan proyek percontohan dalam rangka mengoptimalkan aset bendungan. Jadi tidak hanya di tubuh bendungan saja, tapi nanti di badan-badan air bendungan, sehingga tidak memerlukan pembebasan lahan," ujar Basuki.

Sementara model pembangunan panel surya ini nantinya akan diterapkan ke berbagai bendungan lainnya. Yakni penerapan sumber energi operasional bendungan yang diambil dari panel surya.

Tidak hanya untuk pemberian daya bagi bendungan, pengembangan ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi wisata di Semarang. Namun yang akan menjadi tantangan adalah bagaimana menjaga pengoperasian panel surya ketika wilayah sekitar Jatibarang yang memang dihuni oleh hewan-hewan liar.

"Gedung pengelola cukup bersih dan dikelola dengan baik karena memang ini menjadi daerah tujuan wisata di Kota Semarang. Banyak sekali satwa-satwa seperti kera. Hal ini menjadi tantangan dalam perawatan dan pengoperasian panel surya," jelasnya.

Bendungan Jatibarang sendiri memiliki luas genangan 189 hektar dan dimulai sejak Oktober 2009 dan pada 4 Mei 2015. Sementara volume tampungnya mencapai 20,4 juta m3 dan mampu pengurangan risiko banjir di Kota Semarang hingga sebesar 2,7 juta m3. Waduk ini juga menjadi sumber air baku untuk wilayah Kota Semarang Barat sebesar 1.050 liter/detik.

Sedangkan kemampuannya dalam menghasilkan listrik sebesar 1,5 Megawatt. Sehingga mampu menerangi 300.000 jiwa di di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Semarang Barat, Tugu, Ngaliyan.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini