Ingin Menghindari Kecelakaan Lalu Lintas? Karya Mahasiswa Asal Surabaya Ini Bisa Membantu

Ingin Menghindari Kecelakaan Lalu Lintas? Karya Mahasiswa Asal Surabaya Ini Bisa Membantu

Kecelakaan lalu lintas kerap kali terjadi pada pengendara motor di Indonesia © images.says.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Salah satu penyebab dari kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Indonesia adalah pengendara yang mengantuk. Seringkali pengendara memilih untuk mengabaikan rasa kantuknya yang justru dapat berakibat fatal seperti halnya kecelakaan-kecelakaan yang terjadi selama ini.

Banyaknya kecelakaan yang disebabkan oleh kantuk, menjadi dorongan bagi ketiga mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) untuk menciptakan suatu inovasi dalam berkendara. Ketiganya berhasil merancang Sleep Control for Biker (SCB), yaitu alat peringatan bagi pengendara sepeda motor yang sedang mengantuk. Tim yang beranggotakan Elviana Arisaputri, Dliyauddin’ I, dan Kevin Natanel ini menciptakan SCB dengan dasar keresahan akan tingginya angka kecelakaan terutama pengendara sepeda motor.

SCB bekerja sebagai alat yang akan memberikan peringatan terhadap pengendara motor yang mengantuk. Alat tersebut berbentuk gelang dan juga headset bluetooth yang dapat mengeluarkan suara untuk memberi peringatan. Kedua alat tersebut tentunya telah disesuaikan agar tetap nyaman ketika digunakan saat berkendara.

Kedua alat tersebut tentu memiliki fungsi yang berbeda. Gelang yang digunakan oleh pengendara, berfungsi sebagai alat untuk mengukur tingkat rasa kantuk yang dirasakan oleh pengendara. Gelang ini mengukur tingkat rasa kantuk melalui sensor denyut nadi yang akan langsung ditransfer melalui headset yang berada di helm.

Rasa kantuk yang muncul pada pengendara, dapat dihitung melalui frekuensi gelombang otak. Jika frekuensi menunjukkan angka dibawah 40 hz, maka denyut nadi seseorang akan menunjukkan pola yang berbeda, sehingga akan mudah untuk dideteksi melalui alat tersebut.

SCB sendiri masih dibuat dalam bentuk prototipe yang selanjutnya akan dikembangkan agar bisa diproduksi secara massal. Dengan modal awal sebanyak 1,3 juta Rupiah, pengembangan alat ini akan dilanjutkan dengan memulai produksi komponen-komponennya. Untuk langkah-langkah selanjutnya dalam pengembangan ini, Elviana menyampaikan bahwa timnya akan berupaya untuk meningkatkan kualitas mesin agar dapat diperkecil ukurannya, dan juga keamanan headset yang aka ditancapkan pada helm pengendara.


Sumber: cnnindonesia.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga38%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli13%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi13%
Pilih TerpukauTerpukau38%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Jepang-Indonesia Jajaki Kerjasama Konservasi Sungai Citarum Sebelummnya

Jepang-Indonesia Jajaki Kerjasama Konservasi Sungai Citarum

Dimensi Kecakapan Membaca di Indonesia Tergolong Baik Selanjutnya

Dimensi Kecakapan Membaca di Indonesia Tergolong Baik

Ilham Bafadal
@ilhammib

Ilham Bafadal

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.